Sandi pengguna Spotify disetel ulang setelah kebocoran data
Kamis, 26 November 2020 10:27 WIB
Ilustrasi aplikasi Spotify pada perangkat seluler (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Spotify dilaporkan mengeluarkan pengaturan ulang kata sandi secara bergulir ke beberapa akun pengguna setelah ditemukannya basis data terbuka yang berisi kredensial pengguna.
Pekan ini, peneliti keamanan dari vpnMentor, Noam Rotem dan Ran Locar, mempublikasikan temuan mereka, di mana basis data Elasticsearch ditemukan terbuka selama proyek pemetaan web perusahaan.
Baca juga: Kini Apple Watch langsung tersambung ke Spotify tanpa perlu koneksi ke iPhone
Sebanyak 72GB database berisi lebih dari 380 juta catatan, "termasuk kredensial login dan data pengguna lain yang divalidasi terhadap layanan Spotify," kata tim itu, dikutip dari ZDNet, Kamis.
Menurut vpnMentor, asal mula basis data tidak diketahui, tetapi bukan milik layanan streaming musik itu sendiri. Sebaliknya, pihak ketiga yang membuat basis data mungkin telah menyusun catatan dari sumber lain -- seperti data yang dicuri atau platform lain -- untuk digunakan nanti untuk membajak akun pengguna.
"Kredensial ini kemungkinan besar diperoleh secara ilegal atau berpotensi bocor dari sumber lain yang digunakan kembali untuk serangan penjejalan kredensial terhadap Spotify," kata Rotem dan Locar.
Baca juga: Pengguna Spotify naik jadi 320 juta
Beberapa, tetapi tidak semua, pengguna Spotify telah terpengaruh akibat insiden ini. Diperkirakan sekitar 300.000 hingga 350.000 akun terlibat dalam kebocoran data tersebut, di mana alamat email, Informasi Identitas Pribadi (PII), negara tempat tinggal, dan kredensial login -- nama pengguna dan kata sandi -- dapat dilihat.
Informasi tersebut tidak dienkripsi. Hasilnya, data ini dapat digunakan untuk mengakses dan mengambil alih akun, serta melakukan serangan penjejalan kredensial jika kombinasi sandi dan email digunakan di platform lain atau untuk mengakses aplikasi lain.
Namun, perlu dicatat bahwa data yang bocor hanya terkait dengan sebagian kecil dari 299 juta basis pengguna aktif bulanan Spotify.
Sebelumnya, vpnMentor menemukan basis data pengguna bocor pada 3 Juli, dan setelah peninjauan, menghubungi Spotify pada 9 Juli. Pada sekitar 10 Juli hingga 21 Juli, layanan streaming musik itu memulai pengaturan ulang kata sandi untuk pengguna yang diidentifikasi ada dalam basis data tersebut.
Baca juga: Kini Spotify bisa cari lagu menggunakan lirik
Baca juga: Fitur baru spotify untuk pengantar waktu tidur
Baca juga: Spotify gabungkan musik dan podcast pada 'playlist' Hari Kemerdekaan
Pekan ini, peneliti keamanan dari vpnMentor, Noam Rotem dan Ran Locar, mempublikasikan temuan mereka, di mana basis data Elasticsearch ditemukan terbuka selama proyek pemetaan web perusahaan.
Baca juga: Kini Apple Watch langsung tersambung ke Spotify tanpa perlu koneksi ke iPhone
Sebanyak 72GB database berisi lebih dari 380 juta catatan, "termasuk kredensial login dan data pengguna lain yang divalidasi terhadap layanan Spotify," kata tim itu, dikutip dari ZDNet, Kamis.
Menurut vpnMentor, asal mula basis data tidak diketahui, tetapi bukan milik layanan streaming musik itu sendiri. Sebaliknya, pihak ketiga yang membuat basis data mungkin telah menyusun catatan dari sumber lain -- seperti data yang dicuri atau platform lain -- untuk digunakan nanti untuk membajak akun pengguna.
"Kredensial ini kemungkinan besar diperoleh secara ilegal atau berpotensi bocor dari sumber lain yang digunakan kembali untuk serangan penjejalan kredensial terhadap Spotify," kata Rotem dan Locar.
Baca juga: Pengguna Spotify naik jadi 320 juta
Beberapa, tetapi tidak semua, pengguna Spotify telah terpengaruh akibat insiden ini. Diperkirakan sekitar 300.000 hingga 350.000 akun terlibat dalam kebocoran data tersebut, di mana alamat email, Informasi Identitas Pribadi (PII), negara tempat tinggal, dan kredensial login -- nama pengguna dan kata sandi -- dapat dilihat.
Informasi tersebut tidak dienkripsi. Hasilnya, data ini dapat digunakan untuk mengakses dan mengambil alih akun, serta melakukan serangan penjejalan kredensial jika kombinasi sandi dan email digunakan di platform lain atau untuk mengakses aplikasi lain.
Namun, perlu dicatat bahwa data yang bocor hanya terkait dengan sebagian kecil dari 299 juta basis pengguna aktif bulanan Spotify.
Sebelumnya, vpnMentor menemukan basis data pengguna bocor pada 3 Juli, dan setelah peninjauan, menghubungi Spotify pada 9 Juli. Pada sekitar 10 Juli hingga 21 Juli, layanan streaming musik itu memulai pengaturan ulang kata sandi untuk pengguna yang diidentifikasi ada dalam basis data tersebut.
Baca juga: Kini Spotify bisa cari lagu menggunakan lirik
Baca juga: Fitur baru spotify untuk pengantar waktu tidur
Baca juga: Spotify gabungkan musik dan podcast pada 'playlist' Hari Kemerdekaan
Pewarta : Arindra Meodia
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Instagram tegaskan akun pengguna aman di tengah marak email reset kata sandi
12 January 2026 13:37 WIB
Dian Sandi dari PSI hadir di Polda Metro Jaya, siap buka-bukaan soal ijazah Jokowi
19 May 2025 17:49 WIB
Sekretaris Ditjenim: Waspada penipuan nomor kontak palsu di laman Google Maps Kanim
13 August 2024 13:45 WIB, 2024
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Komdigi luncurkan program penguatan kompetensi keamanan siber bagi generasi muda
01 February 2026 15:04 WIB
Google hentikan fitur pemutaran latar belakang YouTube untuk pengguna gratis
01 February 2026 13:43 WIB