Xiaomi hadirkan terobosan teknologi baterai
Minggu, 12 Desember 2021 19:55 WIB
Ilustrasi Xioami (REUTERS)
Jakarta (ANTARA) - Xiaomi mengumumkan terobosan baru dalam teknologi baterai yang menyusutkan ukuran sebesar 10 persen, memungkinkan baterai yang lebih padat pada volume yang sama, dan secara efektif meningkatkan masa pakai baterai hingga 100 menit.
Dikutip Gizmochina, Minggu, baterai generasi baru menggunakan "teknologi suplemen lithium silikon tingkat tinggi", dengan memakai kandungan silikon yang meningkat tiga kali lipat.
Banyak pengurangan ruang yang dibutuhkan baterai baru juga berkaitan dengan bagaimana PCM (modul atau papan sirkuit perlindungan) disejajarkan.
Xiaomi mengatakan bahwa PCM tidak lagi datar, sebaliknya berada pada sudut 90 derajat ke sel baterai yang menghemat cukup banyak ruang.
Selain itu, baterai juga dilengkapi dengan chip pengukur bahan bakar khusus, menggunakan algoritma yang dikembangkan sendiri dan menganalisis data untuk menawarkan keamanan yang ditingkatkan.
Perilaku pengisian daya di malam hari juga dipantau untuk menghindari status pengisian daya penuh jangka panjang dan memperlambat penuaan baterai.
Tidak hanya itu, baterai juga dapat mendeteksi musim bersuhu tinggi dan menyesuaikan suhunya.
Produksi massal baterai akan dimulai pada paruh kedua tahun depan, sehingga diperkirakan ponsel Xiaomi yang menggunakan teknologi baterai tersebut akan hadir pada akhir 2022.
Sebelumnya, orang dalam industri telah mengungkapkan bahwa Xiaomi saat ini sedang menguji teknologi pengisian daya flash 100W yang ditingkatkan untuk kapasitas baterai besar yang tidak hanya akan meningkatkan waktu pengisian daya secara signifikan tetapi juga akan secara serius mempertimbangkan umur panjang baterai.
Dikutip Gizmochina, Minggu, baterai generasi baru menggunakan "teknologi suplemen lithium silikon tingkat tinggi", dengan memakai kandungan silikon yang meningkat tiga kali lipat.
Banyak pengurangan ruang yang dibutuhkan baterai baru juga berkaitan dengan bagaimana PCM (modul atau papan sirkuit perlindungan) disejajarkan.
Xiaomi mengatakan bahwa PCM tidak lagi datar, sebaliknya berada pada sudut 90 derajat ke sel baterai yang menghemat cukup banyak ruang.
Selain itu, baterai juga dilengkapi dengan chip pengukur bahan bakar khusus, menggunakan algoritma yang dikembangkan sendiri dan menganalisis data untuk menawarkan keamanan yang ditingkatkan.
Perilaku pengisian daya di malam hari juga dipantau untuk menghindari status pengisian daya penuh jangka panjang dan memperlambat penuaan baterai.
Tidak hanya itu, baterai juga dapat mendeteksi musim bersuhu tinggi dan menyesuaikan suhunya.
Produksi massal baterai akan dimulai pada paruh kedua tahun depan, sehingga diperkirakan ponsel Xiaomi yang menggunakan teknologi baterai tersebut akan hadir pada akhir 2022.
Sebelumnya, orang dalam industri telah mengungkapkan bahwa Xiaomi saat ini sedang menguji teknologi pengisian daya flash 100W yang ditingkatkan untuk kapasitas baterai besar yang tidak hanya akan meningkatkan waktu pengisian daya secara signifikan tetapi juga akan secara serius mempertimbangkan umur panjang baterai.
Pewarta : Fathur Rochman
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Barut adakan pelatihan teknologi digital untuk tingkatkan daya saing UMK
06 February 2026 18:45 WIB
'Update' terkini, waktu peluncuran hingga Kartu Huma Betang berbasis teknologi
29 January 2026 17:06 WIB
Forum Human Capital Indonesia dorong integrasi teknologi dan tata kelola SDM BUMN
22 January 2026 23:38 WIB
UMPR jajaki kerja sama internasional dengan Universiti Teknologi MARA Malaysia
21 January 2026 17:25 WIB
Akademisi: Pengendalian hama terpadu kunci tingkatkan produksi kelapa sawit
31 December 2025 16:42 WIB
Berbasis teknologi penuh, Kartu Huma Betang hadir lebih praktis dan cegah penyimpangan
30 December 2025 11:23 WIB