Palangka Raya (ANTARA) - Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah M Hasan Busyairi meminta warga yang berada di Daerah Aliran Sungai Kahayan meningkatkan kewaspadaannya karena debit air meningkat dan sudah memasuki permukiman.

"Yang paling bahaya itu adalah jaringan listrik jangan sampai terendam di air, karena dapat membahayakan nyawa warga di sekitar," kata Hasan saat dihubungi di Palangka Raya, Jumat.

Menurutnya, masyarakat harus memerhatikan jaringan listrik yang bisa terendam banjir dan dapat menimbulkan bahaya bagi penghuni rumah atau warga setempat.

"Semoga saja apa yang kami khawatirkan ini tidak terjadi dan masyarakat yang permukimannya terendam luapan air Sungai Kahayan tetap waspada terkait bahaya lainnya," ungkapnya.

Politisi Partai Golkar Palangka Raya itu juga berharap peran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di daerah setempat, untuk bisa memantau daerah mana saja yang diprediksi akan terkena dampak luapan air sungai.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi keadaan serta hal-hal negatif yang bisa menimpa warga. Kendati sudah berpengalaman, dikhawatirkan hal lain yang tidak terantisipasi berdampak negatif bagi masyarakat.

"Tidak ada salahnya mengingatkan, karena kita tidak ada yang tahu kejadian-kejadian di luar pemikiran kita bisa terjadi dan menimpa warga," tandasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pemukiman warga seperti di Jalan Mendawai, Pelatuk, Sakan dan lainnya sudah ada yang terendam namun luapan air sungai belum masuk ke rumah. Debit air diprediksi akan meningkat karena beberapa hari ini 'Kota Cantik' sering diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.

Pewarta : Adi Wibowo
Uploader : Admin 4
Copyright © ANTARA 2024