Ribuan alamat email dan password pengguna Zoom dijual di komunitas peretas Dark Web
Rabu, 15 April 2020 14:42 WIB
Seorang murid mengikuti pelajaran, bersama murid-murid lainnya secara daring, dengan menggunakan Zoom APP di rumah di El Masnou, Barcelona utara, Spanyol, (2/4/2020), selama wabah virus corona (COVID-19). ANTARA/REUTERS/Albert Gea/tm/am.
Jakarta (ANTARA) - Satu lagi bukti kuat bahwa Zoom tidak aman, di mana ribuan alamat email dan password pengguna Zoom kini dijual di komunitas peretas Dark Web.
Informasi akun pribadi termasuk alamat email, kata sandi dan alamat web untuk rapat Zoom diunggah secara bebas dan dijual untuk uang, demikian mengutip laporan NBC News, Rabu.
Satu set data untuk dijual di pasar web gelap, ditemukan oleh perusahaan keamanan independen dan diverifikasi oleh NBC News, mencakup sekitar 530.000 akun.
Akun tersebut pertama kali dilaporkan oleh situs web berita teknologi BleepingComputer.
Zoom menolak untuk membagikan secara spesifik tentang bagaimana informasi itu bisa bocor, tetapi banyak alamat email yang tercantum telah menjadi bagian dari pelanggaran data sebelumnya, yang sering dijual dan dikemas ulang di forum peretas.
"Zoom menganggap serius keamanan pengguna," kata juru bicara Zoom dalam email. "Kami terus menyelidiki, mengunci akun yang kami temukan telah dikompromikan, meminta pengguna untuk mengubah kata sandi mereka menjadi sesuatu yang lebih aman, dan sedang melihat penerapan teknologi tambahan solusi untuk meningkatkan upaya kami." Google larang penggunaan Zoom di laptop karyawan tapi di HP boleh
Menggunakan data yang diunggah itu, seseorang dapat mengakses ruang rapat pribadi seseorang dan mempublikasikannya. Mereka dapat mengundang orang lain untuk bergabung sambil menyamar sebagai tuan rumah.
Itu membuka pintu bagi peretas yang mengeksploitasi kontak pengguna, seperti dengan mengirimkan malware melalui undangan Zoom atau membuat skenario untuk memerasnya.
Satu forum peretas membahas penggunaan alat yang disebut OpenBullet--yang memungkinkan pengguna mengakses set besar nama pengguna dan kata sandi yang ada untuk mencoba masuk ke situs yang berbeda--berhasil di Zoom.
Beberapa pihak sebelumnya telah mengingatkan soal lemahnya keamanan aplikasi konferensi video yang populer sejak banyak orang di dunia kerja dari rumah karena pandemik corona.
Pemilik Tesla dan SpaceX Elon Musk dan Google bahkan melarang penggunaan Zoom untuk rapat internal perusahaan.
Aplikasi Zoom juga sangat populer di Indonesia, digunakan untuk rapat-rapat virtual perusahaan, bahkan pengajaran jarak jauh untuk sekolah, universitas, dan pendidikan Al-quran.
Penerjemah: Suryanto
Informasi akun pribadi termasuk alamat email, kata sandi dan alamat web untuk rapat Zoom diunggah secara bebas dan dijual untuk uang, demikian mengutip laporan NBC News, Rabu.
Satu set data untuk dijual di pasar web gelap, ditemukan oleh perusahaan keamanan independen dan diverifikasi oleh NBC News, mencakup sekitar 530.000 akun.
Akun tersebut pertama kali dilaporkan oleh situs web berita teknologi BleepingComputer.
Zoom menolak untuk membagikan secara spesifik tentang bagaimana informasi itu bisa bocor, tetapi banyak alamat email yang tercantum telah menjadi bagian dari pelanggaran data sebelumnya, yang sering dijual dan dikemas ulang di forum peretas.
"Zoom menganggap serius keamanan pengguna," kata juru bicara Zoom dalam email. "Kami terus menyelidiki, mengunci akun yang kami temukan telah dikompromikan, meminta pengguna untuk mengubah kata sandi mereka menjadi sesuatu yang lebih aman, dan sedang melihat penerapan teknologi tambahan solusi untuk meningkatkan upaya kami." Google larang penggunaan Zoom di laptop karyawan tapi di HP boleh
Menggunakan data yang diunggah itu, seseorang dapat mengakses ruang rapat pribadi seseorang dan mempublikasikannya. Mereka dapat mengundang orang lain untuk bergabung sambil menyamar sebagai tuan rumah.
Itu membuka pintu bagi peretas yang mengeksploitasi kontak pengguna, seperti dengan mengirimkan malware melalui undangan Zoom atau membuat skenario untuk memerasnya.
Satu forum peretas membahas penggunaan alat yang disebut OpenBullet--yang memungkinkan pengguna mengakses set besar nama pengguna dan kata sandi yang ada untuk mencoba masuk ke situs yang berbeda--berhasil di Zoom.
Beberapa pihak sebelumnya telah mengingatkan soal lemahnya keamanan aplikasi konferensi video yang populer sejak banyak orang di dunia kerja dari rumah karena pandemik corona.
Pemilik Tesla dan SpaceX Elon Musk dan Google bahkan melarang penggunaan Zoom untuk rapat internal perusahaan.
Aplikasi Zoom juga sangat populer di Indonesia, digunakan untuk rapat-rapat virtual perusahaan, bahkan pengajaran jarak jauh untuk sekolah, universitas, dan pendidikan Al-quran.
Penerjemah: Suryanto
Pewarta : -
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
LLDIKTI Wilayah XI Kalimantan visitasi lapangan Akademi Komunitas Muhammadiyah UMPR
08 April 2026 17:33 WIB
Kementerian PPN puji Program D1 Vokasi inisiasi Gubernur Kalteng cegah ketidakcocokan tenaga kerja
05 March 2026 19:39 WIB
Hitam Putih Borneo konsisten kembangkan literasi fotografi di Palangka Raya
06 February 2026 13:57 WIB
Program Posyandu berbasis komunitas Alfamart jangkau 30 ribu anak sepanjang 2025
29 January 2026 15:08 WIB
Yamaha Synergy Ride Palangka Raya usung konsep berkendara aman hingga penuh hiburan
26 January 2026 8:14 WIB
Diskominfo Kotim optimalkan KIM untuk penguatan informasi positif masyarakat
27 November 2025 15:44 WIB