Karawang, Jabar (Antaranews Kalteng) - Tim evakuasi gabungan dari unsur TNI mengevakuasi potongan tubuh yang serupa punggung manusia, Selasa siang, dari perairan Tanjung, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang diduga menjadi titik jatuhnya pesawat Lion Air JT-610.

"Potongan tubuh ini sudah membusuk sedang terapung di sekitar perairan Tanjung Karawang sekitar 1,03 mil dari pesisir Pantai Tanjung Pakis," kata Kapten (Mar) Handoyo dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan ( Yonmarhanlan) III Jakarta di Karawang.

Potongan tubuh yang dibungkus dalam satu kantong jenazah itu ditemukan tim gabungan sekitar pukul 10.30 WIB atau sekitar tiga jam pencarian pada hari kedua.

Baca juga: Selain puing pesawat, potongan tubuh korban Lion Air ditemukan
Baca juga: Daftar nama 30 ASN korban pesawat Lion Air

Potongan tubuh itu merupakan yang perdana dievakuasi menuju Posko Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polda Jawa Barat di Pantai Tanjung Pakis, Kecamatan Pakis Jaya, Kabupaten Karawang yang dibuka sejak Senin (29/10).
    

Selama ini, sejumlah potongan tubuh jenazah yang diduga korban kecelakaan pesawat Lion Air berpenumpang 188 orang itu selalu dilarikan ke RS Polri via Tanjung Priok Jakarta.

Baca juga: Sebelum hilang kontak, pesawat Lion Air sempat meminta ini

"Kebetulan lokasi penemuannya lebih dekat ke Pantai Pakis, jadi kami mengantar langsung ke Tim DVI Jabar untuk dilakukan autopsi," kata Handoyo.

Handoyo bersama tim TNI dan Basarnas mengangkut jenazah yang terbungkus dalam kantong berwarna oranye dari perahu karet yang dipakai menyisir laut menuju Posko DVI Polda Jabar.

Potongan tubuh itu langsung diperiksa tim dari Kedokteran Polisi (Dokpol) Polda Jabar selama beberapa menit.

Selanjutnya, potongan tubuh itu dibawa oleh satu unit mobil ambulans menuju RS Polri Kramat Jati melalui jalur darat.

Baca juga: Guna evakuasi korban Lion Air, Karawang siapkan ini
Baca juga: Warganet jangan sebarkan berita hoax terkait kejadian Lion Air
Baca juga: Sembilan korban kecelakaan pesawat dikabarkan legislator Babel

Pewarta : Andi Firdaus
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024