Sampit (ANTARA) - Bupati Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, Halikinnor menyatakan pemugaran kantor Sekretariat Daerah tempat dia berkantor, ditunda karena anggaran diprioritaskan untuk penanganan COVID-19 dan hal mendesak lainnya.

"Kantor sudah direncanakan mau dipugar tapi karena keterbatasan anggaran sehingga kita memprioritaskan yang bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat. Pemugaran kantor bupati nanti menunggu anggaran sudah memungkinkan dilaksanakan," kata Halikinnor di Sampit, Jumat.

Pemugaran kantor bupati dilakukan bertahap sejak beberapa tahun lalu semasa pemerintahan Bupati Supian Hadi. Bangunan baru dimulai di bagian belakang dengan bangunan lantai dua.

Bangunan utama di bagian depan yang terdapat ruang kerja bupati dan wakil bupati, belum dipugar. Pemugarannya sudah direncanakan, namun karena pandemi COVID-19, rencana itu diputuskan ditunda.

Hal itu lantaran keuangan daerah belum memungkinkan. Pemerintah daerah memprioritaskan anggaran untuk penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi.

Tahun 2020 lalu pemerintah pusat membuat kebijakan rasionalisasi anggaran sebesar 50 persen APBD untuk memaksimalkan penanganan COVID-19. Tahun ini, pemerintah kembali membuat kebijakan dengan mewajibkan 'refocusing' sebesar 8 persen anggaran Dana Alokasi Umum untuk penanganan COVID-19.

Meski pemugaran kantor ditunda, Halikinnor lingkungan kantor tersebut harus selalu dijaga kebersihannya. Halikinnor memerintahkan seluruh satuan organisasi perangkat daerah (SOPD) untuk membersihkan dan menata kantor agar bersih dan nyaman.

Setiap kantor harus dibersihkan dan ditambah lampu penerangan agar indah dan nyaman. Ini juga untuk mendukung program pariwisata agar wisatawan tertarik berkunjung ke Kotawaringin Timur.

Baca juga: Ikut patroli, Ketua DPRD Kotim syok lihat kelakuan remaja

"Di kantor Sekretariat Daerah ini juga ada yang perlu dibenahi. Saya mau bikin taman Pemda, tapi untuk masyarakat. Saat ini sedang didesain. Nanti pagar dimundurkan sehingga bisa dibikin taman sehingga masyarakat bisa bersantai di sana," kata Halikinnor saat bersama pegawainya membersihkan lingkungan kantor.

Wakil Bupati Irawati menambahkan, membersihkan lingkungan sudah seharusnya dilakukan secara rutin, tanpa harus menunggu perintah bupati. Dia mengakui kondisi sejumlah kantor yang kurang bersih dan saat malam hari terlihat gelap karena kurang penerangan.

"Membersihkan lingkungan sekitar kita harusnya rutin dilakukan. Kalau saya, sebagai perempuan tentu sangat memperhatikan kebersihan. Kalau ada kesempatan langsung membersihkan lingkungan, tidak perlu menunggu hari Jumat," Irawati.

Dia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) memberi contoh yang baik kepada masyarakat dalam menjaga kebersihan, dimulai dengan membersihkan lingkungan kantor masing-masing.

Baca juga: Listrik lima kecamatan di Kotim padam akibat kabel nyangkut antena tanker

Baca juga: Wabup Kotim peringatkan pelaku prostitusi terselubung di Sampit

Baca juga: 1.789 orang di Kotim jadi pengangguran selama pandemi COVID-19

Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024