Tamiang Layang (ANTARA) - Lurah Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, Euis Nantika menyatakan ada sejumlah Rukun Tetangga RT kebanjiran akibat intensitas hujan selama 24 jam.

“Sejumlah RT tersebut diantaranya RT 03, 06, 11, 12, 20, 22 dan 24,” kata Euis Nantika saat dihubungi dari Tamiang Layang, Rabu.

Pihak Kelurahan Ampah Kota bersama Kecamatan Dusun Tengah meninjau lokasi banjir dan diketahui banjir terparah ada pada wilayah RT 06 Kompleks Madrasah, dengan ketinggian air sepinggang orang dewasa.

Saat ini, katanya, kondisi banjir mulai surut. Walaupun demikian pihaknya akan terus memantau kondisi banjir setiap saat dan melaporkannya secara berjenjang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Barito Timur Riza Rahmadi mengatakan, debit air Sungai Karau dalam titik aman. Artinya, kata dia, banjir pada Ampah Kota dan sekitarnya tidak dipengaruhi luapan air Sungai Karau.

Menurutnya, intensitas hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Putai Idi dan Sungai Takuam meluap. Ini karena ada penyumbatan pada aliran sungai tersebut.

“Setelah dilakukan pengecekan, diketahui saluran air sungai pada gorong-gorongnya tersumbat dan setelah dibersihkan air bisa mengalir deras sehingga ada penurunan debit air di lokasi banjir,” dijelaskan Riza.

Riza juga memerintahkan jajarannya meninjau kondisi banjir dan mendata warga terdampak banjir di RT 01 Desa Lebo, Kecamatan Pematang Karau.

Disampaikannya, intensitas hujan yang tinggi membuat beberapa rumah warga di Desa Lenggang, Kecamatan Raren Batuah kebanjiran dan ada satu titik kerusakan pada ruas jalan nasional rute Ampah-Muara Teweh yang cukup mengkhawatirkan.

“Selain BPBD dan Polres Barito Timur, disana juga ada rekan-rekan relawan yang membantu mengevakuasi warga yang sakit dan sejumlah barang berharga,” paparnya.

Sementara itu Kapolres Barito Timur, AKBP Afandi Eka Putra menegaskan, air Sungai Putai Idi dan Sungai Takuam meluap karena penyumbatan di gorong-gorong dan adanya penyempitan.

“Setelah dibersihkan anggota Polsek Dusun Tengah bersama relawan dan warga, air mengalir deras dan terjadi penurunan debit air di lokasi-lokasi banjir,” kata Afandi.

Meski demikian, kata dia, Polres Barito Timur tetap menyiagakan sejumlah personel untuk membantu warga jika terjadi hujan susulan dengan intensitas tinggi dan terjadi peningkatan air.

Afandi juga memerintahkan sejumlah anggota Satlantas memasang police line pada gorong-gorong yang amblas pada jalan nasional rute Ampah-Muara Teweh di wilayah RT 04 Desa Lenggang, Kecamatan Raren Batuah, agar warga terhindar dari musibah maupun kecelakaan lalu lintas.

“Sudah kami lakukan koordinasi ke sejumlah pihak termasuk Kementerian PUPR dan dengan prediksi terburuk jika jalan longsor dan tidak bisa dilewati, maka jalan angkutan tambang setempat bisa menjadi alternatif,” demikian Afandi.


Pewarta : Habibullah
Uploader : Admin 4
Copyright © ANTARA 2024