Siswa terpaksa kencing di semak karena sekolah tidak mempunyai toilet
Selasa, 3 September 2019 11:43 WIB
Anggota DPRD Kotawaringin Timur Paisal Darmasing (kiri) bersama Riskon Fabiansyah (kanan) saat kunjungan ke SDN 2 Luwuk Kama baru-baru ini. ANTARA/HO-DPRD Kotim
Sampit (ANTARA) - Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah Paisal Darmasing mendesak pemerintah kabupaten mendata secara rinci bangunan atau gedung SD dan SMP rusak dan belum memiliki sarana seperti toilet dan lainnya agar diperjuangkan pembangunannya.
"Informasi yang saya terima, masih banyak bangunan gedung sekolah, baik itu SD maupun SMP yang kondisinya rusak, bahkan tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar. Saya harap pemerintah kabupaten, dalam hal ini Dinas Pendidikan segera mendata sekolah yang rusak tersebut," katanya di Sampit, Selasa.
Sebagian besar bangunan gedung sekolah yang rusak tersebut berada di wilayah pelosok. Hal itu terjadi karena minimnya perhatian pemerintah kabupaten. Bahkan sejak selesai dibangun tidak ada upaya perbaikan atau perawatan.
Seperti kondisi sarana dan prasarana di SDN 2 Luwuk Kama Kecamatan Cempaga. Kondisi ruangan kelas sekolah tersebut rusak parah, bahkan plafon dan keramik lantai pecah berserakan.
Selain kondisi bangunan sekolah yang rusak, sekolah tersebut ternyata juga tidak memiliki tempat toilet untuk siswa maupun guru.
Karena tidak ada tersedia toilet, para siswa kesulitan ketika hendak buang air. Akhirnya, sebagian siswa buang air kecil ke semak-semak dekat sekolah.
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Dari hasil kunjungan kami ke sekolah itu melihat bangunannya sebagian rusak parah. Ruang kelas ada yang plafonnya sudah lapuk, selain itu juga keramik lantai sudah nyaris habis karena pecah dan pecahannya sebagian masih lengket di lantai," ucapnya.
Paisal dalam kunjungannya ke sekolah tersebut didampingi anggota DPRD lainnya, yakni Riskon Fabiansyah dari Fraksi Golkar, M Abadi dari Fraksi PKB dan SP Lumban Gaol dari Fraksi Partai Demokrat.
"Kami ingin pemerintah kabupaten memberikan perhatian serius terhadap sekolah yang rusak. Kami yakin sekolah rusak tidak hanya terjadi pada SDN 2 Luwuk Kama Kecamatan Cempaga saja, tentunya masih banyak lagi sekolah rusak lainnya," terangnya.
Baca juga: Sidak SPBU, DPRD Kotim berharap bisa mengurai sengkarut distribusi BBM
SDN 2 Luwuk Kama Kecamatan Cempaga merupakan salah satu contoh kecil sekolah yang rusak, dan dipastikan masih banyak lagi sekolah yang rusak lainnya di wilayah Kotawaringin Timur. Untuk itu Dinas Pendidikan setempat harus mendatanya.
Perbaikan sarana dan prasarana pendidikan diharapkan bisa dilakukan setiap tahun, sehingga nantinya sekolah yang rusak tersebut jumlahnya bisa berkurang.
Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan sangat penting karena menyangkut penyediaan dan pelayanan pendidikan terhadap masyarakat. Selain itu, untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah.
"Informasi yang saya terima, masih banyak bangunan gedung sekolah, baik itu SD maupun SMP yang kondisinya rusak, bahkan tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar. Saya harap pemerintah kabupaten, dalam hal ini Dinas Pendidikan segera mendata sekolah yang rusak tersebut," katanya di Sampit, Selasa.
Sebagian besar bangunan gedung sekolah yang rusak tersebut berada di wilayah pelosok. Hal itu terjadi karena minimnya perhatian pemerintah kabupaten. Bahkan sejak selesai dibangun tidak ada upaya perbaikan atau perawatan.
Seperti kondisi sarana dan prasarana di SDN 2 Luwuk Kama Kecamatan Cempaga. Kondisi ruangan kelas sekolah tersebut rusak parah, bahkan plafon dan keramik lantai pecah berserakan.
Selain kondisi bangunan sekolah yang rusak, sekolah tersebut ternyata juga tidak memiliki tempat toilet untuk siswa maupun guru.
Karena tidak ada tersedia toilet, para siswa kesulitan ketika hendak buang air. Akhirnya, sebagian siswa buang air kecil ke semak-semak dekat sekolah.
“Kondisinya sangat memprihatinkan. Dari hasil kunjungan kami ke sekolah itu melihat bangunannya sebagian rusak parah. Ruang kelas ada yang plafonnya sudah lapuk, selain itu juga keramik lantai sudah nyaris habis karena pecah dan pecahannya sebagian masih lengket di lantai," ucapnya.
Paisal dalam kunjungannya ke sekolah tersebut didampingi anggota DPRD lainnya, yakni Riskon Fabiansyah dari Fraksi Golkar, M Abadi dari Fraksi PKB dan SP Lumban Gaol dari Fraksi Partai Demokrat.
"Kami ingin pemerintah kabupaten memberikan perhatian serius terhadap sekolah yang rusak. Kami yakin sekolah rusak tidak hanya terjadi pada SDN 2 Luwuk Kama Kecamatan Cempaga saja, tentunya masih banyak lagi sekolah rusak lainnya," terangnya.
Baca juga: Sidak SPBU, DPRD Kotim berharap bisa mengurai sengkarut distribusi BBM
SDN 2 Luwuk Kama Kecamatan Cempaga merupakan salah satu contoh kecil sekolah yang rusak, dan dipastikan masih banyak lagi sekolah yang rusak lainnya di wilayah Kotawaringin Timur. Untuk itu Dinas Pendidikan setempat harus mendatanya.
Perbaikan sarana dan prasarana pendidikan diharapkan bisa dilakukan setiap tahun, sehingga nantinya sekolah yang rusak tersebut jumlahnya bisa berkurang.
Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan sangat penting karena menyangkut penyediaan dan pelayanan pendidikan terhadap masyarakat. Selain itu, untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah.
Pewarta : Untung Setiawan
Editor : Admin 2
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Murid SDN 9 Langkai terpaksa belajar di ruang perpustakaan usai kebakaran
25 July 2023 15:21 WIB, 2023
Raheem Sterling terpaksa tinggalkan timnas Inggris, ini penyebabnya
05 December 2022 12:44 WIB, 2022
Sulit didapat, nelayan di Kobar terpaksa beli solar seharga Rp15 ribu per liter
06 September 2022 18:53 WIB, 2022
Ginting terpaksa terhenti saat ladeni Axelsen di perempat final Kejuaraan Dunia 2022
26 August 2022 20:00 WIB, 2022
Ginting terpaksa menyerah dari Loh Kean Yew di laga pembuka Piala Thomas
08 May 2022 16:15 WIB, 2022
Praveen/Melati terpaksa mundur babak semifinal Kejuaraan Asia akibat cedera pinggang
30 April 2022 15:08 WIB, 2022
Terpopuler - Kotawaringin Timur
Lihat Juga
Pasangan calon haji asal Kotim diterbangkan ke Madinah setelah sempat tertunda
07 May 2026 15:36 WIB