Warga Desa Panca Jaya tewas dimangsa buaya
Sabtu, 26 Mei 2018 1:18 WIB
Petugas Polsek Seruyan saat melakukan olah TKP di lokasi sekitar Sungai Jamatikal Desa Panca Jaya, Jumat (25/5). Ist
Kuala Pembuang (Antaranews Kalteng) - Taslim (68) warga Desa Panca Jaya, Kecamatan Seruyan Tengah, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, tewas dimangsa buaya saat sedang mencari ikan.
Kapolsek Seruyan Tengah Ipda Romadhoni di Kuala Pembuang, Jumat, mengatakan, jasad korban ditemukan sudah tidak utuh lagi atau hanya berupa potongan-potongan tubuh saja.
"Jasad korban kita temukan Jumat (25/5) sekitar pukul 09.00 WIB," katanya.
Ia menjelaskan, peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (22/5) sekitar pukul 16.00 WIB di Sungai Jamatikal, Kecamatan Seruyan Tengah.
Saat itu, Taslim yang sehari-hari bekerja sebagai petani pergi dari rumahnya seorang diri untuk mencari ikan dengan cara memasang jaring di Sungai Jamatikal yang merupakan anak Sungai Mangkahing.
"Sampai dengan pukul 17.30 WIB, korban tidak juga pulang. Akhirnya pihak keluarga meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian," katanya.
Petugas Polsek Seruyan saat melakukan olah TKP di lokasi sekitar Sungai Jamatikal Desa Panca Jaya, Jumat (25/5) Ist
Dalam pencarian tersebut, keluarga dan warga hanya menemukan baju, celana, tempat ikan dan parang korban yang berada di pinggir Sungai Jamatikal. Selain itu, juga ditemukan jaring yang dipasang korban di sungai dalam keadaan rusak dan tergulung tidak beraturan.
"Setelah menemukan barang-barang korban, warga terus melakukan pencarian tapi tidak berhasil. Sampai akhirnya melaporkan kejadian hilangnya korban ke Pos Pol Batu Agung Kecamatan Seruyan Tengah pada Rabu (23/5)," katanya.
Usai menerima laporan tersebut, Anggota Pos Pol Batu Agung dan Polsek Seruyan Tengah bersama warga melakukan pencarian korban di sepanjang Sungai Jamatikal akan tetapi korban tidak ditemukan.
Selanjutnya pada Jumat (25/5), warga akhirnya menemukan jasad korban tersangkut batang kayu dalam kondisi tidak sempurna sekitar satu kilometer dari lokasi ditemukannya barang-barang milik korban.
Kondisi mayat korban setelah ditemukan sangat mengenaskan dalam keadaan tidak sempurna yaitu kepala, kedua tangan, kedua kaki dan organ di dalam tubuh sudah hilang serta bagian tubuh sobek-sobek tidak beraturan.
"Berdasarkan hasil visum korban meninggal karena dimakan binatang dengan ciri-ciri luka robek-robek pada tubuh bekas gigitan binatang," katanya.
Menurutnya, berdasarkan keterangan pihak warga setempat di Sungai Jamatikal memang terdapat banyak buaya. Tidak jarang warga melihat buaya berjemur di sekitar Sungai Jamatikal.
"Jadi berdasarkan keterangan warga dan ciri tewasnya korban. Kemungkinan korban tewas karena dimangsa buaya yang banyan terdapat di Sungai Jamatikal," katanya.
Kapolsek Seruyan Tengah Ipda Romadhoni di Kuala Pembuang, Jumat, mengatakan, jasad korban ditemukan sudah tidak utuh lagi atau hanya berupa potongan-potongan tubuh saja.
"Jasad korban kita temukan Jumat (25/5) sekitar pukul 09.00 WIB," katanya.
Ia menjelaskan, peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa (22/5) sekitar pukul 16.00 WIB di Sungai Jamatikal, Kecamatan Seruyan Tengah.
Saat itu, Taslim yang sehari-hari bekerja sebagai petani pergi dari rumahnya seorang diri untuk mencari ikan dengan cara memasang jaring di Sungai Jamatikal yang merupakan anak Sungai Mangkahing.
"Sampai dengan pukul 17.30 WIB, korban tidak juga pulang. Akhirnya pihak keluarga meminta bantuan warga untuk melakukan pencarian," katanya.
Petugas Polsek Seruyan saat melakukan olah TKP di lokasi sekitar Sungai Jamatikal Desa Panca Jaya, Jumat (25/5) Ist
Dalam pencarian tersebut, keluarga dan warga hanya menemukan baju, celana, tempat ikan dan parang korban yang berada di pinggir Sungai Jamatikal. Selain itu, juga ditemukan jaring yang dipasang korban di sungai dalam keadaan rusak dan tergulung tidak beraturan.
"Setelah menemukan barang-barang korban, warga terus melakukan pencarian tapi tidak berhasil. Sampai akhirnya melaporkan kejadian hilangnya korban ke Pos Pol Batu Agung Kecamatan Seruyan Tengah pada Rabu (23/5)," katanya.
Usai menerima laporan tersebut, Anggota Pos Pol Batu Agung dan Polsek Seruyan Tengah bersama warga melakukan pencarian korban di sepanjang Sungai Jamatikal akan tetapi korban tidak ditemukan.
Selanjutnya pada Jumat (25/5), warga akhirnya menemukan jasad korban tersangkut batang kayu dalam kondisi tidak sempurna sekitar satu kilometer dari lokasi ditemukannya barang-barang milik korban.
Kondisi mayat korban setelah ditemukan sangat mengenaskan dalam keadaan tidak sempurna yaitu kepala, kedua tangan, kedua kaki dan organ di dalam tubuh sudah hilang serta bagian tubuh sobek-sobek tidak beraturan.
"Berdasarkan hasil visum korban meninggal karena dimakan binatang dengan ciri-ciri luka robek-robek pada tubuh bekas gigitan binatang," katanya.
Menurutnya, berdasarkan keterangan pihak warga setempat di Sungai Jamatikal memang terdapat banyak buaya. Tidak jarang warga melihat buaya berjemur di sekitar Sungai Jamatikal.
"Jadi berdasarkan keterangan warga dan ciri tewasnya korban. Kemungkinan korban tewas karena dimangsa buaya yang banyan terdapat di Sungai Jamatikal," katanya.
Pewarta : Fahrian Adriannoor
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Warga Pulpis temukan potongan kaki seorang nelayan diduga dimangsa buaya
13 February 2021 21:32 WIB, 2021
Nelayan ditemukan tewas, diduga dimangsa buaya hingga tersisa bagian dada hingga kepala
09 December 2019 20:32 WIB, 2019
Terpopuler - Seruyan
Lihat Juga
Komitmen membangun daerah, PT Indotruba Tengah serahkan bantuan melalui program CSR
08 April 2026 16:05 WIB
OJK-Pemkab Seruyan tingkatkan pemahaman pelaku UMKM tentang keuangan syariah
19 September 2025 7:32 WIB
Kapolres Seruyan cari akar permasalahan pencurian sawit di perusahaan
30 January 2025 16:54 WIB, 2025
Kembali gelar reses, DPRD Seruyan serap aspirasi pembangunan di Sungai Perlu
23 January 2025 13:39 WIB, 2025