Kapolri: Warga isolasi mandiri diawasi ketat
Sabtu, 26 Juni 2021 22:34 WIB
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kiri) sebelum meninjau vaksinasi Covid-19 massal di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Sabtu, (26/6/2021). ANTARA/HO-Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden/pri.
Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan sidak Posko PPKM Mikro di Kelurahan Ulujami, Jakarta Selatan, Sabtu, petugas di sana diminta untuk melakukan pengawasan ketat terhadap warga yang menjalani isolasi mandiri.
"Tujuannya agar mencegah penyebaran virus Corona ke masyarakat lainnya," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya.
Sigit melakukan inspeksi mendadak (sidak) Bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Dalam sidak tersebut, Sigit juga meminta kepada petugas Bhabinkamtibmas, Babinsa, petugas kesehatan dan kelurahan maupun kecamatan atau disebut empat pilar untuk memberikan bantuan pasokan makanan serta obat-obatan bagi warga yang tengah menjalani isolasi mandiri.
Baca juga: Menkes ingin proses penyuntikan vaksin capai 2 juta dosis per hari
"Pastikan dan yakini yang positif tidak keluar-keluar rumah. Tapi pastikan juga kebutuhan obat dan bahan pokok terpenuhi," ujar Sigit.
Mantan Kapolda Banten itu kembali mengingatkan kepada penanggungjawab Posko PPKM Mikro di Kelurahan Ulujami untuk mengatur soal prosedur penanganan wilayah zona merah, oranye dan hijau.
Kedepan, lanjut Sigit, perlu didirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga setempat. Serta, harus dilakukan penyisiran dari awal dengan melaksanakan pelacakan atau tracing.
Baca juga: Kapolri: Jaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri
"Yang bisa masuk hanya petugas. 'lockdown' selama 14 hari ke depan setelah dinyatakan positif. Kebutuhan obat sudah tersedia oleh puskesmas dan keputusan bersama yang menyatakan isolasi mandiri," tutur mantan Kabareskrim Polri ini.
Di sisi lain, Sigit menyebutkan, untuk wilayah Ulujami, nantinya bakal dilakukan kembali proses vaksinasi massal bagi masyarakat setempat.
Baca juga: Panglima TNI-Kapolri diminta tangkap seluruh anggota KKB
Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meminta kepada seluruh jajaran-nya untuk membantu menyiapkan tempat tidur portabel "velbed" bagi masyatakat setempat.
Panglima juga mengingatkan prosedur penanganan warga yang isolasi mandiri juga diatur sedemikian rupa.
"Kepada Pangdam agar bantu siapkan 'velbed' untuk warga. Orang tanpa gejala (OTG-red) tidak apa-apa dengan prosedur yang sudah, namun kalau ODG harus laksanakan isolasi terkendali atau terpadu," kata Hadi.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menambahkan, terkait penguatan penanganan bagi warga yang sudah dinyatakan positif terpapar virus SARS-CoV-2 tersebut.
Baca juga: TNI dan Polri dukung program 1 juta vaksin per hari
Baca juga: Perkuat wilayah Natuna, Panglima TNI resmikan Markas Komando Tempur
Baca juga: Pascaserangan teroris, TNI tingkatkan pengamanan objek vital nasional
"Tujuannya agar mencegah penyebaran virus Corona ke masyarakat lainnya," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya.
Sigit melakukan inspeksi mendadak (sidak) Bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Dalam sidak tersebut, Sigit juga meminta kepada petugas Bhabinkamtibmas, Babinsa, petugas kesehatan dan kelurahan maupun kecamatan atau disebut empat pilar untuk memberikan bantuan pasokan makanan serta obat-obatan bagi warga yang tengah menjalani isolasi mandiri.
Baca juga: Menkes ingin proses penyuntikan vaksin capai 2 juta dosis per hari
"Pastikan dan yakini yang positif tidak keluar-keluar rumah. Tapi pastikan juga kebutuhan obat dan bahan pokok terpenuhi," ujar Sigit.
Mantan Kapolda Banten itu kembali mengingatkan kepada penanggungjawab Posko PPKM Mikro di Kelurahan Ulujami untuk mengatur soal prosedur penanganan wilayah zona merah, oranye dan hijau.
Kedepan, lanjut Sigit, perlu didirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga setempat. Serta, harus dilakukan penyisiran dari awal dengan melaksanakan pelacakan atau tracing.
Baca juga: Kapolri: Jaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri
"Yang bisa masuk hanya petugas. 'lockdown' selama 14 hari ke depan setelah dinyatakan positif. Kebutuhan obat sudah tersedia oleh puskesmas dan keputusan bersama yang menyatakan isolasi mandiri," tutur mantan Kabareskrim Polri ini.
Di sisi lain, Sigit menyebutkan, untuk wilayah Ulujami, nantinya bakal dilakukan kembali proses vaksinasi massal bagi masyarakat setempat.
Baca juga: Panglima TNI-Kapolri diminta tangkap seluruh anggota KKB
Sementara itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meminta kepada seluruh jajaran-nya untuk membantu menyiapkan tempat tidur portabel "velbed" bagi masyatakat setempat.
Panglima juga mengingatkan prosedur penanganan warga yang isolasi mandiri juga diatur sedemikian rupa.
"Kepada Pangdam agar bantu siapkan 'velbed' untuk warga. Orang tanpa gejala (OTG-red) tidak apa-apa dengan prosedur yang sudah, namun kalau ODG harus laksanakan isolasi terkendali atau terpadu," kata Hadi.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menambahkan, terkait penguatan penanganan bagi warga yang sudah dinyatakan positif terpapar virus SARS-CoV-2 tersebut.
Baca juga: TNI dan Polri dukung program 1 juta vaksin per hari
Baca juga: Perkuat wilayah Natuna, Panglima TNI resmikan Markas Komando Tempur
Baca juga: Pascaserangan teroris, TNI tingkatkan pengamanan objek vital nasional
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo perintahkan Kapolri usut tuntas penyiraman air keras aktivis
15 March 2026 16:30 WIB
Terpopuler - Lintas Daerah
Lihat Juga
Kasus kekerasan seksual santriwati di Pati berlanjut, polisi layangkan panggilan kedua
06 May 2026 21:55 WIB
Siswa bobol sistem keamanan NASA asal Pinrang pilih lanjut pendidikan di Unhas
06 May 2026 15:08 WIB