
Banjir rendam satu desa di Kotim

Sampit (ANTARA) - Banjir kembali melanda Desa Sei Ubar Mandiri Kecamatan Cempaga Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah sehingga mulai mengganggu aktivitas masyarakat setempat.
"Penyebab banjir ini diperkirakan imbas curah hujan tinggi di wilayah utara sehingga menyebabkan sungai meluap dan merendam Desa Sei Ubar Mandiri," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, Multazam di Sampit, Kamis.
Desa Sei Ubar Mandiri memang termasuk desa yang menjadi langganan banjir. Desa yang berada di bantaran sungai dan cukup rendah ini mudah terendam akibat luapan sungai saat curah hujan tinggi.
Banjir kali ini merendam dengan ketinggian air berkisar 50 hingga 60 centimeter. Selain badan jalan, banjir juga sudah merendam sebagian rumah warta setempat.
Tercatat 120 kepala keluarga terdampak banjir saat ini. Sebagian besar warga masih bertahan di rumah mereka sehingga mereka bisa kembali beraktivitas.
Multazam mengatakan, Tim Reaksi Cepat BPBD Kotawaringin Timur sudah turun ke lokasi banjir. Mereka mendata dan melakukan pemetaan sebagai bahan pertimbangan penanganan.
"Kami terus memantau perkembangan kondisi di lokasi. Kami berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Mudah-mudahan saja curah hujan berkurang dan banjir segera surut," harap Multazam.
BPBD Kotawaringin Timur mengimbau masyarakat di lokasi banjir dan lokasi rawan banjir untuk selalu waspada terhadap peningkatan curah hujan yang bisa memicu banjir.
"Tadi kami juga dari Kecamatan Teluk Sampit. Posisi Sungai Mentaya lagi pasang dalam. Kami harap masyarakat di bantaran sungai juga mewaspadai kemungkinan banjir rob. Kewaspadaan diperlukan untuk mencegah terjadinya hal tidak diinginkan," demikian Multazam.
Baca juga: Pemkab Kotim tekankan nilai kasih dan kejujuran ASN dalam pelayanan
Baca juga: DPRD Kotim harap kehadiran puskesmas baru tingkatkan layanan kesehatan
Baca juga: Bupati Kotim resmikan 22 fasilitas kesehatan
Pewarta : Norjani
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
