MPR: Ketua Baru Diharapkan Bisa Selesaikan Kegaduhan Di DPR
Selasa, 12 Januari 2016 12:03 WIB
Ade Komarudin resmi menjabat Ketua DPR usai dilantik menggantikan Setya Novanto yang mengundurkan diri. (ANTARA FOTO/Akbar Gumay)
Jakarta (Antara Kalteng) - Ketua MPR, Zulkifli Hasan, berharap Ketua DPR, Ade Komarudin, dapat menyelesaikan kegaduhan di insitusi legislatif sehingga bisa menjalankan tugas dan amanah rakyat dengan baik.
"Kami berharap (atas dilantiknya Ade Komarudin) kegaduhan di 2016 'tutup buku'," katanya, di Gedung Nusantara III, Jakarta, Selasa.
Dia mengingatkan kepada seluruh anggota DPR terkait sumpah dan janji untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurut dia, keberpihakan kepada masyarakat jelas harus diutamakan, bukan malah membuat gaduh politik nasional.
"Keberpihakan yang jelas, jangan lagi gaduh karena tidak ada kaitannya dengan rakyat," ujarnya.
Sebelumnya, Komarudin dilantik menjadi ketua DPR menggantikan Setya Novanto dalam Rapat Paripurna DPR, Senin (11/1).
Komarudin akan fokus meningkatkan produktifitas institusinya dalam membuat produk legislasi, dengan mengajak seluruh anggota DPR berkomitmen dalam mewujudkannya.
"Pada 2015 DPR hanya menghasilkan tiga Undang-Undang, ini harus dievaluasi dan instropeksi sehingga ke depan harus lebih produktif," katanya, dalam pidato perdananya di Rapat Paripurna DPR, Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin.
Dia menyadari, fungsi legislasi DPR disorot masyarakat karena sangat minim prestasi.
Menurut dia, hal ini disebabkan energi anggota DPR dikuras berbagai kegiatan dan hanya menciptakan kegaduhan.
"Dalam pembuatan UU bukan hanya tugas DPR namun juga pemerintah sehingga koordinasi dan komunikasi keduanya harus ditingkatkan," ujarnya.
Komaruddin mengatakan kebersamaan antara pimpinan DPR, pimpinan fraksi di DPR dan seluruh anggota, maka produktifitas bisa meningkat.
Menurut dia, kedepan komunikasi yang dibangun bukan hanya formal namun intensif secara informal agar tidak ada kecurigaan dan tidak ada batasan.
"Kami berharap (atas dilantiknya Ade Komarudin) kegaduhan di 2016 'tutup buku'," katanya, di Gedung Nusantara III, Jakarta, Selasa.
Dia mengingatkan kepada seluruh anggota DPR terkait sumpah dan janji untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurut dia, keberpihakan kepada masyarakat jelas harus diutamakan, bukan malah membuat gaduh politik nasional.
"Keberpihakan yang jelas, jangan lagi gaduh karena tidak ada kaitannya dengan rakyat," ujarnya.
Sebelumnya, Komarudin dilantik menjadi ketua DPR menggantikan Setya Novanto dalam Rapat Paripurna DPR, Senin (11/1).
Komarudin akan fokus meningkatkan produktifitas institusinya dalam membuat produk legislasi, dengan mengajak seluruh anggota DPR berkomitmen dalam mewujudkannya.
"Pada 2015 DPR hanya menghasilkan tiga Undang-Undang, ini harus dievaluasi dan instropeksi sehingga ke depan harus lebih produktif," katanya, dalam pidato perdananya di Rapat Paripurna DPR, Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin.
Dia menyadari, fungsi legislasi DPR disorot masyarakat karena sangat minim prestasi.
Menurut dia, hal ini disebabkan energi anggota DPR dikuras berbagai kegiatan dan hanya menciptakan kegaduhan.
"Dalam pembuatan UU bukan hanya tugas DPR namun juga pemerintah sehingga koordinasi dan komunikasi keduanya harus ditingkatkan," ujarnya.
Komaruddin mengatakan kebersamaan antara pimpinan DPR, pimpinan fraksi di DPR dan seluruh anggota, maka produktifitas bisa meningkat.
Menurut dia, kedepan komunikasi yang dibangun bukan hanya formal namun intensif secara informal agar tidak ada kecurigaan dan tidak ada batasan.
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polri proses laporan PN Jakut terhadap Razman Nasution terkait kegaduhan di ruang sidang
14 February 2025 17:21 WIB, 2025
Akhiri kegaduhan politik, jadikan bulan Ramadhan momentum rekonsiliasi pasca-Pemilu
15 May 2019 23:04 WIB, 2019
Pernyataan Amien Rais bisa picu kegaduhan terkait pencopotan Kapolri
13 October 2018 19:38 WIB, 2018