KCNA sebut Korea Utara tak berminat duduk bersama Amerika Serikat
Selasa, 7 Juli 2020 10:39 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in sesaat setelah pertemuan di zona demiliterisasi yang memisahkan dua Korea, di Panmunjom, Korea Selatan, Minggu (30/6/2019). (ANTARA/REUTERS/Kevin Lamarque/aa.)
Seoul (ANTARA) - Korea Utara tidak punya niat duduk bersama Amerika Serikat untuk membahas penghentian program nuklir, kata seorang diplomat senior, Selasa.
Korut juga mendesak Korea Selatan untuk "berhenti ikut campur" urusan dalam negeri Korea Utara.
Pernyataan itu disampaikan diplomat tersebut jelang kedatangan utusan Pemerintah AS ke Seoul, Korsel, demi membahas perundingan nuklir yang tertunda dengan Pemerintah Korut.
Direktur Jenderal Hubungan dengan AS Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Kwon Jong Gun menuduh Korsel salah menerjemahkan pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son Hui. Ia menepis "desas-desus" mengenai rencana pertemuan Pimpinan Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump.
Choe pada Sabtu (4/7) mengatakan Korut tidak lagi membutuhkan pertemuan baru antara negaranya dengan AS.
Baca juga: Korea Utara: Sikap terhadap Korea Selatan harus diubah layaknya musuh
Pernyataan itu disampaikan Choe beberapa hari setelah Presiden Korsel Moon Jae-in, yang menawarkan diri jadi penghubung Kim dan Trump, mengusulkan agar dua kepala negara itu kembali bertemu sebelum pemilihan presiden AS pada November 2020.
"Ini waktunya bagi dia (Korsel) berhenti ikut campur urusan negara lain, tetapi tampaknya kebiasaan buruk itu sulit diobati," kata Kwon sebagaimana dikutip oleh kantor berita resmi Korea Utara, KCNA.
"Sekali lagi terus terang, kami tidak punya niat untuk duduk tatap muka bersama Amerika Serikat," kata dia.
Kim dan Trump bertemu untuk pertama kalinya di Singapura pada 2018. Pertemuan itu membawa harapan Pyongyang akan menghentikan program pengembangan nuklirnya lewat perundingan. Namun, negosiasi mulai terhambat setelah adanya beberapa pertemuan teknis dan pertemuan AS-Korut kedua di Vietnam pada 2019.
Baca juga: Media Korut tutup mulut terkait keberadaan Kim Jong Un
Wakil Menteri Luar Negeri AS, Stephen Biegun, yang memimpin perundingan dengan Korut akan tiba di Seoul pada Selasa. Ia datang ke Seoul untuk menemui sejumlah pejabat Korea Selatan dan membahas cara menghidupkan kembali negosiasi dengan Korea Utara.
Biegun pada minggu lalu mengatakan saatnya bagi dua pihak untuk kembali berunding dan "membuat kemajuan yang substansial", tetapi pandemi COVID-19 dapat membuat rencana bertemu tatap muka sebelum pemilihan presiden AS pada 3 November sulit terwujud.
Korea Utara pada bulan lalu meledakkan kantor penghubung di perbatasan sehingga meningkatkan ketegangan dengan Korea Selatan. Bagian bangunan yang diledakkan berada di bagian Korut.
Bangunan itu diledakkan sebelum Korut tiba-tiba menunda aksi militernya yang lain.
Sumber: Reuters
Baca juga: Trump tak berkomentar atas kemunculan kembali Kim Jong Un
Baca juga: Kim Jong Un muncul hadiri peresmian pembangunan pabrik pupuk
Baca juga: Trump ragukan Kim Jong Un penuhi janjinya terkait denuklirisasi
Korut juga mendesak Korea Selatan untuk "berhenti ikut campur" urusan dalam negeri Korea Utara.
Pernyataan itu disampaikan diplomat tersebut jelang kedatangan utusan Pemerintah AS ke Seoul, Korsel, demi membahas perundingan nuklir yang tertunda dengan Pemerintah Korut.
Direktur Jenderal Hubungan dengan AS Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Kwon Jong Gun menuduh Korsel salah menerjemahkan pernyataan Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son Hui. Ia menepis "desas-desus" mengenai rencana pertemuan Pimpinan Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump.
Choe pada Sabtu (4/7) mengatakan Korut tidak lagi membutuhkan pertemuan baru antara negaranya dengan AS.
Baca juga: Korea Utara: Sikap terhadap Korea Selatan harus diubah layaknya musuh
Pernyataan itu disampaikan Choe beberapa hari setelah Presiden Korsel Moon Jae-in, yang menawarkan diri jadi penghubung Kim dan Trump, mengusulkan agar dua kepala negara itu kembali bertemu sebelum pemilihan presiden AS pada November 2020.
"Ini waktunya bagi dia (Korsel) berhenti ikut campur urusan negara lain, tetapi tampaknya kebiasaan buruk itu sulit diobati," kata Kwon sebagaimana dikutip oleh kantor berita resmi Korea Utara, KCNA.
"Sekali lagi terus terang, kami tidak punya niat untuk duduk tatap muka bersama Amerika Serikat," kata dia.
Kim dan Trump bertemu untuk pertama kalinya di Singapura pada 2018. Pertemuan itu membawa harapan Pyongyang akan menghentikan program pengembangan nuklirnya lewat perundingan. Namun, negosiasi mulai terhambat setelah adanya beberapa pertemuan teknis dan pertemuan AS-Korut kedua di Vietnam pada 2019.
Baca juga: Media Korut tutup mulut terkait keberadaan Kim Jong Un
Wakil Menteri Luar Negeri AS, Stephen Biegun, yang memimpin perundingan dengan Korut akan tiba di Seoul pada Selasa. Ia datang ke Seoul untuk menemui sejumlah pejabat Korea Selatan dan membahas cara menghidupkan kembali negosiasi dengan Korea Utara.
Biegun pada minggu lalu mengatakan saatnya bagi dua pihak untuk kembali berunding dan "membuat kemajuan yang substansial", tetapi pandemi COVID-19 dapat membuat rencana bertemu tatap muka sebelum pemilihan presiden AS pada 3 November sulit terwujud.
Korea Utara pada bulan lalu meledakkan kantor penghubung di perbatasan sehingga meningkatkan ketegangan dengan Korea Selatan. Bagian bangunan yang diledakkan berada di bagian Korut.
Bangunan itu diledakkan sebelum Korut tiba-tiba menunda aksi militernya yang lain.
Sumber: Reuters
Baca juga: Trump tak berkomentar atas kemunculan kembali Kim Jong Un
Baca juga: Kim Jong Un muncul hadiri peresmian pembangunan pabrik pupuk
Baca juga: Trump ragukan Kim Jong Un penuhi janjinya terkait denuklirisasi
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bupati Barito Utara paparkan mekanisme PSU perumahan dan penanganan permukiman kumuh
04 March 2026 16:57 WIB
Bupati Shalahuddin pastikan cadangan pangan daerah prioritaskan produk lokal
04 March 2026 16:47 WIB
Medco E&P buka puasa bersama PWI Barut, perkuat sinergi pemangku kepentingan
04 March 2026 13:10 WIB
DPRD Barut gelar paripurna penyampaian jawaban pemerintah terhadap lima raperda
04 March 2026 12:57 WIB
Safari Ramadhan Lahei, Shalahuddin serahkan hibah Rp1 miliar untuk Masjid Nurul Ahya
04 March 2026 12:50 WIB