Reza Artamevia akan jalani rehabilitasi di BNN Lido
Jumat, 11 September 2020 16:51 WIB
Polisi membawa penyanyi Reza Artamevia saat akan mengikuti rilis kasus pengungkapan tindak pidana narkotika di Polda Metro Jaya, Jakarta, Ahad (6/9/2020). Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menangkap Reza Artamevia pada Jumat (4/9) di rumah makan kawasan Jatinegara, Jakarta Timur serta mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 0,78 gram. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.)
Jakarta (ANTARA) - Polda Metro Jaya mengungkapkan penyanyi Reza Artamevia akan menjalani proses rehabilitasi di Balai Besar Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Lido mulai pekan depan.
"Selama proses penyidikan ke depan tersangka RA dititipkan di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido untuk mendapatkan pengobatan dan rehabilitasi," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat.
Yusri mengatakan Reza telah diserahkan ke Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido pada Kamis (10/9).
Kemudian berdasarkan koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta, rehablitasi Reza akan dimulai pekan depan.
Baca juga: BNNP kabulkan permohonan rehabilitasi Reza Artamevia
"Pihak keluarga RA melalui kuasa hukumnya mengajukan permohonan rehabilitasi, sehingga terhadap tersangka RA akan dilakukan asesmen di BNNP DKI Jakarta. Hasil koordinasi dengan BNNP DKI Jakarta, rencana asesmen terhadap tersangka RA akan dilaksanakan awal minggu depan," tambahnya.
Reza ditangkap oleh Kepolisian pada Jumat, 4 September 2020 sekitar pukul 16.00 WIB di salah satu restoran di Jalan Raya Jatinegara, Jakarta Timur.
Dalam penangkapan tersebut polisi menemukan satu klip sabu-sabu sebesar 0,78 gram yang disimpan di dalam tas.
Usai penangkapan, polisi kemudian menggeledah kediaman Reza yang beralamat di Cirendeu, Tangerang Selatan, dan menemukan alat hisap sabu-sabu atau bong dan sebuah korek api yang disimpan di dalam sebuah dompet.
Baca juga: Reza Artamevia resmi ditahan setelah jadi tersangka penyalahgunaan narkoba
Akibat perbuatannya, Reza telah menyandang status tersangka dan dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 subsider Pasal 127 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun.
Dalam pengembangan kasus narkoba yang menjerat Reza, polisi kini memburu pengedar narkoba berinisial F yang menjadi pemasok sabu yang dikonsumsi oleh sang diva.
Baca juga: Ini harga sabu-sabu yang dibeli Reza Artamevia dari pengedar
Baca juga: Reza Artamevia mengaku sudah empat bulan konsumsi sabu-sabu
Baca juga: BNNP kabulkan permohonan rehabilitasi Reza Artamevia
"Selama proses penyidikan ke depan tersangka RA dititipkan di Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido untuk mendapatkan pengobatan dan rehabilitasi," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jumat.
Yusri mengatakan Reza telah diserahkan ke Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido pada Kamis (10/9).
Kemudian berdasarkan koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta, rehablitasi Reza akan dimulai pekan depan.
Baca juga: BNNP kabulkan permohonan rehabilitasi Reza Artamevia
"Pihak keluarga RA melalui kuasa hukumnya mengajukan permohonan rehabilitasi, sehingga terhadap tersangka RA akan dilakukan asesmen di BNNP DKI Jakarta. Hasil koordinasi dengan BNNP DKI Jakarta, rencana asesmen terhadap tersangka RA akan dilaksanakan awal minggu depan," tambahnya.
Reza ditangkap oleh Kepolisian pada Jumat, 4 September 2020 sekitar pukul 16.00 WIB di salah satu restoran di Jalan Raya Jatinegara, Jakarta Timur.
Dalam penangkapan tersebut polisi menemukan satu klip sabu-sabu sebesar 0,78 gram yang disimpan di dalam tas.
Usai penangkapan, polisi kemudian menggeledah kediaman Reza yang beralamat di Cirendeu, Tangerang Selatan, dan menemukan alat hisap sabu-sabu atau bong dan sebuah korek api yang disimpan di dalam sebuah dompet.
Baca juga: Reza Artamevia resmi ditahan setelah jadi tersangka penyalahgunaan narkoba
Akibat perbuatannya, Reza telah menyandang status tersangka dan dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 subsider Pasal 127 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun.
Dalam pengembangan kasus narkoba yang menjerat Reza, polisi kini memburu pengedar narkoba berinisial F yang menjadi pemasok sabu yang dikonsumsi oleh sang diva.
Baca juga: Ini harga sabu-sabu yang dibeli Reza Artamevia dari pengedar
Baca juga: Reza Artamevia mengaku sudah empat bulan konsumsi sabu-sabu
Baca juga: BNNP kabulkan permohonan rehabilitasi Reza Artamevia
Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Reza Artamevia resmi ditahan setelah jadi tersangka penyalahgunaan narkoba
07 September 2020 17:16 WIB, 2020
BNN Pusat Ingin Rehabilitasi Reza Artamevia Di Jakarta, Tapi BBNP NTB Menolak
03 September 2016 12:05 WIB, 2016