Logo Header Antaranews Kalteng

Nikita Willy kenalkan edukasi puasa pada anak sejak usia dini

Minggu, 8 Februari 2026 18:37 WIB
Image Print
Nikita Willy ajak orang tua sadar kebutuhan vitamin dan mineral anak melalui kampanye Expert Boost (ANTARA/HO Tentang Anak)

Jakarta (ANTARA) - Menjelang bulan suci Ramadhan, aktris sekaligus ibu muda Nikita Willy mulai memperkenalkan makna puasa kepada anak-anaknya melalui pendekatan bertahap yang berkesadaran, tanpa paksaan, serta disesuaikan dengan kesiapan fisik dan emosional anak.

Nikita Willy, yang dikenal luas dengan pola asuh gentle parenting itu menyampaikan hal tersebut saat hadir dalam rangkaian acara Boostopia by Expert Boost, sebuah inisiatif edukatif berbasis experiential learning yang digagas Expert Boost by Tentang Anak untuk meningkatkan literasi nutrisi keluarga.

“Sekarang ini belum aku ajarin untuk berpuasa. Aku lebih memperkenalkan bahwa ini bulan Ramadhan, bulan suci, dan bagaimana kita sebagai muslim menjalankannya,” ujar Nikita yang merupakan ibu dari Issa Xander Djokosoetono (3) dan Nael Idrissa (1) itu.

Menurut istri dari Indra Priawan itu, pengenalan puasa dilakukan secara bertahap melalui contoh dalam rutinitas keluarga sehari-hari, agar anak dapat memahami nilai, makna, dan kebiasaan Ramadhan sesuai tahap tumbuh kembangnya. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari pola asuh sadar yang konsisten ia terapkan dalam mendampingi Issa dan Nael.

Selain pengenalan ibadah, Nikita juga menaruh perhatian besar pada aspek kesehatan dan nutrisi anak. Ia mengaku rutin berkonsultasi dengan dokter anak untuk memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi, terutama terkait asupan mikronutrien penting.

“Dokter anakku menyarankan suplementasi vitamin D karena penting untuk kesehatan mata dan tulang,” katanya.

Kesadaran tersebut semakin menguat setelah Nikita mengetahui fakta bahwa satu dari dua anak di Indonesia masih mengalami kekurangan mikronutrien penting. Kondisi ini mendorongnya untuk lebih cermat dalam membangun rutinitas nutrisi anak, terutama menjelang periode perubahan pola aktivitas seperti Ramadhan.

“Aku harus memastikan nutrisi anak aku itu cukup,” ujarnya.

Boostopia by Expert Boost turut menghadirkan sesi diskusi interaktif bertajuk “Pahami Strategi Optimalkan Nutrisi Anak, Bekal Peace of Mind Orang Tua!” yang membahas peran nutrisi dalam mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan anak secara menyeluruh. Dalam kesempatan tersebut, Nikita menilai edukasi nutrisi dan pola asuh berkesadaran dapat menjadi bagian dari gaya hidup keluarga, khususnya bagi orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

Dalam diskusi, Dokter anak dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH mengatakan mayoritas anak Indonesia mengalami kekurangan vitamin D yang berhubungan dengan penurunan imunitas dan pertumbuhan yang tidak optimal.

“Data di Indonesia menunjukkan satu dari dua anak kekurangan zat gizi penting, dan mayoritas mengalami kekurangan vitamin D yang berhubungan dengan penurunan imunitas dan pertumbuhan yang tidak optimal,” ujar dr. Mesty dalam acara Boostopia by Expert Boost.

Ia menjelaskan, kondisi hidden hunger masih sering luput dari perhatian orang tua karena anak tidak selalu menunjukkan tanda kekurangan gizi secara fisik. Banyak orang tua masih mengaitkan status gizi anak dengan berat badan, padahal kekurangan mikronutrien tidak selalu tercermin dari penampilan luar anak.

Dr. Mesty menambahkan, hidden hunger berisiko memengaruhi berbagai aspek perkembangan anak, mulai dari tingkat energi, kemampuan fokus, hingga daya tahan tubuh. Dalam jangka panjang, kekurangan mikronutrien juga dapat berdampak pada pertumbuhan yang tidak optimal serta perkembangan kognitif anak.

Ia juga menekankan bahwa dua tahun pertama kehidupan anak merupakan fase krusial yang sangat dipengaruhi oleh kecukupan nutrisi dan stimulasi. Kekurangan zat gizi penting pada periode tersebut dapat berdampak berkelanjutan terhadap kualitas kesehatan anak di masa depan.

Untuk mencegah kondisi tersebut, peningkatan literasi nutrisi keluarga dinilai menjadi langkah penting yang perlu diperkuat.

“Orang tua perlu dibekali pemahaman yang benar mengenai kebutuhan gizi anak, bukan hanya soal kenyang, tetapi juga kualitas nutrisinya,” katanya.



Pewarta :
Editor: Admin Portal
COPYRIGHT © ANTARA 2026