Amsterdam (ANTARA) - Regulator medis Eropa pada Jumat (11/12) membenarkan bahwa telah terjadi pencurian data melalui serangan siber yang diungkapkan beberapa hari sebelumnya.
Regulator tersebut, Badan Pengawas Obat Eropa (EMA), juga mengungkapkan bahwa sejumlah dokumen milik pihak ketiga diakses secara tidak sah.
EMA pada Rabu (9/12) tidak memberikan informasi apa pun ketika mengungkapkan serangan siber tersebut. Namun, perusahaan Pfizer dan BioNTech SE menyebutkan bahwa dokumen terkait perkembangan vaksin COVID-19 mereka "diakses secara ilegal."
Pada Jumat, EMA mengatakan "perusahaan-perusahaan terkait" telah diberi tahu mengenai kejadian itu, namun tidak menyebutkan nama-nama perusahaan yang dimaksud.
Otoritas juga menyatakan bahwa insiden tersebut tidak memengaruhi operasi, atau jadwal, terkait evaluasi serta persetujuan obat dan vaksin COVID-19.
Sumber: Reuters
Penerjemah: Asri Mayang
Regulator medis Eropa benarkan terjadi pencurian data serangan siber
Sabtu, 12 Desember 2020 11:42 WIB
Ilustrasi - Kejahatan siber (Pixabay)
Pewarta : -
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Film Gudang Merica, para pemeran jalani pelatihan medis demi totalitas peran
16 April 2026 23:41 WIB
Puasa Ramadhan bagi penderita diabetes melitus tetap diperbolehkan dengan syarat medis
19 February 2026 18:44 WIB
A400M siap jadi ambulans udara, Prabowo perintahkan modernisasi fasilitas medis
03 November 2025 16:44 WIB
Menurut Ahli, penderita obesitas memiliki tanda jika memerlukan bantuan medis
16 October 2025 12:30 WIB
Terpopuler - Teknologi
Lihat Juga
Kemkomdigi umumkan tiga operator seluler ikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 26 GHz
06 May 2026 18:13 WIB