
Pemkab Barut apresiasi murid SD ikuti pelestarian Bahasa Dayak Taboyan ke Jakarta

Muara Teweh (ANTARA) - Seorang murid SDN 1 Benangin V, Naura Agustina mewakili Kabupaten Barito Utara,Kalimantan Tengah mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Nasional (FTBIN) 2026 memperkenalkan bahasa lokal Dayak Taboyan ke tingkat nasional.
“Alhamdulillah, tahun ini Barito Utara mendapat kesempatan mengirimkan satu peserta untuk mengikuti FTBIN tahun 2026. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kita semua untuk terus melestarikan bahasa daerah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Barito Utara Muhammad Iman Topik di Muara Teweh, Kamis.
Naura Agustina dari SDN 1 Benangin V Kecamatan Teweh Timur akan membawa dan memperkenalkan bahasa lokal Dayak Taboyan di tingkat nasional, didampingi seorang guru Rika Deviliana.
Menurut Topik, atas prestasi ini pemerintah daerah mengapresiasi dan rasa bangga atas terpilihnya perwakilan Kabupaten Barito Utara dalam ajang nasional tersebut.
Kegiatan Tunas Bahasa Ibu Nasional menjadi momentum penting dalam menjaga eksistensi bahasa daerah di tengah perkembangan teknologi dan arus modernisasi.
“Bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi, tetapi identitas budaya dan warisan leluhur yang harus terus dijaga. Bahasa Banjar, Dayak Bakumpai, Taboyan, Maanyan dan bahasa daerah lainnya merupakan kekayaan budaya daerah kita,” ujarnya.
Ia juga berharap penggunaan bahasa daerah dapat terus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah maupun instansi pemerintah.
“Kalau bukan kita yang menjaga bahasa ibu, siapa lagi. Mudah-mudahan ke depan ada satu hari khusus penggunaan bahasa daerah di sekolah maupun perangkat daerah,” tambahnya.
Baca juga: 347 pelajar ikuti FLS3N tingkat Kabupaten Barito Utara 2026
Kepala Dinas Pendidikan juga menyampaikan terima kasih kepada guru pembina dan orang tua yang telah mendukung pembelajaran bahasa daerah kepada generasi muda.
“Peran guru dan orang tua sangat besar dalam menanamkan kecintaan anak-anak terhadap budaya dan bahasa daerah,” katanya.
Kepada peserta, Topik berpesan agar tampil percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik saat mengikuti kegiatan di Jakarta.
“Jangan takut dan jangan gugup. Tunjukkan bahwa anak Barito Utara mampu bersaing dan tampil membanggakan di tingkat nasional,” pesannya.
Baca juga: Teken pakta integritas, Bupati Shalahuddin larang pungutan SPMB
Secara terpisah, Bupati Barito Utara Shalahuddin juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi atas prestasi yang diraih peserta sehingga mampu membawa nama harum Barito Utara di tingkat nasional melalui pelestarian budaya lokal.
“Saya sangat mengapresiasi prestasi ini. Keikutsertaan dalam Tunas Bahasa Ibu Nasional menjadi bukti bahwa generasi muda Barito Utara memiliki kepedulian dalam melestarikan budaya dan bahasa lokal, khususnya bahasa Dayak Taboyan,” kata Shalahuddin.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya agar semakin mencintai budaya daerah dan terus mengembangkan kemampuan di berbagai bidang.
“Kita gunakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah dan kuasai bahasa asing sebagai bekal menghadapi masa depan,” demikian Shalahuddin.
Baca juga: Bupati Barito Utara dorong penetapan WPR untuk tertibkan PETI
Baca juga: Jelang Idul Adha, Bupati Shalahuddin buka Gepamor di Kandui
Baca juga: Bupati Barut apresiasi inovasi layanan komplementer pasien RSUD Muara Teweh
Pewarta : Kasriadi
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
