Lalu lintas data internet melonjak sejak belajar dan kerja dari rumah
Rabu, 18 Maret 2020 19:19 WIB
Lalu lintas data internet melonjak sejak kerja dari rumah
Jakarta (ANTARA) - Sejak pemerintah mengimbau masyarakat untuk belajar dan bekerja dari rumah, operator seluler mencatat kenaikan lalu lintas data internet.
Bekerja dari rumah, atau populer dengan sebutan working from home (WFH) di media sosial dan percakapan sehari-hari akhir ini, membuat pekerja butuh terus tersambung ke internet agar bisa menyelesaikan tugas harian mereka.
Telkomsel, operator seluler terbesar di Indonesia, mengalami kenaikan lalu lintas (traffic) penggunaan data internet sebanyak 5 persen sejak kebijakan bekerja dari rumah.
"Traffic komunikasi pelanggan Telkomsel mengalami lonjakan, terutama untuk layanan data meningkat hingga 5 persen dibandingkan hari normal," kata General Manager External Corporate Communication Telkomsel, Aldin Hasyim, saat dihubungi Antara, Rabu.
Layanan lainnya, berupa SMS dan panggilan suara konvensional, tetap sama seperti hari-hari biasanya.
XL Axiata mencatat kenaikan lalu lintas data yang lebih besar dibandingkan Telkomsel, data per 17 Maret menunjukkan kenaikan sekitar 15 persen dibandingkan hari-hari biasa.
"Jam sibuk selama pukul 10.00-12.00," kata Head of External Communication XL Axiata, Henry Wijayanto.
Peningkatan yang signifikan juga dirasakan Smartfren, mereka mencatat kenaikan layanan data 10-15 persen dari Februari ke Maret.
"Akses layanan data memang sudah meningkat sekitar 10 persen sampai 15 persen dari bulan Februari ke Maret, namun kondisi jaringan masih normal. Kapasitas jaringan Smartfren memadai jika ada lonjakan penggunaan data, karena kita telah mempersiapkan jaringan terkait adanya potensi peningkatan pemakaian layanan data di sejumlah wilayah akibat masyarakat yang mulai bekerja dan belajar di rumah," kata Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys, dalam keterangan resmi.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ahmad M. Ramli, menyatakan terdapat pergeseran traffic layanan internet pada siang hari, yang biasanya di perkantoran atau pusat kota ke wilayah perumahan.
"Dalam rangka memastikan kualitas layanan yang baik, Tim Ditjen PPI akan terus melakukan pengukuran kualitas layanan di wilayah-wilayah pemukiman sekitar Jabodetabek," kata Ramli.
Kominfo mencatat ada kenaikan rata-rata 10 persen dari kondisi normal di area pemukiman sejak imbauan bekerja dan belajar dari rumah.
Menurut Kominfo, operator seluler akan menambah kapasitas menara BTS sampai mengerahkan BTS mobile jika terus terjadi lonjakan lalu lintas internet.
Bekerja dari rumah, atau populer dengan sebutan working from home (WFH) di media sosial dan percakapan sehari-hari akhir ini, membuat pekerja butuh terus tersambung ke internet agar bisa menyelesaikan tugas harian mereka.
Telkomsel, operator seluler terbesar di Indonesia, mengalami kenaikan lalu lintas (traffic) penggunaan data internet sebanyak 5 persen sejak kebijakan bekerja dari rumah.
"Traffic komunikasi pelanggan Telkomsel mengalami lonjakan, terutama untuk layanan data meningkat hingga 5 persen dibandingkan hari normal," kata General Manager External Corporate Communication Telkomsel, Aldin Hasyim, saat dihubungi Antara, Rabu.
Layanan lainnya, berupa SMS dan panggilan suara konvensional, tetap sama seperti hari-hari biasanya.
XL Axiata mencatat kenaikan lalu lintas data yang lebih besar dibandingkan Telkomsel, data per 17 Maret menunjukkan kenaikan sekitar 15 persen dibandingkan hari-hari biasa.
"Jam sibuk selama pukul 10.00-12.00," kata Head of External Communication XL Axiata, Henry Wijayanto.
Peningkatan yang signifikan juga dirasakan Smartfren, mereka mencatat kenaikan layanan data 10-15 persen dari Februari ke Maret.
"Akses layanan data memang sudah meningkat sekitar 10 persen sampai 15 persen dari bulan Februari ke Maret, namun kondisi jaringan masih normal. Kapasitas jaringan Smartfren memadai jika ada lonjakan penggunaan data, karena kita telah mempersiapkan jaringan terkait adanya potensi peningkatan pemakaian layanan data di sejumlah wilayah akibat masyarakat yang mulai bekerja dan belajar di rumah," kata Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys, dalam keterangan resmi.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ahmad M. Ramli, menyatakan terdapat pergeseran traffic layanan internet pada siang hari, yang biasanya di perkantoran atau pusat kota ke wilayah perumahan.
"Dalam rangka memastikan kualitas layanan yang baik, Tim Ditjen PPI akan terus melakukan pengukuran kualitas layanan di wilayah-wilayah pemukiman sekitar Jabodetabek," kata Ramli.
Kominfo mencatat ada kenaikan rata-rata 10 persen dari kondisi normal di area pemukiman sejak imbauan bekerja dan belajar dari rumah.
Menurut Kominfo, operator seluler akan menambah kapasitas menara BTS sampai mengerahkan BTS mobile jika terus terjadi lonjakan lalu lintas internet.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemenuhan akses internet daerah terpencil di Pulang Pisau terkendala status kawasan
02 April 2026 11:36 WIB
Presiden Prabowo minta distribusi BBM dan layanan internet terjaga selama Lebaran
13 March 2026 20:51 WIB
Masyarakat Bukit Santuai keluhkan sangat terbatasnya jangkauan jaringan telekomunikasi
05 March 2026 18:53 WIB
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Oppo uji coba sensor kamera depan 100 MP berbentuk persegi untuk ponsel terbaru
09 May 2026 0:29 WIB