Benarkah stroke mengincar kaum muda?
Selasa, 21 Agustus 2018 11:01 WIB
Illustration of ischemic stroke. (strokecenter.org) (Istimewa)
Bandarlampung (Antaranews Kalteng) - Kaum muda dan kalangan remaja diingatkan adanya kerentanan terserang penyakit jantung dan stroke yang mematikan.
"Prilaku konsumtif dan instan para remaja membuat penyebaran penyakit stroke ini tidak hanya diderita oleh mereka yang telah berusia lanjut, tapi juga kalangan generasi muda," kata dokter ahli saraf RS Imanuel Bandarlampung, dr Ruth Mariva SpS di Bandarlampung, Kamis, berkaitan dengan Hari Stroke Dunia (World Stroke Day) 29 Oktober ini.
Ruth menyebutkan, stroke tidak hanya menimpa kaum pria dan manusia berusia lanjut tapi juga bisa mengancam kaum muda dan para remaja.
Dia menyatakan, ancaman stroke bagi kaum muda setidaknya tampak dari kunjungan para penderita stroke yang berobat ke Klinik Saraf RS Imanuel Bandarlampung, yaitu pasien usia di bawah 40 tahun juga banyak selain pasien usia lanjut.
"Penyakit stroke tidak hanya menimpa kaum pria dan manusia berusia lanjut, tapi juga bisa menyerang kaum perempuan dan orang berusia muda," ujarnya lagi.
Ia menyampaikan, stroke itu biasanya terjadi secara mendadak atau tiba-tiba dengan gejala yang bervariasi, mulai dari bicara cadel, lemah sebelah tubuh atau seluruh badan, sampai tidak sadarkan diri.
Dia mengingatkan, saat ini kasus-kasus stroke itu semakin banyak menimpa kaum perempuan dan orang berusia muda.
Namun dia menegaskan, meskipun penyakit tersebut mematikan, namun masih bisa dicegah dengan menganut pola hidup sehat serta berobat secara teratur.
Ruth menjelaskan pula adanya faktor risiko terkena stroke yang tidak bisa dimodifikasi dan menjadi unsur bawaan berupa riwayat keluarga, umur, jenis kelamin dan ras.
Sedangkan, faktor risiko yang bisa diubah adalah masalah medis dan pola hidup, di antaranya, adalah gejala penyakit darah tinggi, kencing manis, penyakit jantung, kolesterol, asam urat, kegemukan, merokok, kurang berolahraga, narkoba dan kelainan darah, ujarnya lagi.
"Penderita serangan stroke yang menimbulkan kerusakan otak terjadi di sebelah kiri, akan mengakibatkan penderita mengalami kelumpuhan pada sebelah kanan, gangguan berbicara, lamban dan daya ingat merosot," kata dia.
Karena itu, ia menyarankan agar masyarakat dapat menghindari risiko terkena stroke seperti kurang berolahraga dan berperilaku hidup sehat.
"Prilaku konsumtif dan instan para remaja membuat penyebaran penyakit stroke ini tidak hanya diderita oleh mereka yang telah berusia lanjut, tapi juga kalangan generasi muda," kata dokter ahli saraf RS Imanuel Bandarlampung, dr Ruth Mariva SpS di Bandarlampung, Kamis, berkaitan dengan Hari Stroke Dunia (World Stroke Day) 29 Oktober ini.
Ruth menyebutkan, stroke tidak hanya menimpa kaum pria dan manusia berusia lanjut tapi juga bisa mengancam kaum muda dan para remaja.
Dia menyatakan, ancaman stroke bagi kaum muda setidaknya tampak dari kunjungan para penderita stroke yang berobat ke Klinik Saraf RS Imanuel Bandarlampung, yaitu pasien usia di bawah 40 tahun juga banyak selain pasien usia lanjut.
"Penyakit stroke tidak hanya menimpa kaum pria dan manusia berusia lanjut, tapi juga bisa menyerang kaum perempuan dan orang berusia muda," ujarnya lagi.
Ia menyampaikan, stroke itu biasanya terjadi secara mendadak atau tiba-tiba dengan gejala yang bervariasi, mulai dari bicara cadel, lemah sebelah tubuh atau seluruh badan, sampai tidak sadarkan diri.
Dia mengingatkan, saat ini kasus-kasus stroke itu semakin banyak menimpa kaum perempuan dan orang berusia muda.
Namun dia menegaskan, meskipun penyakit tersebut mematikan, namun masih bisa dicegah dengan menganut pola hidup sehat serta berobat secara teratur.
Ruth menjelaskan pula adanya faktor risiko terkena stroke yang tidak bisa dimodifikasi dan menjadi unsur bawaan berupa riwayat keluarga, umur, jenis kelamin dan ras.
Sedangkan, faktor risiko yang bisa diubah adalah masalah medis dan pola hidup, di antaranya, adalah gejala penyakit darah tinggi, kencing manis, penyakit jantung, kolesterol, asam urat, kegemukan, merokok, kurang berolahraga, narkoba dan kelainan darah, ujarnya lagi.
"Penderita serangan stroke yang menimbulkan kerusakan otak terjadi di sebelah kiri, akan mengakibatkan penderita mengalami kelumpuhan pada sebelah kanan, gangguan berbicara, lamban dan daya ingat merosot," kata dia.
Karena itu, ia menyarankan agar masyarakat dapat menghindari risiko terkena stroke seperti kurang berolahraga dan berperilaku hidup sehat.
Pewarta : Budisantoso B & Agus S
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemkomdigi perkuat literasi digital kaum perempuan pada peringatan Hari Kartini
22 April 2026 10:51 WIB
Legislator Kapuas ajak perempuan jadikan Hari Kartini momentum pengembangan diri
22 April 2026 7:45 WIB
Bupati Kobar: Semangat Kartini selalu memberikan inspirasi bagi kaum perempuan
16 April 2026 16:00 WIB
Pj Bupati Sukamara sebut kemah pramuka mampu bentuk karakter kaum muda yang handal
28 November 2024 15:34 WIB, 2024
Pemkab Gumas salurkan bantuan stimulan bagi lansia dan kaum disabilitas
25 October 2024 11:28 WIB, 2024
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Reza Rahadian ungkap ketertarikan perankan film bertema sosial dan kemanusiaan
07 May 2026 19:14 WIB