Ternyata Bentuk Wajah Panjang Dinilai Lebih Sehat, Benarkah?
Selasa, 12 Desember 2017 13:49 WIB
Ilustrasi
Jakarta (Antara Kalteng) - Ternyata bentuk wajah panjang dan ramping tak hanya menarik tetapi juga dihubungkan dengan tekanan darah dan persentase lemak tubuh yang baik, menurut sebuah penelitian dalam jurnal Frontiers in Psychology.
Dalam dua bagian studi, para peneliti menganalisis foto-foto dari 50 orang Tiongkok Malaysia, 50 orang Kaukasia dan 97 pria kulit hitam. Peneliti lalu mengambil foto para partisipan.
Foto diambil dengan posisi wajah menghadap kamera dan memasang ekspresi wajah netral.
Peneliti juga memeriksa Indeks massa tubuh (BMI), persentase lemak tubuh dan tekanan darah para partisipan.
Hasil pemeriksaan itu lalu mereka masukkan ke komputer untuk memprediksi aspek kesehatan fisiologis yang mendasarinya.
Selain itu, partisipan juga diminta menilai kesehatan orang yang terlihat dalam foto dinilai.
Pada bagian kedua studi, 26 orang Kaukasia diminta memanipulasi 60 foto demi menampilkan "wajah sesehat mungkin".
"Kami menemukan bahwa para partisipan mengubah wajah agar terlihat lebih rendah lemak, memiliki BMI yang lebih rendah, tekanan darah rendah, agar mereka terlihat lebih sehat," kata penulis studi dari Macquarie University di Sydney, Dr Ian Stephen.
Para peneliti berharap temuan ini dapat mengarah pada pengembangan alat yang mendiagnosis kondisi kesehatan berdasarkan wajah pasien. Demikian seperti dilansir Channel News Asia.
Dalam dua bagian studi, para peneliti menganalisis foto-foto dari 50 orang Tiongkok Malaysia, 50 orang Kaukasia dan 97 pria kulit hitam. Peneliti lalu mengambil foto para partisipan.
Foto diambil dengan posisi wajah menghadap kamera dan memasang ekspresi wajah netral.
Peneliti juga memeriksa Indeks massa tubuh (BMI), persentase lemak tubuh dan tekanan darah para partisipan.
Hasil pemeriksaan itu lalu mereka masukkan ke komputer untuk memprediksi aspek kesehatan fisiologis yang mendasarinya.
Selain itu, partisipan juga diminta menilai kesehatan orang yang terlihat dalam foto dinilai.
Pada bagian kedua studi, 26 orang Kaukasia diminta memanipulasi 60 foto demi menampilkan "wajah sesehat mungkin".
"Kami menemukan bahwa para partisipan mengubah wajah agar terlihat lebih rendah lemak, memiliki BMI yang lebih rendah, tekanan darah rendah, agar mereka terlihat lebih sehat," kata penulis studi dari Macquarie University di Sydney, Dr Ian Stephen.
Para peneliti berharap temuan ini dapat mengarah pada pengembangan alat yang mendiagnosis kondisi kesehatan berdasarkan wajah pasien. Demikian seperti dilansir Channel News Asia.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lamandau Exotic Borneo langkah strategis menuju pariwisata nasional hingga internasional
14 December 2025 6:03 WIB
Bahan ajar "Lauk Murik" hadirkan wajah baru pembelajaran IPAS untuk Guru 3T
18 November 2025 12:46 WIB
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Reza Rahadian ungkap ketertarikan perankan film bertema sosial dan kemanusiaan
07 May 2026 19:14 WIB