Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama Angkat Bicara Terkait Rohingya
Senin, 11 September 2017 15:19 WIB
Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama. (FOTO ANTARA/REUTERS/Fabian Bimmer)
Jakarta (Antara Kalteng) - Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, ikut angkat bicara soal krisis pengungsi Rohingya bahwa Sang Buddha pasti menolong muslim yang saat ini mengungsi menghindari konflik di Myanmar yang mayoritas penduduknya pemeluk Budha.
Ratusan ribu warga Rohingya tiba di Bangladesh beberapa pekan terakhir setelah kekerasan merebak di Myanmar di mana minoritas muslim yang tak diakui sebagai warga negara itu berpuluh-puluh tahun lamanya dianiaya.
Pemimpin tertinggi umat Budha itu adalah peraih Nobel Perdamaian terakhir yang mengecam kekerasan yang disebut organisasi HAM PBB telah merenggut 1.000 orang yang kebanyakan Rohingya.
'Mereka yang menganiaya muslim semestinya mengingat Budha," kata Dalai Lama kepada wartawan seperti dikutip AFP. "Budha pasti menolong warga muslim miskin itu (Rohingya)."
Penduduk Myanmar didominasi warga Budha dan ada kebencian yang meluas terhadap Rohingya yang tidak diakui kewarganegaraannya dan dilaveli imigran gelap dari Bengali.
Menurut Reuters, kaum nasionalis Budha pimpinan para penghasut telah melancarkan kampanye islamofobia yang menyerukan pengusiran Rohingya dari Myanmar.
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dikritik dari tokoh-tokoh terkemuka dunia karena menolak melakukan intervensi guna membantu Rohingya, termasuk oleh dua peraih Nobel yakni Malala Yousafzai dan Desmond Tutu.
Uskup Agung Desmond Tutu yang menjadi suara moral Afrika Selatan setelah menumbangkan rezim apartheid, pekan lalu mendesak Suu Kyi untuk berbicara.
"Seandainya harga politik Anda untuk naik ke kekuasaan di Myanmar adalah sikap bungkam Anda, maka harga itu sudah pasti terlalu tinggi," kata Tutu seperti dikutip Reuters.
Ratusan ribu warga Rohingya tiba di Bangladesh beberapa pekan terakhir setelah kekerasan merebak di Myanmar di mana minoritas muslim yang tak diakui sebagai warga negara itu berpuluh-puluh tahun lamanya dianiaya.
Pemimpin tertinggi umat Budha itu adalah peraih Nobel Perdamaian terakhir yang mengecam kekerasan yang disebut organisasi HAM PBB telah merenggut 1.000 orang yang kebanyakan Rohingya.
'Mereka yang menganiaya muslim semestinya mengingat Budha," kata Dalai Lama kepada wartawan seperti dikutip AFP. "Budha pasti menolong warga muslim miskin itu (Rohingya)."
Penduduk Myanmar didominasi warga Budha dan ada kebencian yang meluas terhadap Rohingya yang tidak diakui kewarganegaraannya dan dilaveli imigran gelap dari Bengali.
Menurut Reuters, kaum nasionalis Budha pimpinan para penghasut telah melancarkan kampanye islamofobia yang menyerukan pengusiran Rohingya dari Myanmar.
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dikritik dari tokoh-tokoh terkemuka dunia karena menolak melakukan intervensi guna membantu Rohingya, termasuk oleh dua peraih Nobel yakni Malala Yousafzai dan Desmond Tutu.
Uskup Agung Desmond Tutu yang menjadi suara moral Afrika Selatan setelah menumbangkan rezim apartheid, pekan lalu mendesak Suu Kyi untuk berbicara.
"Seandainya harga politik Anda untuk naik ke kekuasaan di Myanmar adalah sikap bungkam Anda, maka harga itu sudah pasti terlalu tinggi," kata Tutu seperti dikutip Reuters.
Pewarta :
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mahasiswa FK-FKG UMPR buka bersama di Dormy guna perkuat silaturahmi-spiritual
27 February 2026 13:33 WIB
Bupati Lamandau hadiri pengajian Miftahul Huda, tegaskan pentingnya penguatan nilai spiritual
18 February 2026 7:12 WIB
Gelar Safari Nyepi, Bupati Bartim tekankan pentingnya pembangunan spiritual
22 April 2025 17:09 WIB, 2025
Dinkes Kapuas tingkatkan pembangunan bidang agama bagi pegawai saat Ramadhan
08 March 2025 11:00 WIB, 2025
Pj Bupati Barsel: Isra Miraj momentum integrasikan nilai spiritual dalam kehidupan
21 January 2025 16:22 WIB, 2025
Seni hadrah diminati peserta program pembinaan spiritual di Lapas Sampit
10 December 2024 6:25 WIB, 2024
Tandak Intan Kaharingan ajang pembangunan mental spiritual di Kotim
15 November 2024 17:29 WIB, 2024
Ketua DPRD Murung Raya berharap MTQ jadi pendorong pembangunan spiritual beragama
01 November 2022 16:33 WIB, 2022
Bupati apresiasi peran organisasi keagamaan dalam pembangunan spiritual
30 April 2022 10:07 WIB, 2022