Sampit (ANTARA) - Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Suparmadi terlihat berusaha menjaga jarak dengan orang di sekitarnya saat mengikuti rapat di Posko Satuan Tugas Penanganan COVID-19 setempat.

Sepanjang acara, Suparmadi juga tetap mengenakan masker, termasuk saat diberi kesempatan berbicara oleh Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi yang duduk di sampingnya memimpin rapat evaluasi penanganan COVID-19 tersebut.

Begitulah upaya pria yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kotawaringin Timur itu meningkatkan kewaspadaan dengan menjalankan protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan COVID-19. Suparmadi tidak ingin lagi tertular virus mematikan tersebut.

"Saya merasakan sendiri beratnya selama 16 hari dirawat di ruang isolasi. Saya prihatin masih ada masyarakat yang menganggap remeh COVID-19. Virus ini benar-benar ada. Lindungi diri sendiri. Ekonomi memang harus tetap bergerak, tetapi protokol kesehatan wajib dilaksanakan," ujar Suparmadi di Sampit, Jumat.

Suparmadi adalah satu dari tujuh pejabat eselon II di lingkup Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur yang terjangkit COVID-19 dan harus dirawat di ruang isolasi pada November lalu.

Saat itu dia kaget setelah mengetahui hasil tes swab PCR menunjukkan dirinya dinyatakan positif COVID-19, sama seperti beberapa rekannya sesama pejabat eselon II yang sudah lebih dulu dirawat di ruang isolasi.

Selama ini Suparmadi merasa telah berupaya maksimal menjalankan protokol kesehatan dengan baik, namun hasil pemeriksaan menunjukkan COVID-19 telah masuk dalam tubuhnya.

Ini kembali membuktikan bahwa COVID-19 memang ada dan masih menjadi ancaman nyata. Masyarakat tidak boleh menganggap remeh, namun tidak perlu pula panik. Hal terpenting adalah terus menjalankan protokol kesehatan secara ketat serta menjaga kondisi tubuh agar selalu bugar.

"Sosialisasi harus lebih digencarkan lagi. Kita harus meyakinkan masyarakat bahwa COVID-19 itu nyata. Bagi yang sedang dirawat, harus tetap semangat karena itu akan membuat kondisi kita menjadi lebih baik sehingga cepat sembuh," ujar Suparmadi.

Sikap serupa ditunjukkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Rihel yang juga hadir dalam rapat evaluasi penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur.

Meski tetap tampil dengan ciri khasnya yang suka bercanda, Rihel terlihat lebih meningkatkan protokol kesehatan agar tidak sampai kembali tertular COVID-19. Selain terus menggunakan masker, dia juga menjaga jarak dan lebih sering mencuci tangan.

Hasil tes swab PCR yang menunjukkan dirinya positif terjangkit COVID-19 pada November lalu, benar-benar membuatnya kaget. Sebagai bagian dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur, tentu selama ini dia sudah berusaha maksimal menerapkan protokol kesehatan, namun ternyata virus itu tetap menjangkitinya.

Hal membuat pria yang juga menjabat Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kotawaringin Timur ini kaget karena saat itu dia merasa sehat dan tidak merasakan gejala sakit, namun ternyata hasil pemeriksaan menunjukkan dirinya terkonfirmasi positif COVID-19, diduga bagian dari klaster pejabat saat itu.

Rihel pun harus menjalani perawatan di ruang isolasi Klinik Islamic Center. Total 17 hari dia dirawat di sana, ditambah isolasi mandiri di rumah pasca pulih dari COVID-19.

Selama diisolasi, dia mematuhi semua arahan tim dokter, mulai dari kewajiban minum obat, istirahat dan berolahraga ringan. Aktivitas pagi wajib berjemur punggung sekitar 30 menit, tapi ketika sudah pukul 10.00 WIB waktu berjemur cukup maksimal 15 menit.

Pengalaman itu membuatnya kini semakin waspada. Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menganggap remeh karena COVID-19 memang benar-benar ada. Setiap orang, minimal harus melindungi dirinya sendiri agar tidak tertular virus tersebut.

"Patuhi anjuran 4 M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan air mengalir dan menghindari kerumunan," ujar Rihel.

Untuk mengantisipasi, Rihel menilai sangat penting bagi semua orang untuk mengenali gejala awal yang mungkin muncul jika terjangkit COVID-19.

Gejala yang mungkin dirasakan saat pertama kali mendapat gejala berupa flu pilek, hilang penciuman dan atau perasa, batuk kering, radang tenggorokan, lemah, letih, lesu, hilang selera makan dan sering berak.

Jika mengalami gejala itu, Rihel menyarankan segera berobat ke klinik pelayanan kesehatan. Apalagi jika sudah sesak napas dan batuk-batuk, disarankan periksa ke dokter sekaligus dilakukan tes cepat (rapid test) maupun swab PCR.

Rihel mengingatkan, jangan menganggap remeh flu, pilek dan batuk. Warga jangan takut berobat atau memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan.

Kewaspadaan dini itu jauh lebih baik karena akan menjadi upaya melindungi diri dan keluarga atau orang di sekitar. Jika terkonfirmasi positif COVID-19 maka penanganan bisa dilakukan secara cepat agar cepat sembuh serta tidak menulari keluarga dan orang lain.

Bagi warga berstatus orang dalam pemantauan maupun pasien positif COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri di rumah, diharapkan benar-benar disiplin menjalankan protokol kesehatan. Jangan ke luar rumah apalagi jalan-jalan ke tempat keramaian lantaran merasa sehat dan kuat, padahal itu sangat rawan menularkan COVID-19 kepada orang lain.

"Untuk meningkatkan imun tubuh, minum vitamin dan berolahraga. Jaga pola tidur minimal tujuh sampai delapan jam sehari. Jangan sampai stres. Enjoy dan happy saja supaya imun tubuh meningkat dan bisa cepat sembuh," ujar Rihel.

Baca juga: Pemkab Kotim larang perayaan tahun baru

Pejabat lainnya yang juga pernah terjangkit COVID-19 adalah Wim RK Benung yang merupakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kotawaringin Timur. Usai dinyatakan sembuh dari COVID-19 dan kembali beraktivitas, kini Wim semakin gencar mengajak masyarakat menjalankan protokol kesehatan agar terhindar dari COVID-19.

Bahkan saat menjalani perawatan di ruang isolasi, Wim rutin membagikan video dan foto melalui akun media sosial pribadinya terkait perkembangan kondisi kesehatannya. Tidak lupa dia menyisipkan pesan kepada masyarakat untuk mewaspadai COVID-19 dan tidak menganggap remeh karena virus itu memang berjangkit di daerah ini sehingga semua orang harus waspada agar tidak sampai terpapar COVID-19 seperti dirinya.

Penularan COVID-19 di Kotawaringin Timur masih tinggi. Bahkan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kotawaringin Timur merilis harian, ada penambahan 53 kasus baru COVID-19 pada Jumat.

Secara kumulatif jumlah kasus COVID-19 di Kotawaringin Timur hingga Jumat siang sudah mencapai 1.012 kasus, terdiri dari 609 sembuh, 369 orang masih dirawat dan 34 orang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, ada lebih dari 200 orang penderita COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri karena ruang isolasi RSUD dr Murjani Sampit dan Klinik Islamic Center telah terisi penuh.

Wim dan pejabat lainnya sangat bersyukur bisa sembuh karena tidak sedikit penderita COVID-19 yang tidak mampu bertahan hingga akhirnya tutup usia. Untuk selain meningkatkan kewaspadaan diri dan keluarga, kini mereka juga gencar mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan secara ketat agar terhindar dari penularan COVID-19.

Baca juga: Pelaku UMKM bantu promosi pariwisata Kotim

Baca juga: Rudini-Samsudin yakin gugatan dikabulkan MK

Baca juga: Terakhir kali hadiri HUT DWP, Supian diperlakukan begini oleh ibu-ibu


Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024