Benarkah stres tingkatkan risiko kena penyakit jantung?
Minggu, 21 April 2019 10:40 WIB
Ilustrasi (Shutterstock)
Jakarta (ANTARA) - Stres bisa meningkatkan risiko seseorang terutama mereka di bawah usia 50 tahun terkena penyakit jantung, menurut sebuah studi dalam jurnal BMJ.
Seperti dilansir dari Indian Express, Minggu, dalam studi itu, para peneliti mengevaluasi data 136.637 orang di Swedia yang terdiagnosis mengalami stres, gangguan stres pasca-trauma dan lainnya.
Peneliti lalu membandingkan data mereka dengan 171.314 saudara kandung yang tidak mengalami stres dan 1.366.370 orang dalam populasi umum, yang belum didiagnosis stres. Kesehatan para partisipan diteliti hingga 27 tahun.
Hasil studi memperlihatkan penderita stres 29 persen lebih mungkin mengalami penyakit kardiovaskular daripada saudara kandung yang tak menderita stres.
Mereka juga 37 persen lebih rentan menderita penyakit jantung daripada orang-orang pada populasi umum.
Pada tahun pertama setelah diagnosis, risikonya bahkan meningkat, yaitu 64 persen lebih tinggi dari saudara kandung dan 71 persen lebih tinggi dari populasi umum.
Hubungan antara stres dan penyakit kardiovaskular sangat kuat pada orang-orang yang berusia di bawah 50 tahun.
"Studi kami hanya melibatkan orang yang didiagnosis gangguan stres," kata Huan Song, penulis utama dan peneliti postdoctoral di University of Iceland.
"Orang-orang yang mengalami depresi dan kecemasan juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Faktanya, siapa pun yang terkena stres berada pada risiko lebih tinggi," ujar dia.
Seperti dilansir dari Indian Express, Minggu, dalam studi itu, para peneliti mengevaluasi data 136.637 orang di Swedia yang terdiagnosis mengalami stres, gangguan stres pasca-trauma dan lainnya.
Peneliti lalu membandingkan data mereka dengan 171.314 saudara kandung yang tidak mengalami stres dan 1.366.370 orang dalam populasi umum, yang belum didiagnosis stres. Kesehatan para partisipan diteliti hingga 27 tahun.
Hasil studi memperlihatkan penderita stres 29 persen lebih mungkin mengalami penyakit kardiovaskular daripada saudara kandung yang tak menderita stres.
Mereka juga 37 persen lebih rentan menderita penyakit jantung daripada orang-orang pada populasi umum.
Pada tahun pertama setelah diagnosis, risikonya bahkan meningkat, yaitu 64 persen lebih tinggi dari saudara kandung dan 71 persen lebih tinggi dari populasi umum.
Hubungan antara stres dan penyakit kardiovaskular sangat kuat pada orang-orang yang berusia di bawah 50 tahun.
"Studi kami hanya melibatkan orang yang didiagnosis gangguan stres," kata Huan Song, penulis utama dan peneliti postdoctoral di University of Iceland.
"Orang-orang yang mengalami depresi dan kecemasan juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Faktanya, siapa pun yang terkena stres berada pada risiko lebih tinggi," ujar dia.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Infeksi paru-paru perlu diwaspadai masyarakat melalui pengenalan empat penyakit utama
09 February 2026 13:21 WIB
DPRD Kotim soroti masalah penyakit masyarakat dan infrastruktur di Baamang
06 February 2026 17:04 WIB
Pekerja lapangan diminta waspadai risiko penyakit saat bertugas di musim hujan
15 January 2026 20:32 WIB
Akademisi: Pengendalian hama terpadu kunci tingkatkan produksi kelapa sawit
31 December 2025 16:42 WIB
Forum ilmiah kenalkan terapi presisi untuk penyakit saluran cerna dan hati
14 December 2025 16:35 WIB
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Menkomdigi tekankan budaya bersih sebagai landasan disiplin aparatur negara
13 February 2026 20:43 WIB