PLN operasikan SUTT Andoolo-Kasipute optimalkan energi bersih
Selasa, 28 Desember 2021 19:26 WIB
Ilustrasi - Infrastruktur SUTT 150kV Andoolo-Kasipute. (ANTARA/HO-PLN)
Jakarta (ANTARA) - PT PLN (Persero) mengoperasikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kv) Andoolo - Kasipute dan Gardu Induk (GI) 150 kV Kasipute yang bisa mengoptimalkan pembangkit energi bersih dan membantu pemerintah dalam mencapai target netralitas karbon pada 2060.
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi Defiar Anis mengatakan pengoperasian kedua infrastruktur ini dengan keberhasilan dalam pemberian tegangan pertama atau energize melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tenggara.
"Kedua pekerjaan ini berhasil energize pada tanggal 21 Desember 2021 pukul 21.50 WITA," kata Anis dalam keterangan pers yang dikutip di Jakarta, Selasa.
Anis menyampaikan penggunaan produk dalam negeri pada pembangunan SUTT 150 kv Andoolo - Kasipute dan GI 150 kV Kasipute mencapai 72 persen melebihi nilai standar yang tetapkan oleh Kementerian Perindustrian.
"Dalam setiap pembangunan infrastruktur kelistrikan, Kami berkomitmen memenuhi TKDN seperti yang diarahkan pemerintah," ujarnya.
Infrastruktur SUTT 150kV Andoolo-Kasipute yang memiliki lintasan sepanjang 122,7 kilometer sirkuit (KMS) ditopang dengan tower sebanyak 184 Tip dan Gardu Induk (GI) 150 kV Kasipute akan menghentikan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 7.000 kilovolt ampere (kva) yang terletak di Kabupaten Bombana.
Baca juga: PLN akan bangun 21 SPKLU untuk mobil listrik KTT G20 di Bali
Anis menjelaskan bahwa infrastruktur kelistrikan tersebut akan mengalirkan listrik dari pembangkit berbasis energi baru terbarukan yang terdapat di Sulawesi, seperti dari PLTA Poso yang memiliki kapasitas 515 megawatt atau PLTA Malea yang berkapasitas 2x45 megawatt.
Menurutnya, infrastruktur SUTT 150 kv Andoolo-Kasipute dan GI 150 kv Kasipute akan mendukung salah satu program transformasi PLN yang masuk ke dalam pilar green dan mempercepat program netralitas karbon pemerintah Indonesia pada 2060.
Sebelumnya, beberapa kecamatan di Kabupaten Bombana masih isolated menggunakan PLTD Ladumpi sebagai sumber pembangkit listrik.
"Dengan adanya kedua infrastruktur ini, maka Kabupaten Bombana sudah tersambung ke dalam sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan dan keandalan sistem kelistrikan di Kabupaten Bombana akan lebih handal dari sebelumnya,” jelas Anis.
Lebih lanjut dia berharap dengan meningkatnya keandalan sistem kelistrikan di Bombana dapat mendorong investasi di Sulawesi Tenggara, terkhusus Kabupaten Bombana.
Saat ini sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan memiliki cadangan daya sebesar 791,5 megawatt dengan daya mampu mencapai 2309,1 megawatt dan beban puncak sebesar 1517,6 megawatt.
Baca juga: PLN bantu Rp200 juta untuk konservasi terumbu karang Raja Ampat
Baca juga: Erick Thohir pastikan persiapan PLN suplai listrik untuk KTT G20 di Bali
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi Defiar Anis mengatakan pengoperasian kedua infrastruktur ini dengan keberhasilan dalam pemberian tegangan pertama atau energize melalui Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tenggara.
"Kedua pekerjaan ini berhasil energize pada tanggal 21 Desember 2021 pukul 21.50 WITA," kata Anis dalam keterangan pers yang dikutip di Jakarta, Selasa.
Anis menyampaikan penggunaan produk dalam negeri pada pembangunan SUTT 150 kv Andoolo - Kasipute dan GI 150 kV Kasipute mencapai 72 persen melebihi nilai standar yang tetapkan oleh Kementerian Perindustrian.
"Dalam setiap pembangunan infrastruktur kelistrikan, Kami berkomitmen memenuhi TKDN seperti yang diarahkan pemerintah," ujarnya.
Infrastruktur SUTT 150kV Andoolo-Kasipute yang memiliki lintasan sepanjang 122,7 kilometer sirkuit (KMS) ditopang dengan tower sebanyak 184 Tip dan Gardu Induk (GI) 150 kV Kasipute akan menghentikan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkapasitas 7.000 kilovolt ampere (kva) yang terletak di Kabupaten Bombana.
Baca juga: PLN akan bangun 21 SPKLU untuk mobil listrik KTT G20 di Bali
Anis menjelaskan bahwa infrastruktur kelistrikan tersebut akan mengalirkan listrik dari pembangkit berbasis energi baru terbarukan yang terdapat di Sulawesi, seperti dari PLTA Poso yang memiliki kapasitas 515 megawatt atau PLTA Malea yang berkapasitas 2x45 megawatt.
Menurutnya, infrastruktur SUTT 150 kv Andoolo-Kasipute dan GI 150 kv Kasipute akan mendukung salah satu program transformasi PLN yang masuk ke dalam pilar green dan mempercepat program netralitas karbon pemerintah Indonesia pada 2060.
Sebelumnya, beberapa kecamatan di Kabupaten Bombana masih isolated menggunakan PLTD Ladumpi sebagai sumber pembangkit listrik.
"Dengan adanya kedua infrastruktur ini, maka Kabupaten Bombana sudah tersambung ke dalam sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan dan keandalan sistem kelistrikan di Kabupaten Bombana akan lebih handal dari sebelumnya,” jelas Anis.
Lebih lanjut dia berharap dengan meningkatnya keandalan sistem kelistrikan di Bombana dapat mendorong investasi di Sulawesi Tenggara, terkhusus Kabupaten Bombana.
Saat ini sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan memiliki cadangan daya sebesar 791,5 megawatt dengan daya mampu mencapai 2309,1 megawatt dan beban puncak sebesar 1517,6 megawatt.
Baca juga: PLN bantu Rp200 juta untuk konservasi terumbu karang Raja Ampat
Baca juga: Erick Thohir pastikan persiapan PLN suplai listrik untuk KTT G20 di Bali
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor : Rachmat Hidayat
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pertamina: Pasokan energi periode Natal-Tahun Baru aman untuk wilayah Kalimantan
26 December 2025 7:02 WIB
Pemkab Barut harapkan pengembangan lapangan gas Karendan bermanfaat bagi masyarakat
18 December 2025 17:23 WIB
Bahlil dan Purbaya dipanggil Prabowo ke Istana, isu penting apa yang dibahas?
27 November 2025 18:08 WIB
Percepat pasokan energi, Meta berencana memasuki bisnis perdagangan listrik
24 November 2025 13:20 WIB
PLN Journalist Awards 2025 apresiasi bagi pewarta penggerak literasi energi nasional
02 October 2025 8:48 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Restrukturisasi pegawai, Menkeu Purbaya ganti pejabat Bea Cukai di 5 pelabuhan
28 January 2026 9:02 WIB
Rupiah tertekan ke Rp17 ribu per dolar AS, Purbaya pastikan segera menguat
19 January 2026 20:08 WIB