Kuala Kurun (ANTARA) - Kepala Dinas Transmigrasi, Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah Sudin mengatakan 40 masyarakat kabupaten itu baru saja selesai mengikuti program pemagangan dalam negeri kejuruan.

“40 masyarakat Gumas mengikuti program pemagangan sejak Mei hingga akhir September 2020. Saat ini mereka siap diserap dunia usaha sebagai pekerja,” kata Sudin di Kuala Kurun, Kamis.

Dia menerangkan, program pemagangan dalam negeri kejuruan didanai oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalteng. Program terdiri dari empat kejuruan, yakni tata busana, otomotif roda dua, operator komputer, serta tata rias.

Masing-masing kejuruan diikuti oleh 10 orang peserta. Untuk tata busana dan tata rias seluruh peserta merupakan perempuan, otomotif diikuti oleh peserta pria, sedangkan operator komputer campuran antara perempuan dan laki-laki.

Baca juga: KPU Gumas butuhkan 1.911 orang untuk menjadi KPPS, ini persyaratannya

Pelaksanaan program dilakukan di Kuala Kurun. Selama menjalani program, peserta mendapat bekal ilmu pengetahuan terkait kejuruan masing-masing, sekaligus magang di beberapa unit usaha yang ada di Kota Kuala Kurun.

“Peserta kejuruan tata busana magang di penjahit, tata rias magang di salon, operator komputer magang di lembaga kursus komputer, sedangkan otomotif roda dua magang di bengkel,” bebernya.

Selama mengikuti program, ujar dia, para peserta mendapat uang saku Rp1 juta per bulan. Mereka juga mendapat baju seragam, serta didaftarkan sebagai peserta BP Jamsostek.   

Baca juga: Pemuda di Gunung Mas didorong jadi pengawas TPS

Setelah program pemagangan dalam negeri ditutup pada akhir September 2020, para peserta dinyatakan siap diserap oleh dunia usaha sebagai pekerja. Sebagai bukti telah mengikuti program, mereka juga mendapat sertifikat.

Kasi Pelatihan Kerja, Produktivitas, Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja pada Distransnakerkop dan UKM Gumas Wahyuni menambahkan, ke 40 peserta yang mengikuti program pemagangan berusia antara 18 hingga 35 tahun.

“Mereka tidak hanya berasal dari Kuala Kurun, namun juga dari desa-desa lainnya. Sebagian sudah ada yang bekerja usai mengikuti program pemagangan dalam negeri, sebagian lagi saat ini sedang mencari dan siap bekerja,” jelas Wahyuni.

Baca juga: Ketua DPRD Gumas: Hari Kesaktian Pancasila momentum perkokoh persatuan

Baca juga: Bawaslu Gumas butuhkan 273 orang untuk jadi pengawas TPS, ini syaratnya

Baca juga: Wabup Gumas: Film G30S/PKI penting untuk mengetahui bahaya laten PKI

Pewarta : Chandra
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024