Logo Header Antaranews Kalteng

Pemkab Kotim intensifkan pengawasan produk dan harga bahan makanan

Rabu, 11 Maret 2026 05:34 WIB
Image Print
Wakil Bupati Kotim Irawati saat memimpin sidak pasar tradisional beberapa waktu lalu. ANTARA/Devita Maulina. 

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) setempat memperketat pemeriksaan kelayakan produk dan stabilitas harga bahan pokok jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

“Menjelang Idul Fitri 1447 H ini, kami dari DKUKMPP akan melakukan beberapa kegiatan lapangan yang bersifat preventif dan pengawasan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DKUKMPP Kotim Muslih di Sampit, Selasa.

Muslih menyampaikan, serangkaian agenda strategis telah disiapkan untuk mengawal momentum Lebaran tahun ini.

Fokus utama petugas adalah memastikan tidak ada barang berbahaya yang beredar di tengah meningkatnya daya beli masyarakat guna menjamin keamanan konsumen dan ketersediaan stok menjelang perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN).

Tahun ini, DKUKMPP mengambil inisiatif untuk melakukan pengawasan secara mandiri terhadap barang kadaluarsa dan rusak. Keputusan ini diambil lantaran adanya efisiensi anggaran dari pihak BBPOM Palangkaraya yang biasanya memimpin jalannya inspeksi.

“Untuk tahun sebelumnya kegiatan ini diinisiasi dari BBPOM Palangkaraya, namun informasi tahun ini BBPOM tidak melaksanakan karena efisiensi, sehingga kami akan melaksanakan secara mandiri,” bebernya.

Meski bergerak mandiri, DKUKMPP tetap mengedepankan sinergi dengan menggandeng Satpol PP, kepolisian dan Dinas Kesehatan. Tim gabungan ini akan menyisir ritel modern hingga pasar tradisional untuk menindak produk yang tidak layak konsumsi.

Baca juga: Legislator Kotim tegaskan perusahaan tidak boleh terlambat bayar THR karyawan

Selain keamanan pangan, pemerintah daerah memastikan bahwa pasokan sembako di Kotim dalam kondisi aman. Berdasarkan koordinasi dengan Perum Bulog, cadangan beras, gula dan minyak goreng dipastikan mencukupi kebutuhan warga hingga hari raya.

Data pantauan di Pasar Keramat menunjukkan harga beras SPHP stabil di angka Rp12.400–Rp12.600 per kilogram. Sementara itu, Minyakita di tingkat pedagang terpantau pada kisaran Rp15.500–Rp15.700 per liter, dengan selisih lebih murah di pasar penyeimbang.

“Untuk stok alhamdulillah aman. Beras, gula, dan minyak dari Bulog tersedia. Kami juga akan terus memantau harga daging dan telur di berbagai pasar kota hingga ke pelosok," tambahnya.

Sebagai langkah konkret menekan inflasi, DKUKMPP menggelar pasar penyeimbang di Jalan Ahmad Yani. Selain itu, kolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan mewujudkan pasar murah di eks Pasar Mentaya mulai 12 Maret mendatang.

Sektor energi pun tak luput dari pantauan; petugas akan melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah SPBU di jalur kabupaten maupun provinsi. Hal ini bertujuan untuk mencegah kecurangan serta memastikan distribusi bahan bakar selama arus mudik berjalan tanpa kendala.

“Kami juga akan mengawasi SPBU di dalam kota dan jalur utama bersama kawan-kawan Satpol PP untuk memastikan kelancaran distribusi BBM,” demikian Muslih.

Baca juga: Diskominfo Kotim dukung larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun

Baca juga: Bupati Kotim turun langsung sambut kembalinya Wings Air mengudara di Sampit

Baca juga: Pemkab Kotim dukung peremajaan berkelanjutan sawit rakyat



Pewarta :
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026