
Super Air Jet mulai sosialisasikan layanan jelang terbang perdana di Sampit

Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memastikan maskapai Super Air Jet (SAJ) akan mulai melayani penerbangan rute langsung Jakarta-Sampit melalui Bandara Haji Asan Sampit, seiring dengan itu sosialisasi dan promosi layanan pun dimulai.
“Hari ini saya menerima perwakilan dari Maskapai Lion Group terkait akan hadirnya penerbangan baru di Kotim, yakni pesawat Super Air Jet yang insyaallah akan landing di Bandara Haji Asan Sampit pada 12 Juni 2026,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati di Sampit, Selasa.
Hal ini ia sampaikan usai pertemuan antara Pemkab Kotim dengan Area Manager SAJ, antara lain yakni Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro dan Area Manager Wings Air Widi Wiyanti.
Dalam rangka sosialisasi dan promosi penerbangan baru SAJ dengan rute Jakarta-Sampit. Kegiatan ini melibatkan antara lain pengusaha travel dan industri di wilayah setempat.
Irawati menyampaikan, berdasarkan keterangan dari Tim Area Manager SAJ, masukan maskapai yang merupakan anak perusahaan dari Lion Group itu sudah dapat dipastikan.
Penerbangan perdana pun telah dijadwalkan pada 12 Juni 2026, kemudian pesawat itu akan melayani penerbangan setiap hari menggunakan pesawat Airbus A320 berkapasitas 180 kursi kelas ekonomi.
Pemerintah daerah menyambut gembira kehadiran maskapai baru ini, sehingga memberikan alternatif tambahan bagi masyarakat Kotim yang ingin melakukan penerbangan dengan rute Jakarta-Sampit melalui Bandara Haji Asan Sampit, tanpa harus ke bandara tetangga.
Baca juga: Jelang Idul Adha, DPKP Kotim periksa kondisi hewan kurban di 55 lokasi
“Jadi masyarakat kalau ingin melakukan penerbangan rute Sampit-Jakarta maupun sebaliknya silakan melalui Bandara Haji Asan Sampit. Tidak usah jauh-jauh ke Palangka Raya atau Pangkalan Bun yang tentunya perlu biaya tambahan untuk bensin atau travel segala macam,” tuturnya.
Irawati menyatakan, Pemkab kotim mendukung penuh penambahan maskapai di Bandara Haji Asan Sampit karena dinilai dapat meningkatkan konektivitas antar wilayah dan mempermudah mobilitas masyarakat dan pelaku usaha, juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kemudahan akses transportasi udara diyakini akan membuka peluang investasi baru dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kotim.
Selain itu, keberadaan maskapai baru juga diperkirakan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat lokal, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sektor pendukung transportasi dan jasa.
Ia juga menyinggung terkait harga tiket penerbangan rute Sampit-Jakarta maupun Jakarta-Sampit saat ini masih berada di kisaran Rp1,5 juta dan sudah tersedia melalui aplikasi maupun situs penjualan tiket daring.
Menurutnya, ini kesempatan bagus bagi masyarakat yang ingin bepergian agar mendapat tiket dengan harga yang lebih terjangkau. Pemerintah daerah juga berharap tarif tersebut tetap stabil di tengah meningkatnya harga avtur dan nilai tukar dolar.
“Mudah-mudahan harga tiket ini tidak ada perubahan. Memang informasi dari Tim Area Manager SAJ tadi, harga tiket ini karena ada distribusi dari kementerian, jadi semoga itu tidak dicabut,” demikian Irawati.
Baca juga: Enam sekolah di Kotim terapkan BDR akibat banjir
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kotim Raihansyah mengungkapkan, penerbangan perdana Pesawat Airbus A320 dari SAJ sebenarnya sempat direncanakan berlangsung pada 7 Mei 2026.
Namun jadwal tersebut mengalami penundaan setelah dilakukan koordinasi bersama AirNav dan BMKG terkait faktor cuaca di wilayah Kalimantan serta penyesuaian slot penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.
“Tadi juga disampaikan bahwa penerbangan perdana dijadwalkan pada 12 Juni 2026. Mohon doa kepada seluruh masyarakat Kotim agar ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada kendala,” ucapnya Raihansyah.
Ia menjelaskan, slot penerbangan dari Jakarta menuju Sampit kini dijadwalkan berangkat sekitar pukul 11.45 WIB dan diperkirakan tiba di Sampit sekitar pukul 14.30 WIB. Jadwal tersebut juga telah terkoneksi dengan sejumlah rute lain dalam jaringan penerbangan Lion Group.
Raihansyah juga menyampaikan, bahwa seluruh aspek teknis operasional pada dasarnya telah dinyatakan siap, mulai dari perizinan, slot penerbangan, kesiapan engineering hingga aspek keselamatan penerbangan.
Pemerintah daerah bersama pengelola Bandara Haji Asan Sampit kini hanya melakukan pengecekan akhir untuk memastikan operasional berjalan lancar.
“Kalau secara teknis sebenarnya sudah clear semua. Perizinan, slot dari Cengkareng, dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, obstacle (rintangan) di bandara, sampai engineering sudah clear. Tinggal memastikan lagi nanti di awal bulan supaya 100 persen siap,” ucapnya.
Baca juga: ASN Pemkab Kotim dikerahkan bersihkan drainase atasi banjir di Baamang
Ia menambahkan, pesawat Airbus A320 nantinya dapat mengangkut penumpang secara penuh, berbeda dari keterangan pada pertemuan sebelumnya yang menyebutkan bahwa kapasitas angkut penumpang hanya bisa sekitar 70 persen karena kondisi landasan pacu di Sampit yang belum memadai.
Hal ini lantaran ada penyesuain dari kapasitas bagasi gratis dari sebelumnya 20 kilogram menjadi 10 kilogram. Namun masyarakat tetap dapat memanfaatkan layanan pengiriman barang melalui Lion Parcel yang telah tersedia di Kotim.
“Kalaupun nantinya penumpangnya tidak penuh, maka otomatis kapasitas bagasinya bisa bertambah. Jadi ada konsekuensi untuk penyesuaian itu,” pungkasnya.
Di sisi lain, Corporate Communications Strategic Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menyampaikan, penerbangan perdana Super Air Jet menuju Sampit akan menggunakan pesawat Airbus A320 generasi modern dengan frekuensi satu kali sehari atau tujuh kali dalam seminggu.
“Jadi, Super Air Jet akan menerbangkan perdana rute Jakarta ke Sampit menggunakan pesawat generasi modern Airbus A320 dengan kapasitas 180 kursi kelas ekonomi,” sebutnya.
Danang menjelaskan, rute Jakarta-Sampit tidak hanya menghubungkan dua kota tersebut, tetapi juga membuka akses perjalanan dari lebih dari 15 kota lain melalui jaringan transit Lion Group di Jakarta. Sejumlah kota yang terkoneksi antara lain Medan, Padang, Pekanbaru, Batam, Palembang, Pangkal Pinang, Belitung, Yogyakarta, Solo hingga beberapa kota internasional seperti Kuala Lumpur, Penang, Singapura dan Bangkok.
Disamping itu, masyarakat dari wilayah Indonesia timur seperti Bali, Lombok, Makassar, Kendari, Palu hingga Ternate juga dinilai akan lebih mudah menuju Sampit melalui konektivitas penerbangan tersebut.
Hal ini dikarenakan, Jakarta merupakan pusat penghubung perjalanan dari dan menuju berbagai wilayah di Indonesia maupun luar negeri.
Baca juga: Legislator Kotim usul pemeriksa STNK dan tangki kendaraan saat isi BBM subsidi
Danang juga optimistis pesawat Airbus A320 dengan kapasitas 180 kursi dapat terisi maksimal. Apalagi setelah melihat perkembangan dari salah satu anak perusahaan Lion Group lainnya, yakni Maskapai Wings Air yang lebih dulu beroperasi di Bandara Haji Asan Sampit sejak Maret lalu.
“Wings Air yang tadinya dijadwalkan tiga kali seminggu, mulai 1 Juni nanti kami tingkatkan menjadi sekali sehari atau tujuh kali seminggu. Dan kami juga optimis didukung dengan pemberitaan dan promosi yang positif tentang Kotim tentu akan menarik minat orang untuk datang ke Kotim melalui Sampit,” tuturnya.
Ia menilai promosi melalui media massa dan media sosial dapat membantu memperkenalkan potensi wisata maupun UMKM daerah, termasuk wisata susur sungai dan produk kerajinan lokal yang dinilai memiliki daya tarik bagi wisatawan.
“Kami ingin mempopulerkan Sampit sekaligus mengajak warga Kotawaringin Timur untuk menceritakan keunggulan dan daya tarik daerahnya masing-masing agar semakin banyak orang datang ke Sampit dan memberikan efek positif bagi perekonomian,” tambahnya.
Terkait tarif penerbangan, Danang memastikan pihak maskapai tetap mengikuti ketentuan pemerintah mengenai tarif batas atas dan berupaya menjaga harga tiket tetap terjangkau meski biaya operasional penerbangan terus meningkat.
Namun menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap rute Jakarta-Sampit juga membuka peluang penambahan frekuensi penerbangan dan harga tiket di masa mendatang apabila tingkat keterisian penumpang terus meningkat.
Dalam kesempatan ini, ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, pengelola bandara dan seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan pembukaan rute baru tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Pemkab Kotim, Manajemen Bandara Haji Asan Sampit dan seluruh pemangku kepentingan karena infrastruktur bandara kini sudah mendukung operasional Airbus A320 sehingga memberikan optimisme terhadap pertumbuhan perjalanan masyarakat maupun pebisnis,” demikian Danang.
Baca juga: Pemkab Kotim susun strategi bantu UMKM untuk bertahan
Baca juga: Komisi I DPRD Kotim dorong pembentukan tim terpadu berantas rokok ilegal
Baca juga: Kompetensi kader Posyandu di Kotim diperkuat untuk terapkan 6 SPM
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
