Palangka Raya (ANTARA) - Kepala Kepolisian Resor Palangka Raya, Kalimantan Tengah Kombes Dwi Tunggal Jaladri mengatakan, penyidik yang menangani kasus terbakarnya gedung Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) provinsi setempat yang berada di Jalan RTA Milono menunggu hasil dari Tim Laboratorium Forensik Cabang Surabaya.

"Kami berharap semoga hasil dari Tim Laboratorium Forensik Cabang Surabaya segera diketahui, sehingga itu bisa menjadi petunjuk untuk mengungkap terbakarnya gedung LPTQ," katanya di Palangka Raya, Selasa.

Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya belum bisa menjabarkan apa saja yang menjadi penyebab terbakarnya gedung yang memiliki 15 ruangan itu.

Tetapi dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) beberapa waktu lalu, tim labfor mengamankan sebuah meteran listrik dari tumpukan arang bangunan yang terbakar.

"Penyebabnya kami tidak tahu, tetapi meteran listrik bangunan tersebut dibawa untuk dijadikan bahan penyelidikan tim labfor," ucapnya.

Perwira Polri berpangkat melati tiga tersebut mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah di wilayah setempat, dengan tujuan menginventarisir sejumlah gedung aset milik pemkot maupun pemprov setempat.

Rencana tersebut dilakukan agar bangunan yang tidak digunakan atau tidak terpakai selama belasan tahun hingga puluhan tahun, alangkah baiknya dijaga atau dipelihara dengan baik.

"Guna mengantisipasi terjadinya kebakaran seperti kejadian yang terjadi dalam beberapa hari ini. Karena sudah ada dua bangunan yang terbakar, satu terungkap satu masih dalam penyelidikan," jelas Jaladri.

Mantan Kepala Bidang Hukum Polda Kalteng itu berharap, semoga kejadian serupa tidak akan terjadi lagi di wilayah hukum yang menjadi tanggung jawabnya serta jajaran Polresta setempat.

"Semoga kejadian serupa tidak terjadi lagi dan kami akan intensifkan personel meningkatkan patroli di kawasan yang dianggap rawan kebakaran serta tindak kejahatan, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi," tegasnya.


Pewarta : Adi Wibowo
Uploader : Admin 4
Copyright © ANTARA 2024