Jakarta (Antara Kalteng) - Dalam upaya mengembangkan usaha, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk akan tetap membuka peluang melakukan akuisisi demi mempertahankan dan mengembangkan luar areal tanamannya. Saat ini luas areal tertanam mencapai 70.940 hektare dan hingga akhir 2015 jumlah tandan buah segar yang diproses di pabrik mencapai 1,35 juta ton dan menghasilkan 3121.238 ton CPO.

"Perseroan akan terus menambah luas lahan perkebunan sawit dari saati ini yang mencapai 100.000 hektare dan cara yang ditempuh melakukan akuisisi," kata  Direktur UTama PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) Vallauthan Subraminam kepada pers usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan di Jakarta, Selasa.

Saat akuisisi harus memenuhi aspek yang baik dari sisi lingkungan, kualitas, perizinan, serta lokasi di Kalimantan Tengah.

Akhir 2015 perseroan telah mengakuisisi dua perusahaan sawit dengan nilai transaksi 50 juta dolar AS, yang keduanya berada di Kalimantan Tengah dan tidak jauh dari perkebunan milik perseroan selama ini.

Akuisisi juga dilakukan pada awal 2015 terhadap dua perusahaan sawit juga di Kalmantan Tengah senilai Rp1,54 triliun. Dengan dua akuisisi tersebut maka perseroan memiliki total lahan 100.000 hektare dengan luas areal tertanam mencapai 70.940 hektare.

RUPS

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk menyetujui perombakan direksi sebagai bagian dari upaya untuk penyegaran serta meningkatkan kinerja dan memperkuat fundamental bisnis perseroan.

"Sekalipun industri sawit alami kesulitan dengan adanya el nino pada tahun lalu dan masih berdampak pada tahun ini dan tahun depan, namun kami optimistis keuangan perseroan akan tetap membaik terlihat dengan indikator finansial yang alami kemajuan positif," kata Direktur UTama PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) Vallauthan Subraminam.

Dalam RUPSLB yang dihadiri seratusan pemegang saham menyetujui pergantian Rimbun Situmorang sebagai direktur utama dan diganti oleh Vallauthan Subraminan dan menetapkan  Ramzi Sastra sebagai direktur.

Dikatakan Vallauthan, manajemen baru perseroan optimistis akan mampu membawa perusahaan perkebunan yang lahan sawitnya berada di Kalimantan Tengah tersebut menjadi industri sawit yang berkembang baik.

Komisaris Independen Marzuki Usman mengatakan, pengangkatan direktur utama baru merupakan penyegaran dalam upaya menjawab tantangan industri sawit ke depan yang semakin berat, apalagi pemerintah menyatakan industri itu merupakan salah satu andalan ekonomi Indonesia.

"Ini tentunya menjadi tantangan besar bagi industri sawit di Indonesia, sehingga perusahaan perkebunan sawit di Indonesia harus bisa tumbuh lebih cepat," katanya.

Vallauthan mengatakan, laporan keuangan perseroan semester pertama 2016 menunjukkan perseroan mampu mengantongi laba bersih sebesar Rp194,8 miliar. "Sekalipun harga minyak sawit mentah pada 2015 kurang dan tapi mulai membaik pada kuartal kedua 2016, tapi belum bisa meningkatkan kinerja perseroan karena dipengaruhi pula oleh penurunan produksi yang tajam," katanya.

Pewarta : Achmad Wijaya
Editor :
Copyright © ANTARA 2024