Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah terus menggandeng sejumlah pihak dalam mempercepat terwujudnya Smart City atau Kota Cerdas, kali ini dengan melibatkan perbankan.

"Hari ini dilakukan MoU (nota kesepahaman) dengan BNI terkait upaya dalam mendukung terwujudnya Smart City. Bentuk kerjasamanya diantaranya kemudahan transaksi secara online cukup dari kantor, sehingga tidak perlu repot datang ke bank dan membawa banyak berkas," kata Bupati Halikinnor di Sampit, Senin.

Penandatanganan kerjasama itu dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Kotawaringin dengan BNI yang ditandatangani Halikinnor, serta antara Badan Pendapat Daerah dengan BNI yang ditandatangani Kepala Badan Pendapatan Daerah Ramadansyah dengan pimpinan BNI setempat.

Halikinnor mengatakan, Smart City tidak hanya kepentingan pemerintah daerah, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Nantinya semua pelayanan diupayakan dengan sistem digital atau online sehingga masyarakat semakin mudah untuk mendapatkan berbagai pelayanan tersebut.

Disadari, cukup berat bagi pemerintah mewujudkan Smart City jika tidak didukung semua pihak. Untuk itulah pemerintah daerah berupaya menggandeng dan melibatkan banyak pihak sesuai bidang masing-masing.

Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menggandeng perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Smart City. Kerjasama itu dalam hal peningkatan sumber daya manusia aparatur negeri sipil (ASN) setempat.

Baca juga: DPRD Kotim dukung Raperda Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung

Sementara itu kerja sama dengan perbankan ini segera ditindaklanjuti secara rinci bentuk kerja sama yang akan dijalankan. Halikinnor berharap ini akan membawa dampak positif bagi kedua belah pihak.

Selain terkait pencapaian Smart City, Halikinnor berharap kerja sama ini juga mencakup hal lain seperti dukungan perbankan terhadap pembangunan daerah melalui program CSR (corporate social responsibility) atau tanggung jawab sosial perusahaan.

Perbankan diharapkan juga membantu dalam bidang lain seperti pendidikan, kesehatan, pengembangan pariwisata dan lainnya. Saat ini banyak potensi di Kotawaringin Timur yang belum bisa dioptimalkan karena terbatasnya kemampuan pemerintah daerah.

"Perbankan bisa membantu, misalnya pengembangan pariwisata Pantai Ujung Pandaran dan Betang Tumbang Gagu dengan membantu membangun fasilitas pelengkapnya. Selain itu perbankan juga bisa membantu dalam hal mesin pengolahan sampah supaya membawa manfaat bagi masyarakat," demikian Halikinnor.

Baca juga: Kepala Kantor Imigrasi Sampit lantik dua pejabat administrator

Baca juga: Banjir di Kotim meluas menjadi delapan kecamatan

Baca juga: Legislator Kotim minta pemkab sigap bantu korban banjir


Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024