Psikolog sebut generasi 'sandwich' rentan stres
Senin, 31 Agustus 2020 14:36 WIB
Generasi sandwich membiayai kelangsungan hidup anggota keluarga yang besar seperti orang tua, kakak-adik, pasangan hingga anak-anaknya. (Independence Health Services)
Jakarta (ANTARA) - Generasi sandwich memiliki tanggung jawab yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan keluarga besarnya, tak sedikit di antara mereka yang rentan terhadap masalah stres.
Generasi sandwich adalah seseorang yang memiliki tanggung jawab membiayai kelangsungan hidup dan kesejahteraan anggota keluarga yang besar seperti orang tua, kakak-adik, pasangan hingga anak-anaknya.
Vera Itabiliana Hadiwidjojo, psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan, Universitas Indonesia, mengatakan sudah menjadi kewajiban bagi orang Asia untuk membalas budi orangtuanya dengan merawat mereka di hari tua sebagai wujud kasih sayang. Di saat bersamaan, generasi sandwich ini juga berkewajiban mengasuh serta memenuhi kebutuhan pokok anak-anaknya dan diri mereka sendiri.
Baca juga: Langkah cerdas atur keuangan untuk generasi 'sandwich'
"Karena multi peran yang mereka jalani, generasi sandwich ini rentan stress karena banyaknya tekanan, antara lain masalah keuangan, kesehatan, pendidikan dan kebutuhan rumah tangga. Juga karena terbatasnya waktu dan banyaknya tugas yang harus mereka kerjakan, generasi ini jadi mengabaikan masalah self-care untuk diri mereka sendiri," kata Vera dalam peluncuran Avrist Prime Hospital Surgical, Senin.
Untuk menghindari stres dan tekanan, generasi itu harus berkomunikasi dengan generasi sebelum dan sesudahnya. Selain itu, Vera juga memberikan lima prinsip utama untuk menjadi generasi sandwich yang berbahagia, berikut ini adalah penjelasannya.
Baca juga: Survei sebut kaum milenial kesulitan jalani WFH
Temukan waktu untuk diri sendiri
Setelah merawat orangtua dan anak-anak secara bersamaan, luangkan waktu untuk diri sendiri demi rejuvenasi energi, pikiran dan jiwa.
"Harus ada jeda di antar kerusuhan mengurusi semua, enggak usah merasa bersalah. Saat memperhatikan diri kita sendiri, ini juga untuk kepentingan orang lain," kata Vera.
Cari dukungan
Bagi beban pikiran dan masalah dengan menceritakan tantangan yang tengah dihadapi kepada para sahabat. Dukungan moral memiliki keampuhan pemulihan yang manjur.
Buat skala prioritas
Buat klasifikasi prioritas, mana yang penting, lebih penting, paling penting dan darurat. Dengan adanya skala prioritas, masalah yang timbul bisa diselesaikan satu per satu.
Baca juga: Berada dalam peti mati yang dikelilingi zombie untuk bebaskan stres akibat COVID-19
Realistis
Sesuaikan kebutuhan dengan kemampuan diri dan jangan memaksakan semua hal harus ditanggung sendiri. Sebab hal inilah yang nantinya dapat memicu stres.
"Generasi sandwich ini ada di posisi dilematis, kalau terpaksa harus membantu ya bantu, kalau enggak bisa ya disampaikan saja. Balik ke skala prioritas mana yang penting buat saya dan keluarga," ujar Vera.
Baca juga: Studi sebut sejumlah pasien sembuh COVID-19 alami gangguan kejiwaan
Baca juga: Tips hindari stres saat mengajari anak di rumah
Baca juga: Tekanan akademis bisa sebabkan anak kena gejala depresi
Generasi sandwich adalah seseorang yang memiliki tanggung jawab membiayai kelangsungan hidup dan kesejahteraan anggota keluarga yang besar seperti orang tua, kakak-adik, pasangan hingga anak-anaknya.
Vera Itabiliana Hadiwidjojo, psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan, Universitas Indonesia, mengatakan sudah menjadi kewajiban bagi orang Asia untuk membalas budi orangtuanya dengan merawat mereka di hari tua sebagai wujud kasih sayang. Di saat bersamaan, generasi sandwich ini juga berkewajiban mengasuh serta memenuhi kebutuhan pokok anak-anaknya dan diri mereka sendiri.
Baca juga: Langkah cerdas atur keuangan untuk generasi 'sandwich'
"Karena multi peran yang mereka jalani, generasi sandwich ini rentan stress karena banyaknya tekanan, antara lain masalah keuangan, kesehatan, pendidikan dan kebutuhan rumah tangga. Juga karena terbatasnya waktu dan banyaknya tugas yang harus mereka kerjakan, generasi ini jadi mengabaikan masalah self-care untuk diri mereka sendiri," kata Vera dalam peluncuran Avrist Prime Hospital Surgical, Senin.
Untuk menghindari stres dan tekanan, generasi itu harus berkomunikasi dengan generasi sebelum dan sesudahnya. Selain itu, Vera juga memberikan lima prinsip utama untuk menjadi generasi sandwich yang berbahagia, berikut ini adalah penjelasannya.
Baca juga: Survei sebut kaum milenial kesulitan jalani WFH
Temukan waktu untuk diri sendiri
Setelah merawat orangtua dan anak-anak secara bersamaan, luangkan waktu untuk diri sendiri demi rejuvenasi energi, pikiran dan jiwa.
"Harus ada jeda di antar kerusuhan mengurusi semua, enggak usah merasa bersalah. Saat memperhatikan diri kita sendiri, ini juga untuk kepentingan orang lain," kata Vera.
Cari dukungan
Bagi beban pikiran dan masalah dengan menceritakan tantangan yang tengah dihadapi kepada para sahabat. Dukungan moral memiliki keampuhan pemulihan yang manjur.
Buat skala prioritas
Buat klasifikasi prioritas, mana yang penting, lebih penting, paling penting dan darurat. Dengan adanya skala prioritas, masalah yang timbul bisa diselesaikan satu per satu.
Baca juga: Berada dalam peti mati yang dikelilingi zombie untuk bebaskan stres akibat COVID-19
Realistis
Sesuaikan kebutuhan dengan kemampuan diri dan jangan memaksakan semua hal harus ditanggung sendiri. Sebab hal inilah yang nantinya dapat memicu stres.
"Generasi sandwich ini ada di posisi dilematis, kalau terpaksa harus membantu ya bantu, kalau enggak bisa ya disampaikan saja. Balik ke skala prioritas mana yang penting buat saya dan keluarga," ujar Vera.
Baca juga: Studi sebut sejumlah pasien sembuh COVID-19 alami gangguan kejiwaan
Baca juga: Tips hindari stres saat mengajari anak di rumah
Baca juga: Tekanan akademis bisa sebabkan anak kena gejala depresi
Pewarta : Maria Cicilia
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Berikut hal yang perlu diketahui soal metode perawatan kulit Sandwich Retinol
03 May 2024 11:34 WIB, 2024
Pentingnya literasi finansial guna hindari terbentuknya 'generasi sandwich'
16 December 2022 17:48 WIB, 2022
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Suplemen kesehatan jantung yang perlu dihindari menurut rekomendasi para ahli
22 February 2026 22:25 WIB
Makan sayur sebelum konsumsi karbohidrat efektif hambat lonjakan gula darah
22 February 2026 22:11 WIB
Ketangguhan warga desa hadapi bencana dinilai lebih kuat menurut psikolog
22 February 2026 20:57 WIB
Dampak buruk konsumsi gorengan bagi kesehatan organ tubuh saat berbuka puasa
22 February 2026 12:45 WIB