Penyidik Densus 88 terus dalami keterlibatan Munarman dalam terorisme
Sabtu, 1 Mei 2021 12:17 WIB
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, Jumat (30/4/2021) (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Jakarta (ANTARA) - Penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri masih mendalami terkait aksi-aksi terorisme yang dilakukan Munarman, mantan petinggi organisasi terlarang FPI.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat, mengatakan sejak penangkapan pada Selasa (27/4) lalu, penyidik Densus 88 Anti Teror Polri masih terus melakukan pendalaman dan pengembangan terkait keterlibatan aksi-aksi terorisme yang dilakukan Munarman di beberapa wilayah di Indonesia.
Baca juga: Barbuk cairan di sekretariat FPI bahan baku peledak dan bom molotov
"Densus juga mendalami info termasuk keterlibatannya di jaringan terorisme," kata Ramadhan.
Untuk saat ini, lanjut Ramadhan, perkembangan informasi setelah penangkapan Munarman adalah penyidik terus melakukan pengembangan.
Terkait aksi teror mana yang melibat Munarman, katanya, Polri masih melakukan pendalaman.
Baca juga: Ini alasan Munarman tak bisa dijenguk pengacara
Sebelumnya Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri melakukan penggeledahan di bekas Sekretariat FPI di Petamburan, Tanah Abang.
Penggeledahan dilakukan setelah mantan Sekretaris Jenderal FPI Munarmam ditangkap oleh Tim Densus 88 Anti Teror, Selasa (27/4).
Munarman diduga menggerakkan orang untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindakan terorisme dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme.
Baca juga: Tim kuasa hukum sulit temui Munarman di Polda Metro Jaya
Baca juga: Munarman disumpal sandal saat ditangkap hoaks
Baca juga: Bahan baku peledak ditemukan di bekas markas ormas FPI
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat, mengatakan sejak penangkapan pada Selasa (27/4) lalu, penyidik Densus 88 Anti Teror Polri masih terus melakukan pendalaman dan pengembangan terkait keterlibatan aksi-aksi terorisme yang dilakukan Munarman di beberapa wilayah di Indonesia.
Baca juga: Barbuk cairan di sekretariat FPI bahan baku peledak dan bom molotov
"Densus juga mendalami info termasuk keterlibatannya di jaringan terorisme," kata Ramadhan.
Untuk saat ini, lanjut Ramadhan, perkembangan informasi setelah penangkapan Munarman adalah penyidik terus melakukan pengembangan.
Terkait aksi teror mana yang melibat Munarman, katanya, Polri masih melakukan pendalaman.
Baca juga: Ini alasan Munarman tak bisa dijenguk pengacara
Sebelumnya Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri melakukan penggeledahan di bekas Sekretariat FPI di Petamburan, Tanah Abang.
Penggeledahan dilakukan setelah mantan Sekretaris Jenderal FPI Munarmam ditangkap oleh Tim Densus 88 Anti Teror, Selasa (27/4).
Munarman diduga menggerakkan orang untuk melakukan tindak pidana terorisme, bermufakat jahat untuk melakukan tindakan terorisme dan menyembunyikan informasi tentang tindak pidana terorisme.
Baca juga: Tim kuasa hukum sulit temui Munarman di Polda Metro Jaya
Baca juga: Munarman disumpal sandal saat ditangkap hoaks
Baca juga: Bahan baku peledak ditemukan di bekas markas ormas FPI
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Disdik Palangka Raya--Densus 88 perkuat pencegahan paham IRET di lingkungan SMP
21 January 2026 17:53 WIB
Disdik Palangka Raya tanamkan nilai toleransi lewat pendidikan karakter kebhinnekaan
11 November 2025 18:47 WIB
Tim Densus 88 tangkap tujuh penyebar teror saat kedatangan Paus Fransiskus
06 September 2024 17:38 WIB, 2024