Jack Ma tidak mau jadi pusat perhatian
Rabu, 16 Juni 2021 13:30 WIB
Dokumentasi - Co-founder sekaligus executive chairman Alibaba Group, Jack Ma, menghadiri World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai, China, pada Senin (17/9/2018). ANTARA/REUTERS/Aly Song/am.
Jakarta (ANTARA) - Pendiri Alibaba Group Holding, Jack Ma, disebut tidak mau menjadi pusat perhatian dan ingin fokus pada kegiatan amal dan hobinya.
Kabar tersebut keluar dari salah seorang pendiri Alibaba, Joe Tsai, Reuters melansir CNBC pada Rabu (15/6).
"Dia tidak mau jadi sorotan sekarang. Saya berbicara dengan dia setiap hari," kata Tsai dalam acara di CNBC.
Jack Ma menghilang dari publik setelah berpidato yang mengkritik sistem finansial di China tahun lalu.
Setelah pidato tersebut, China menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan tersebut. Ant Group bahkan membatalkan penawaran publik perdana senilai 37 miliar dolar Amerika Serikat dan restrukturisasi perusahaan.
Alibaba pada April lalu dikenai denda senilai 2,8 miliar dolar AS karena praktik anti-kompetisi.
"Bisnis kami mengalami restrukturisasi dalam hal finansial dan juga soal regulasi antimonopoli. Kami harus membayar denda yang besar. Tapi, kami sudah melewatinya, kami menantikan apa yang ada di depan," kata Tsai.
Jack Ma mengumumkan mundur dari Alibaba pada 2019 lalu.
Baca juga: Muncul di depan umum, Jack Ma kunjungi kampus Alibaba
Baca juga: Jack Ma-Alibaba rilis pedoman digital COVID-19 berbahasa Indonesia
Baca juga: Jack Ma undur diri dari SoftBank
Kabar tersebut keluar dari salah seorang pendiri Alibaba, Joe Tsai, Reuters melansir CNBC pada Rabu (15/6).
"Dia tidak mau jadi sorotan sekarang. Saya berbicara dengan dia setiap hari," kata Tsai dalam acara di CNBC.
Jack Ma menghilang dari publik setelah berpidato yang mengkritik sistem finansial di China tahun lalu.
Setelah pidato tersebut, China menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan tersebut. Ant Group bahkan membatalkan penawaran publik perdana senilai 37 miliar dolar Amerika Serikat dan restrukturisasi perusahaan.
Alibaba pada April lalu dikenai denda senilai 2,8 miliar dolar AS karena praktik anti-kompetisi.
"Bisnis kami mengalami restrukturisasi dalam hal finansial dan juga soal regulasi antimonopoli. Kami harus membayar denda yang besar. Tapi, kami sudah melewatinya, kami menantikan apa yang ada di depan," kata Tsai.
Jack Ma mengumumkan mundur dari Alibaba pada 2019 lalu.
Baca juga: Muncul di depan umum, Jack Ma kunjungi kampus Alibaba
Baca juga: Jack Ma-Alibaba rilis pedoman digital COVID-19 berbahasa Indonesia
Baca juga: Jack Ma undur diri dari SoftBank
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bantah terima gratifikasi, eks Sekretaris MA ajukan eksepsi di pengadilan
18 November 2025 23:34 WIB
Upaya hukum gagal, eks pejabat MA Zarof Ricar tetap jalani 18 tahun penjara
14 November 2025 15:55 WIB
Kepala Perpusnas tinjau KKN Literasi dan resmikan fasilitas di Perpustakaan UPR
05 August 2025 11:18 WIB