Nadiem diharap bisa selesaikan masalah pengangguran lulusan SMK
Kamis, 24 Oktober 2019 14:39 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim mengambil buku saat berkunjung ke Perpustakaan Kemendikbud, Jakarta, Rabu (Indriani)
Jakarta (ANTARA) - Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Abdul Fikri Faqih berharap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim bisa menyelesaikan permasalahan angka pengangguran lulusan SMK yang tinggi di Indonesia.
"Aneh, lulusan SMK malah lebih banyak menganggur daripada lulusan SMA. Saya menduga hal ini karena daya serap lapangan kerja bagi lulusan SMK masih minim," kata Fikri melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis.
Fikri mengatakan salah satu tugas berat Nadiem yang diamanahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo adalah sektor pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya untuk menghadapi dunia kerja.
Presiden Jokowi juga meminta kemampuan dasar anak-anak Indonesia terus dibangun, mulai dari pendidikan usia dini dan pendidikan dasar, terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi, matematika, dan sains.
"Presiden tampaknya mengacu pada data Badan Pusat Statistik Agustus 2018 yang menunjukkan tingkat pengangguran terbuka Indonesia 6,99 juta orang atau 5,34 persen dari angkatan kerja sebanyak 131,01 juta jiwa," kata Fikri.
Menurut data, tersebut, lulusan SMK menganggur tercatat 11,24 persen, sedangkan lulusan SMA menganggur 7,95 persen. Fikri menilai pemerintah menyadari ada target yang meleset dalam program lima tahun sebelumnya, terutama terkait revitalisasi SMK.
Fikri mengatakan jumlah lulusan SMK digenjot selama lima tahun terakhir tetapi tidak ada yang menyerap karena tidak ada hubungan dan kesesuaian antara kebutuhan industri dengan jurusan yang tersedia.
"Hal itu menjadi tantangan Mas Nadiem sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru. Direktorat SMK harus memiliki data jumlah kebutuhan industri, kemudian menentukan jurusan yang akan dibuka sesuai dengan kebutuhan industri," tuturnya.
Selain masalah lulusan SMK yang menganggur, Fikri juga berharap Nadiem bisa mengatasi berbagai permasalahan lain yang masih dihadapi oleh dunia pendidikan Indonesia.
"Ini bukan sekedar kursi menteri yang akan diduduki Mas Nadiem, melainkan juga meja dengan setumpuk pekerjaan rumah di depan," ujarnya.
"Aneh, lulusan SMK malah lebih banyak menganggur daripada lulusan SMA. Saya menduga hal ini karena daya serap lapangan kerja bagi lulusan SMK masih minim," kata Fikri melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis.
Fikri mengatakan salah satu tugas berat Nadiem yang diamanahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo adalah sektor pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya untuk menghadapi dunia kerja.
Presiden Jokowi juga meminta kemampuan dasar anak-anak Indonesia terus dibangun, mulai dari pendidikan usia dini dan pendidikan dasar, terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi, matematika, dan sains.
"Presiden tampaknya mengacu pada data Badan Pusat Statistik Agustus 2018 yang menunjukkan tingkat pengangguran terbuka Indonesia 6,99 juta orang atau 5,34 persen dari angkatan kerja sebanyak 131,01 juta jiwa," kata Fikri.
Menurut data, tersebut, lulusan SMK menganggur tercatat 11,24 persen, sedangkan lulusan SMA menganggur 7,95 persen. Fikri menilai pemerintah menyadari ada target yang meleset dalam program lima tahun sebelumnya, terutama terkait revitalisasi SMK.
Fikri mengatakan jumlah lulusan SMK digenjot selama lima tahun terakhir tetapi tidak ada yang menyerap karena tidak ada hubungan dan kesesuaian antara kebutuhan industri dengan jurusan yang tersedia.
"Hal itu menjadi tantangan Mas Nadiem sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru. Direktorat SMK harus memiliki data jumlah kebutuhan industri, kemudian menentukan jurusan yang akan dibuka sesuai dengan kebutuhan industri," tuturnya.
Selain masalah lulusan SMK yang menganggur, Fikri juga berharap Nadiem bisa mengatasi berbagai permasalahan lain yang masih dihadapi oleh dunia pendidikan Indonesia.
"Ini bukan sekedar kursi menteri yang akan diduduki Mas Nadiem, melainkan juga meja dengan setumpuk pekerjaan rumah di depan," ujarnya.
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Nadiem Anwar: Pembelajaran tatap muka terbatas bisa dimulai dari sekarang
30 March 2021 18:29 WIB, 2021
Sekolah wajib memberikan opsi layanan PTM terbatas, kata Nadiem Makarim
18 March 2021 19:00 WIB, 2021
Mendikbud sebut tiga dosa besar pendidikan pengaruhi perkembangan siswi
08 March 2021 15:03 WIB, 2021
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB