Begini cara mengendalikan hipertensi
Minggu, 1 September 2019 12:06 WIB
Ilustrasi hipertensi (Shutterstock)
Jakarta (ANTARA) - Mengelola hipertensi agar mencapai tekanan darah sesuai target bisa dimulai dengan menerapkan gaya hidup sehat, menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI), Dr Tunggul D.Situmorang,Sp.PD-KGH,FINASIM.
Selain itu, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, dia juga menyarankan pasien sebaiknya menjaga berat badan ideal dan mengurangi asupan garam.
"Kepatuhan pasien menjalani pengobatan, pengukuran tekanan darah secara benar dan berkala juga menjadi hal yang sangat penting dalam pengendalian hipertensi," kata Tunggul.
Sesuai dengan Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi 2019, pasien dengan tekanan darah ≥ 140 mmHg / ≥ 90 mmHg diperlukan inisiasi obat untuk menurunkan tekanan darah.
Pengendalian tekanan darah sesuai target dapat mencegah 35 - 40 persen kejadian stroke, 20 - 25 persen serangan jantung koroner dan 50 persen kejadian gagal jantung.
Fakta menunjukkan hipertensi umumnya tidak hanya sendiri, tapi selalu disertai adanya faktor risiko lain atau bersama-sama dengan penyakit lain, misalnya diabetes, kolesterol dan lain-lain.
Oleh karena itu, pengobatan hipertensi tidak hanya sekedar menurunkan tekanan darah, tetapi juga mengobati faktor risiko lainnya.
Selain itu, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, dia juga menyarankan pasien sebaiknya menjaga berat badan ideal dan mengurangi asupan garam.
"Kepatuhan pasien menjalani pengobatan, pengukuran tekanan darah secara benar dan berkala juga menjadi hal yang sangat penting dalam pengendalian hipertensi," kata Tunggul.
Sesuai dengan Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi 2019, pasien dengan tekanan darah ≥ 140 mmHg / ≥ 90 mmHg diperlukan inisiasi obat untuk menurunkan tekanan darah.
Pengendalian tekanan darah sesuai target dapat mencegah 35 - 40 persen kejadian stroke, 20 - 25 persen serangan jantung koroner dan 50 persen kejadian gagal jantung.
Fakta menunjukkan hipertensi umumnya tidak hanya sendiri, tapi selalu disertai adanya faktor risiko lain atau bersama-sama dengan penyakit lain, misalnya diabetes, kolesterol dan lain-lain.
Oleh karena itu, pengobatan hipertensi tidak hanya sekedar menurunkan tekanan darah, tetapi juga mengobati faktor risiko lainnya.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bencana di Sumatera menyisakan tekanan psikologis untuk penyintas bencana
10 December 2025 17:01 WIB
Perumdam Tirta Mentaya perbaiki pipa untuk kembalikan kapasitas tekanan air
15 October 2025 21:22 WIB