Sampit (Antara Kalteng) - Sejumlah toko yang menjual pernik-pernik Imlek di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, ramai didatangi pembeli sehingga omzet meningkat.

"Pernik paling banyak dibeli adalah lampion dan angpao (amplop khas Imlek). Penjualan meningkat. Sehari bisa sampai Rp2 juta. Kalau hari biasa jauh di bawah itu," kata Gustiana seorang pedang pernik di Jalan HM Arsyad Sampit, Kamis.

Peningkatan penjualan pernak-pernik Imlek terjadi dalam sepekan ini. Pembeli tidak hanya warga Sampit, juga ada yang berasal dari kecamatan dan kabupaten tetangga.

Lazimnya di daerah lain, warga keturunan Tionghoa di Kotawaringin Timur juga antusias menyambut datangnya Imlek. Mereka menghias rumah dan tempat ibadah untuk menyambut tahun baru Imlek 2.568.

Peningkatan omzet ini rutin terjadi menjelang Imlek. Tidak terkecuali menjelang tahun baru yang tahun ini merupakan shio tahun Ayam Api.

Gustiana mengaku mendatangkan pernak-pernik Imlek dari Jakarta, Surabaya dan Pontianak. Penjualan menunjukkan peningkatan yang menggembirakan.

"Rezeki musiman setahun sekali saat Imlek. Lumayan juga karena suasana seperti ini membuat Imlek terasa makin meriah," katanya.

Sementara itu, suasana Imlek mulai terlihat di Sampit. Selain hiasan di rumah warga-warga keturunan Tionghoa, sejumlah pusat perbelanjaan dan mal juga menghiasi tempat mereka dengan pernak-pernik Imlek, seperti lampion dan lampu hias.