Jakarta (ANTARA) - Aplikasi Google pada iPhone, seperti Maps dan YouTube akan berhenti menggunakan alat dari Apple yang memungkinkan mereka mempersonalisasi iklan untuk menghindari kebijakan baru Apple yang akan memberitahu pengguna saat penjelajahan mereka sedang dilacak.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh induk perusahaan Google, Alphabet, Rabu (27/1), tak lama sebelum Apple mulai memberlakukan aturan baru tentang transparansi pelacakan, Reuters melaporkan.

Apple selama bertahun-tahun telah menyediakan aplikasi dengan pengenal unik, yang dikenal dengan nama IDFA, untuk membantu mereka menautkan pengguna yang sama di berbagai program.

Kode tersebut menjadi penting untuk menentukan kepada siapa sebuah iklan ditampilkan dan melacak apakah iklan tersebut mendorong mereka untuk melakukan pembelian.

Baca juga: Apple-Google umumkan teknologi pelacak kontak

Namun, Apple mengatakan bahwa awal tahun ini akan mengharuskan aplikasi menampilkan pesan pop-up kepada pengguna untuk mendapatkan persetujuan mengakses IDFA mereka.

Facebook dan pembuat aplikasi lainnya khawatir peringatan tersebut dapat membuat pengguna enggan untuk menyetujuinya, yang akan berdampak pada lumpuhnya penjualan iklan.

Sementara Google, karena pengguna aplikasi biasanya log in, perusahaan teknologi itu punya alternatif pelacakan dari IDFA, dan dengan demikian bisnis iklan kemungkinan besar tidak akan terpengaruh oleh perubahan Apple.

Namun, Google memperingatkan bahwa pengiklan yang mengandalkan perangkat lunak iklan seluler akan mengalami hasil yang lebih lemah tanpa akses IDFA.

Google mengatakan sedang mengembangkan alternatif untuk klien tetapi mungkin tidak segera tersedia.

Google menambahkan bahwa klien dapat menggunakan perangkat lunaknya terlepas dari apakah mereka menampilkan pop-up dan mendapatkan persetujuan yang diperlukan, dan tidak membuat rekomendasi apa pun tentang apa yang harus mereka lakukan.

Apple mengatakan aplikasi yang tidak menggunakan IDFA masih harus meminta izin pengguna jika mereka menampilkan dan mengukur iklan berdasarkan data yang diperoleh dari perusahaan lain.

Untuk mematuhinya, Google mengatakan aplikasinya untuk iPhone akan berhenti menggunakan data dari pihak ketiga untuk mempersonalisasi iklan.

Facebook, bulan lalu, mengatakan berencana menampilkan pop-up untuk meminta persetujuan pengguna.

"Apple telah memperjelas bahwa jika kami tidak menggunakan perintah Apple, mereka akan memblokir Facebook dari App Store, yang hanya akan merugikan orang-orang dan bisnis yang mengandalkan layanan kami," kata Facebook.
 

Pewarta : Arindra Meodia
Uploader : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2024