Sampit (ANTARA) - Belum ditanganinya kerusakan parah Jalan Mohammad Hatta atau lingkar selatan Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah, membuat sopir berinisiatif mengumpulkan sumbangan untuk memperbaiki jalan yang merupakan kewenangan pemerintah provinsi tersebut. 

"Kami berharap pemerintah cepat tanggap. Kasihan kami para sopir harus menempuh risiko ketika melintasi jalan ini karena jalannya rusak parah," kata Teguh, salah seorang sopir di Sampit, Kamis. 

Jalan lingkar selatan membentang sepanjang 7,5 kilometer dari Bundaran Balanga Jalan Jenderal Sudirman hingga Bundaran KB Jalan HM Arsyad. Ruas jalan ini dikhususkan untuk angkutan berat dari maupun menuju Pelabuhan Bagendang sehingga tidak masuk melintasi jalan dalam Kota Sampit. 

Untuk menghimpun dana, para sopir meletakkan keranjang tempat meletakkan uang di muara jalan lingkar selatan sekitar Bundaran KB Jalan HM Arsyad. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan membeli material untuk menimbun lubang yang ada di sejumlah titik di jalan tersebut. 

Teguh berharap, kerusakan jalan lingkar selatan segera diperbaiki. Jika anggaran pemerintah belum mencukupi untuk mengaspal jalan tersebut, setidaknya bisa diperbaiki dengan cara ditimbun dan diratakan sehingga jalan bisa tetap fungsional. 

Jalan lingkar selatan diharapkan tetap bisa dilewati sehingga angkutan berat tidak perlu sampai melewati jalan dalam kota. Untuk itu pemerintah diharapkan segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut. 

"Kami juga tidak ingin lewat jalan dalam kota karena sangat berisiko dan repot. Tapi dengan kondisi jalan lingkar selatan rusak saat ini, ini juga berisiko tinggi karena lubangnya dalam," kata Teguh. 

Yoyo, sopir lainnya menilai kondisi jalan lingkar selatan saat ini sudah tidak layak dilewati. Dia menghitung, setidaknya ada empat titik kenangan yang sangat dalam dengan kedalaman sekitar 50 centimeter sehingga sangat berisiko bagi angkutan berat. 

Baca juga: Pemkab Kotim masih prioritaskan vaksinasi dosis kedua

Kerusakan jalan saat ini dinilai sudah sangat mengganggu. Selain membuat perjalanan menuju Pelabuhan Bagendang menjadi lebih lama, perjalanan juga menjadi lebih berisiko. 

"Kalau salah perhitungan, truk bisa terguling karena lubangnya cukup dalam, sementara untuk lewat kota tidak diperbolehkan. Kami berharap ini segera ditangani," kata Yoyo. 

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menjanjikan mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar pada awal 2021 lalu untuk memperbaiki Jalan Mohammad Hatta atau lingkar selatan. Namun hingga tahun berganti, janji itu belum juga direalisasikan. 

Sementara itu akhir Maret 2021 lalu Dinas Pekerjaan Umum Kotawaringin Timur mengerahkan alat berat mereka untuk memperbaiki secara darurat ruas jalan tersebut menggunakan material agregat kelas B sumbangan sopir dan perusahaan. 

Saat itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kotawaringin Timur Machmoer mengatakan, penanganan tersebut bersifat darurat hanya bertahan beberapa bulan. Untuk itu pemerintah kabupaten berharap pemerintah provinsi merealisasikan janji memperbaiki jalan tersebut. 

Baca juga: Legislator Kotim prihatin perusahaan sawit tak penuhi komitmen perbaiki jalan

Baca juga: Dua tersangka pencuri motor tak berkutik calon pembelinya ternyata polisi

Baca juga: Polres Kotim tahan dua bersaudara penganiaya warga sedang kerja bakti

Pewarta : Norjani
Uploader : Admin 2
Copyright © ANTARA 2024