Pemkab Seruyan Batal Pulangkan Eks Gafatar
Minggu, 28 Februari 2016 13:01 WIB
Warga melihat tabloid Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) terbitan 2014. (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)
Kuala Pembuang (Antara Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah membatalkan rencana pemulangan puluhan warga eks anggota Gerakan Fajar Nusantara asal Kalimantan Barat yang saat ini berada di Desa Tumbang Sepan, Kecamatan Seruyan Hulu.
"Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi nasional di Jakarta, warga eks Gafatar yang datang ke Seruyan tidak jadi dipulangkan," kata Kepala Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Seruyan Tunjarsyah di Kuala Pembuang, Minggu.
Dari hasil rapat kerja bersama dengan Penjabat Gubernur Kalteng, maka pemerintah pemerintah daerah berkewajiban untuk melakukan pembinaan terhadap para eks Gafatar tersebut. Pembinaan itu akan dilakukan dengan melibatkan instansi lintas sektoral.
Beberapa instansi yang dilibatkan dalam program di antara Kementerian Agama yang bertugas membimbing mereka untuk kembali ke jalan yang benar, lalu Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) bertugas untuk memfasilitasi mereka untuk mengembangkan pertanian.
"Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) khusus untuk mengurus masalah administrasi kependudukan eks Gafatar juga ikut dalam pembinaan ini," katanya.
Mantan Sekretaris DPRD Seruyan ini menambahkan, saat ini Pemkab juga sedang mempertimbangkan penempatan eks Gafatar ke lokasi yang tepat untuk mempermudah pengawasan.
"Lokasinya belum diputuskan, belum tentu mereka ditempatkan di lokasi yang ada sekarang," katanya.
Selain kewajiban pembinaan yang harus dilakukan pemerintah, eks Gafatar juga terikat oleh aturan yang harus ditaati, yakni tidak boleh melakukan penambahan orang kecuali karena kelahiran.
"Pembinaan ini juga sifatnya tidak memaksa, kalau mau dibina silakan, kalau tidak bersedia dan mereka mau keluar juga silakan, tapi resiko tanggung sendiri," katanya.
Eks anggota Gafatar dari Kalbar datang ke "Bumi Gawi Hatantiring" sejak 12 Januari 2016. Rombongan diketuai Endi yang membawa 10 kepala keluarga (KK), yang terdiri dari 26 laki-laki dan 22 perempuan.
Dari jumlah eks anggota Gafatar tersebut terdapat 22 anak-anak yang ikutserta bersama orang tuanya.
"Menindaklanjuti hasil rapat koordinasi nasional di Jakarta, warga eks Gafatar yang datang ke Seruyan tidak jadi dipulangkan," kata Kepala Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Seruyan Tunjarsyah di Kuala Pembuang, Minggu.
Dari hasil rapat kerja bersama dengan Penjabat Gubernur Kalteng, maka pemerintah pemerintah daerah berkewajiban untuk melakukan pembinaan terhadap para eks Gafatar tersebut. Pembinaan itu akan dilakukan dengan melibatkan instansi lintas sektoral.
Beberapa instansi yang dilibatkan dalam program di antara Kementerian Agama yang bertugas membimbing mereka untuk kembali ke jalan yang benar, lalu Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) bertugas untuk memfasilitasi mereka untuk mengembangkan pertanian.
"Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) khusus untuk mengurus masalah administrasi kependudukan eks Gafatar juga ikut dalam pembinaan ini," katanya.
Mantan Sekretaris DPRD Seruyan ini menambahkan, saat ini Pemkab juga sedang mempertimbangkan penempatan eks Gafatar ke lokasi yang tepat untuk mempermudah pengawasan.
"Lokasinya belum diputuskan, belum tentu mereka ditempatkan di lokasi yang ada sekarang," katanya.
Selain kewajiban pembinaan yang harus dilakukan pemerintah, eks Gafatar juga terikat oleh aturan yang harus ditaati, yakni tidak boleh melakukan penambahan orang kecuali karena kelahiran.
"Pembinaan ini juga sifatnya tidak memaksa, kalau mau dibina silakan, kalau tidak bersedia dan mereka mau keluar juga silakan, tapi resiko tanggung sendiri," katanya.
Eks anggota Gafatar dari Kalbar datang ke "Bumi Gawi Hatantiring" sejak 12 Januari 2016. Rombongan diketuai Endi yang membawa 10 kepala keluarga (KK), yang terdiri dari 26 laki-laki dan 22 perempuan.
Dari jumlah eks anggota Gafatar tersebut terdapat 22 anak-anak yang ikutserta bersama orang tuanya.
Pewarta : Fahrian Adriannoor
Editor : Zaenal A.
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Diusulkan pembangunan posko di kawasan eks Golden Sampit cegah peredaran narkoba
13 January 2026 16:46 WIB
Danielle eks NewJeans sukarela bagikan briket batubara hari putus kontrak
30 December 2025 18:04 WIB
Terpopuler - Seruyan
Lihat Juga
Kapolres Seruyan cari akar permasalahan pencurian sawit di perusahaan
30 January 2025 16:54 WIB, 2025
Kembali gelar reses, DPRD Seruyan serap aspirasi pembangunan di Sungai Perlu
23 January 2025 13:39 WIB, 2025