Nyeri punggung berpengaruh dengan risiko kematian
Kamis, 3 Januari 2019 13:18 WIB
Ilustrasi (alodokter)
Jakarta (Antaranews Kalteng) - Nyeri punggung yang kronis berhubungan dengan adanya risiko kematian dini, menurut sebuah studi dari Boston Medical Center.
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of General Internal Medicine itu mengukur dampak nyeri punggung yang terus menerus muncul terhadap risiko kematian.
Peneliti, seperti dikutip dari Indian Express, Kamis, menemukan, kecacatan akibat sakit punggung membantu menjelaskan hubungan tersebut.
Untuk sampai pada temuan itu, sebanyak 8000 orang wanita berusia tua terlibat selama rata-rata 14 tahun. Faktor sosial-demografis dan kesehatan mereka dipertimbangkan untuk observasi.
Baca juga: Penanganan tepat saat alami nyeri otot dan sendi
Hasil studi menyimpulkan nyeri punggung persisten berisiko 24 persen lebih tinggi memunculkan risiko kematian dibandingkan dengan wanita tanpa nyeri punggung.
Studi ini juga menyatakan bahwa wanita melaporkan nyeri punggung lebih sering ketimbang pria. Hasil temuan juga mengarah pada kesimpulan bahwa sakit punggung adalah penyebab utama kecacatan di seluruh dunia.
"Studi ini memungkinkan untuk analisis prospektif nyeri punggung yang bertahan dari waktu ke waktu dan tingkat kecacatan, yang dapat membantu menjelaskan hubungan antara nyeri punggung dan kematian,” kata Eric Roseen, DC, MSc, seorang peneliti dari Boston Medical Center.
"Temuan kami menimbulkan pertanyaan apakah penatalaksanaan nyeri punggung yang lebih baik dapat mencegah kecacatan, meningkatkan kualitas hidup, dan pada akhirnya angka harapan hidup," sambung dia.
Baca juga: Kenali nyeri sakit pinggang pertanda batu ginjal
Baca juga: Posisi duduk yang harus dihindari penderita nyeri pinggang
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of General Internal Medicine itu mengukur dampak nyeri punggung yang terus menerus muncul terhadap risiko kematian.
Peneliti, seperti dikutip dari Indian Express, Kamis, menemukan, kecacatan akibat sakit punggung membantu menjelaskan hubungan tersebut.
Untuk sampai pada temuan itu, sebanyak 8000 orang wanita berusia tua terlibat selama rata-rata 14 tahun. Faktor sosial-demografis dan kesehatan mereka dipertimbangkan untuk observasi.
Baca juga: Penanganan tepat saat alami nyeri otot dan sendi
Hasil studi menyimpulkan nyeri punggung persisten berisiko 24 persen lebih tinggi memunculkan risiko kematian dibandingkan dengan wanita tanpa nyeri punggung.
Studi ini juga menyatakan bahwa wanita melaporkan nyeri punggung lebih sering ketimbang pria. Hasil temuan juga mengarah pada kesimpulan bahwa sakit punggung adalah penyebab utama kecacatan di seluruh dunia.
"Studi ini memungkinkan untuk analisis prospektif nyeri punggung yang bertahan dari waktu ke waktu dan tingkat kecacatan, yang dapat membantu menjelaskan hubungan antara nyeri punggung dan kematian,” kata Eric Roseen, DC, MSc, seorang peneliti dari Boston Medical Center.
"Temuan kami menimbulkan pertanyaan apakah penatalaksanaan nyeri punggung yang lebih baik dapat mencegah kecacatan, meningkatkan kualitas hidup, dan pada akhirnya angka harapan hidup," sambung dia.
Baca juga: Kenali nyeri sakit pinggang pertanda batu ginjal
Baca juga: Posisi duduk yang harus dihindari penderita nyeri pinggang
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ini hubungan lingkar pinggang penderita diabetes dan risiko kematian
09 December 2024 14:11 WIB, 2024
Berikut kegiatan sederhana sehari-hari yang dapat sebabkan nyeri panggul
20 August 2024 12:53 WIB, 2024
Nyeri pinggang tanda batu ginjal atau kanker ginjal sulit dibedakan
20 September 2023 12:26 WIB, 2023
Praveen/Melati terpaksa mundur babak semifinal Kejuaraan Asia akibat cedera pinggang
30 April 2022 15:08 WIB, 2022
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Pemerintah dorong promosi karya sineas Indonesia tembus pasar internasional
02 February 2026 0:21 WIB
Menteri Ekraf sebut The Jakarta Toys and Comics Fair sebagai etalase karya kreator
02 February 2026 0:07 WIB