Palangka Raya (Antaranews Kalteng) - Komisi VI DPR RI menyayangkan rendahnya kargo yang keluar jika dibandingkan kargo yang masuk melalui Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya Kalimantan Tengah.

Hal ini terungkap saat kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI ke Kalteng, sewaktu melakukan pertemuan dengan pemerintah provinsi serta PT Angkasa Pura II beserta jajaran.

"Tadi disampaikan pihak PT Angkasa Pura II capaian penumpang naik, kargo (muatan barang) datang naik tetapi kargo keluar tidak maksimal," kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Azam Azman Natawijana di Palangka Raya, Kamis.

Belum maksimalnya kargo yang keluar akibat tidak adanya komoditas andalan di Palangka Raya dan sekitarnya, sehingga hal ini perlu ditangani secara serius oleh pemerintah daerah setempat.

Jumlah kargo keluar harus seimbang dengan kargo masuk, agar pendapatan yang diterima daerah meningkat dan tidak kalah dengan daya beli atau konsumsi masyarakat selama ini.

Pemerintah daerah diharapkan mengevaluasi permasalahan ini dan mengembangkan komoditas andalan yang mampu mendorong peningkatan kargo keluar khususnya melalui Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.

Wakil Gubernur Kalteng Habib Said Ismail menjelaskan, pihaknya menyambut positif masukan dari Komisi VI DPR RI tersebut. Melalui instansi terkait, Pemprov Kalteng berupaya memacu pertumbuhan ekonomi di daerah.

"Kami terus bergerak untuk menjadikan bandara ini sebagai pintu gerbang kemajuan Kalteng, khususnya pertumbuhan ekonomi dengan membina serta membangun industri hilir," ucapnya kepada awak media.

Selain itu, ia mengharapkan melalui kunjungan wakil rakyat yang berdomisili di Jakarta tersebut, aspirasi daerah diakomodir khususnya penambahan slot jalur penerbangan ke daerah lainnya.

Saat ini Pemprov Kalteng secara serius mengembangkan sektor pariwisata, untuk itu diperlukan dukungan secara nyata melalui ketersediaan jalur penerbangan dari berbagai daerah langsung menuju Bandara Tjilik Riwut.

Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader : Admin 4
Copyright © ANTARA 2024