Ternyata Yakiniku bukan dari Jepang
Selasa, 30 April 2019 16:14 WIB
Karubi dan Harami set di Yakiniku Like di Grand Indonesia, Jakarta, Selasa (30/4/2019). (ANTARA News/ Nanien Yuniar)
Jakarta (ANTARA) - Siapa sangka makanan Yakiniku, daging panggang, bukan berasal dari Negeri Sakura? Padahal, yakiniku sudah identik dengan makanan olahan Jepang.
Perawakilan Pemasaran Restoran Yakiniku Like Yu Kato, pada pembukaan cabang di Grand Indonesia, Jakarta, Selasa, mengatakan makanan yakiniku berasal dari Negeri Ginseng Korea Selatan karena hidangan daging panggang itu seringkali dijumpai dalam masyarakat Korea pada zaman dahulu.
"Agama Shinto tidak membolehkan penganutnya makan hewan berkaki empat. Dan akhirnya, (hewan berkaki empat) itu boleh dimakan setelah (terjadi) restorasi Meiji," ujar Yu.
Sebelum restorasi Meiji pada 1866-1869, orang-orang di Negeri Sakura tidak terbiasa menyantap daging sapi atau babi yang jadi bahan utama yakiniku.
Di Jepang, salah satu daerah penghasil daging sapi lezat dan mewah adalah Kobe. Daging sapi di Kobe dijual mahal karena berkualitas tinggi.
Lantas, apa bedanya daging panggang ala Jepang dan Korea Selatan?
Daging panggang di Korea Selatan rata-rata sudah di-marinasi dengan bumbu sebelum dibakar. Karena dagingnya sudah gurih, tidak ada saus tambahan kecuali gochujang (pasta cabai).
Sementara daging yakiniku Jepang dibakar tanpa melewati proses marinasi, lalu daging yang matang dicocol ke saus agar lebih lezat saat disantap.
Asal muasal makanan yakini juga menjadi alasan pilihan menu kimchi, makanan khas Korea Selatan, di restoran Yakiniku Like. Kimchi menjadi santapan pendamping daging di restoran yang punya lima cabang di Tokyo, Jepang, itu.
Perawakilan Pemasaran Restoran Yakiniku Like Yu Kato, pada pembukaan cabang di Grand Indonesia, Jakarta, Selasa, mengatakan makanan yakiniku berasal dari Negeri Ginseng Korea Selatan karena hidangan daging panggang itu seringkali dijumpai dalam masyarakat Korea pada zaman dahulu.
"Agama Shinto tidak membolehkan penganutnya makan hewan berkaki empat. Dan akhirnya, (hewan berkaki empat) itu boleh dimakan setelah (terjadi) restorasi Meiji," ujar Yu.
Sebelum restorasi Meiji pada 1866-1869, orang-orang di Negeri Sakura tidak terbiasa menyantap daging sapi atau babi yang jadi bahan utama yakiniku.
Di Jepang, salah satu daerah penghasil daging sapi lezat dan mewah adalah Kobe. Daging sapi di Kobe dijual mahal karena berkualitas tinggi.
Lantas, apa bedanya daging panggang ala Jepang dan Korea Selatan?
Daging panggang di Korea Selatan rata-rata sudah di-marinasi dengan bumbu sebelum dibakar. Karena dagingnya sudah gurih, tidak ada saus tambahan kecuali gochujang (pasta cabai).
Sementara daging yakiniku Jepang dibakar tanpa melewati proses marinasi, lalu daging yang matang dicocol ke saus agar lebih lezat saat disantap.
Asal muasal makanan yakini juga menjadi alasan pilihan menu kimchi, makanan khas Korea Selatan, di restoran Yakiniku Like. Kimchi menjadi santapan pendamping daging di restoran yang punya lima cabang di Tokyo, Jepang, itu.
Pewarta : Nanien Yuniar
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Makanan berserat sebaiknya dikonsumsi pada waktu tertentu guna optimalkan pencernaan
05 April 2026 11:02 WIB
Yuk nikmati kuliner Korea ala NEO Palma Palangka Raya lewat '60 Seconds to Seoul'
24 March 2026 20:38 WIB
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Kemenpar dorong kunjungan wisatawan mancanegara ke Belitung lewat strategi promosi
14 May 2026 21:27 WIB