
Kapolri klaim kecelakaan dan fatalitas mudik Lebaran 2026 turun signifikan

Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa, jumlah kecelakaan lalu lintas menurun sebesar 3,23 persen pada arus mudik Lebaran 2026.
Hal itu disampaikan Sigit bersama seluruh stakeholder terkait usai melaksanakan monitoring pengamanan malam Takbiran Lebaran di Pos Terpadu Lapangan Merdeka Polrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat, malam.
Sementara itu, kata Sigit untuk angka fatalitas atau korban meninggal dunia juga mengalami penurunan sebesar 24,61 persen jika dibandingkan pada Operasi Ketupat 2025.
"Oleh karena itu tentunya saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat pemudik," kata Sigit.
Sementara itu, Sigit tak lupa mengimbau kepada seluruh pemudik untuk tetap mengutamakan keselamatan. Ia meminta kepada masyarakat untuk memanfaatkan pos pelayanan yang telah disiapkan untuk berisitirahat.
"Kita tetap berpesan tolong hati-hati di jalan, manfaatkan rest area, manfaatkan pos-pos terpadu yang bisa digunakan untuk beristirahat dan jangan buru-buru untuk cepat sampai namun kemudian membahayakan keselamatan diri maupun keselamatan pengguna jalan yang lain," ujar Sigit.
Lebih dalam, Sigit juga menginstruksikan kepada seluruh personel untuk memberikan pengamanan dan pelayanan optimal saat masyarakat menunaikan Salat Idulfitri (Id) pada seluruh wilayah Indonesia.
"Dan juga besok akan dilaksanakan kegiatan Salat Id yang juga harus dilaksanakan di seluruh wilayah di Indonesia. Dan pasca-itu kemudian tentunya akan ada kegiatan tradisi halal bihalal dan juga kegiatan-kegiatan lanjutan yang tentunya harus kita amankan," tutup Sigit.
Pewarta: Ilham Kausar
Masyarakat diminta manfaatkan layanan Polri 110
Banjarmasin (ANTARA) - Anggota Komisi III DPR RI Endang Agustina meminta masyarakat dapat memanfaatkan layanan kepolisian 110 sehingga inovasi dari Polri itu bisa secara optimal memberikan layanan bagi masyarakat sesuai kebutuhannya di lapangan.
"Inovasi Polri ini sangat bagus, sekarang tinggal masyarakat bisa memanfaatkannya secara optimal," kata dia di Banjarmasin, Jumat.
Menurut Endang, masyarakat yang menggunakan call center darurat Polri itu juga sekaligus bisa mengetahui apakah ketika dihubungi petugas benar-benar merespon atau tidak.
Sehingga bisa menjadi bahan masukan dan evaluasi bagi Polri ketika misalnya tidak benar-benar direspon.
Diakui wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan II itu, setiap inovasi Polri pasti bertujuan baik.
Namun sekarang tinggal personelnya apakah telah melaksanakan secara sungguh-sungguh inovasi yang telah dibuat oleh sistem berbasis teknologi informasi tersebut.
"Prinsipnya kami mendukung inovasi layanan Polri demi menjaga harkamtibmas karena respon cepat sangatlah dibutuhkan masyarakat ketika melaporkan tindak kejahatan, kecelakaan, atau gangguan keamanan lainnya," tegas Endang.
Diketahui call center Polri 110 siap melayani masyarakat 24 jam yang dapat diakses bebas pulsa.
Petugas akan langsung merespons dengan cepat dan meneruskan laporan ke satuan kewilayahan terdekat.
Pewarta : Firman
Uploader: Ronny
COPYRIGHT © ANTARA 2026
