Pemkab Barut survei 50 lokasi bedah rumah di 6 kecamatan
Senin, 5 Maret 2018 19:27 WIB
Camat Gunung Timang Syahmiludin didampingi Kadis PRKPP Yaser Arapat, Kapolsek Gunung Timang, Kades dan BPD serta linmas ketika melakukan pengecekan langsung terhadap rumah yang akan dilakukan bedah rumah di Desa Kandui. (Istimewa)
Muara Teweh (Antaranews Kalteng) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, kini sedang melakukan survei pelaksanakan bedah rumah melalui program peningkatan kualitas rumah layak huni bagi warga tidak mampu di daerah ini.
"Saat ini survei bedah rumah dilakukan konsultan yang rencananya mulai dikerjakan pada bulan Mei 2018 yang merupakan usulan warga di sejumlah kecamatan untuk perbaikan rumah warga tergolong kurang mampu sebanyak 50 rumah," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Barito Utara, Yaser Arapat di Muara Teweh, Senin.
Menurut Yaser, bedah rumah ini melalui dana APBD kabupaten setempat dilakukan di enam dari sembilan kecamatan dengan dana perbaikan maksimum sebesar Rp20 juta per rumah yang nantinya dikerjakan pihak ketiga.
Rumah yang dilakukan perbaikan itu, antara lain di Kecamatan Lahei dan Gunung Timang masing-masing enam rumah, Kecamatan Lahei Barat, Montallat, Teweh Timur, dan Gunung Purei masing-masing 5 rumah.
"Masing-masing rumah warga itu saat ini sedang dilakukan survei tingkat kerusakan dan perbaikan dengan menyesuaikan dana yang tersedia," katanya.
Yaser mengatakan tahun ini pihaknya mengupayakan tambahan bedah rumah melalui dana APBN berupa bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR sebanyak 270 rumah tersebar di sembilan kecamatan.
Pihaknya kini sedang berkoordinasi dengan pejabat pembuat komitmen dari Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat terkait bantuan bedah rumah tersebut.
"Bantuan stimulan rumah warga miskin ini bahan bangunannya maksimal senilai Rp15 juta per rumah dikerjakan secara swadaya atau gotong royong oleh kelompok masyarakat penerima bantuan," kata Yaser.
"Saat ini survei bedah rumah dilakukan konsultan yang rencananya mulai dikerjakan pada bulan Mei 2018 yang merupakan usulan warga di sejumlah kecamatan untuk perbaikan rumah warga tergolong kurang mampu sebanyak 50 rumah," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Barito Utara, Yaser Arapat di Muara Teweh, Senin.
Menurut Yaser, bedah rumah ini melalui dana APBD kabupaten setempat dilakukan di enam dari sembilan kecamatan dengan dana perbaikan maksimum sebesar Rp20 juta per rumah yang nantinya dikerjakan pihak ketiga.
Rumah yang dilakukan perbaikan itu, antara lain di Kecamatan Lahei dan Gunung Timang masing-masing enam rumah, Kecamatan Lahei Barat, Montallat, Teweh Timur, dan Gunung Purei masing-masing 5 rumah.
"Masing-masing rumah warga itu saat ini sedang dilakukan survei tingkat kerusakan dan perbaikan dengan menyesuaikan dana yang tersedia," katanya.
Yaser mengatakan tahun ini pihaknya mengupayakan tambahan bedah rumah melalui dana APBN berupa bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR sebanyak 270 rumah tersebar di sembilan kecamatan.
Pihaknya kini sedang berkoordinasi dengan pejabat pembuat komitmen dari Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat terkait bantuan bedah rumah tersebut.
"Bantuan stimulan rumah warga miskin ini bahan bangunannya maksimal senilai Rp15 juta per rumah dikerjakan secara swadaya atau gotong royong oleh kelompok masyarakat penerima bantuan," kata Yaser.
Pewarta : Kasriadi
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Barut apresiasi murid SD ikuti pelestarian Bahasa Dayak Taboyan ke Jakarta
21 May 2026 16:31 WIB
Pemkab Barut prioritaskan pengendalian inflasi untuk stabilitas harga kebutuhan pokok
11 May 2026 16:33 WIB
Terpopuler - Barito Utara
Lihat Juga
Juara Umum FBIM 2026, Shalahuddin: Semangat Iya Mulik Bengkang Turan mengharumkan daerah
24 May 2026 19:39 WIB