Suplemen vitamin yang harus diwaspadai pemilik kulit berminyak
Rabu, 15 Mei 2019 13:32 WIB
Ilustrasi (www.wikipedia.org)
Jakarta (ANTARA) - Sebagian orang memanfaatkan suplemen vitamin E untuk memperlambat kerusakan sel-sel tubuh, namun dokter menyarankan para pemilik tipe kulit berminyak berhati-hati mengonsumsinya.
"(Suplemen vitamin E) bagusnya untuk kulit kering dan untuk mereka yang menua," kata dokter spesialis kulit dari Bamed Healtcare, dr Adhimukti T. Sampurna, SpKK, FINSDV di Jakarta, Jumat (3/5).
Dia mengatakan pada mereka yang kulitnya berjerawat, vitamin E bisa meningkatkan jumlah jerawat terutama bila digunakan dalam dosis tinggi.
"Pada kulit yang jerawatan vitamin E kayak pupuk, kalau digunakan dalam dosis tinggi biasanya jerawatnya makin banyak," tutur Adhi.
Sementara itu, seperti dilansir WebMD, ahli kesehatan mengatakan vitamin E dalam bentuk suplemen hanya untuk mereka yang kekurangan jenis vitamin ini, misalnya karena masalah pencernaan.
Selain itu, suplemen vitamin E bisa berbahaya pada ibu hamil. Sebuah studi menemukan, perempuan yang mengonsumsi suplemen vitamin E selama delapan minggu pertama kehamilan, bisa meningkatkan risiko janinnya terkena kelainan jantung bawaan sekitar 1,7-9 kali lipat.
Ahli kesehatan juga mengingatkan, penggunaan jangka panjang vitamin E --lebih dari 10 tahun-- berhubungan dengan meningkatnya risiko terkena stroke.
"(Suplemen vitamin E) bagusnya untuk kulit kering dan untuk mereka yang menua," kata dokter spesialis kulit dari Bamed Healtcare, dr Adhimukti T. Sampurna, SpKK, FINSDV di Jakarta, Jumat (3/5).
Dia mengatakan pada mereka yang kulitnya berjerawat, vitamin E bisa meningkatkan jumlah jerawat terutama bila digunakan dalam dosis tinggi.
"Pada kulit yang jerawatan vitamin E kayak pupuk, kalau digunakan dalam dosis tinggi biasanya jerawatnya makin banyak," tutur Adhi.
Sementara itu, seperti dilansir WebMD, ahli kesehatan mengatakan vitamin E dalam bentuk suplemen hanya untuk mereka yang kekurangan jenis vitamin ini, misalnya karena masalah pencernaan.
Selain itu, suplemen vitamin E bisa berbahaya pada ibu hamil. Sebuah studi menemukan, perempuan yang mengonsumsi suplemen vitamin E selama delapan minggu pertama kehamilan, bisa meningkatkan risiko janinnya terkena kelainan jantung bawaan sekitar 1,7-9 kali lipat.
Ahli kesehatan juga mengingatkan, penggunaan jangka panjang vitamin E --lebih dari 10 tahun-- berhubungan dengan meningkatnya risiko terkena stroke.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Barut prioritaskan program berbasis kebutuhan riil di Musrenbang Lahei
04 February 2026 23:05 WIB
Ahli ingatkan defisiensi vitamin D pada anak akan berisiko jangka panjang
04 December 2025 14:09 WIB
Resiko berulang pada penderita serangan jantung dapat dikurangi dengan vitamin D3
12 November 2025 13:28 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Infeksi paru-paru perlu diwaspadai masyarakat melalui pengenalan empat penyakit utama
09 February 2026 13:21 WIB