Muara Teweh (ANTARA) - Bupati Barito Utara, Kalimantan Tengah, Nadalsyah meminta proses perakitan baja Jembatan Lemo di Desa Lemo II Kecamatan Teweh Tengah  dimulai Januari 2023, jembatan yang melintasi Sungai Barito itu merupakan akses Muara Teweh menuju Palangka Raya dan sebaliknya 

"Perakitan baja jembatan bentang 120 meter tidak mendesak. Sehingga tidak harus selesai di Mei 2022, bulan Oktober-November 2022 tidak apa-apa. Yang kami minta agar pada Januari 2023 dimulai perakitan di Barito Utara," kata Nadalsyah di Muara Teweh, Rabu. 

Nadalsyah juga mengharapkan agar sebelum akhir jabatan sebagai Bupati, Jembatan Lemo dapat fungsional. 

"Kami sangat berharap agar sebelum masa jabatan saya berakhir, jembatan dapat dilewati masyarakat," harap Nadalsyah.

Terkait pekerjaan lainnya, seperti rangka baja jembatan bentang 60 meter di PT Wiratama Globalindo Jaya Jakarta, penumbukan pondasi jembatan dan lainnya, Bupati meminta kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Barito Utara agar dapat menyesuaikan sesuai yang direncanakan. 

"Sehubungan anggaran yang diperlukan sebagian bukan dari APBD, nanti untuk pekerjaan yang dari dana APBD, proses pekerjaan menyesuaikan ketentuan dan aturan yang berlaku," kata Nadalsyah. 

Bupati Nadalsyah didampingi Kadis PUPR Barito Utara M Iman Topik dan pejabat teknis Bidang Bina Marga setempat mengunjungi rekanan PT Indo Trans Konstruksi  dan disambut jajaran perusahaan tersebut yakni General Manager PT Indo Trans Konstruksi, Sugeng Waluyo. di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (29/3). 

Dalam kunjungan ke PT Indo Trans Kontruksi untuk mengetahui progres pabrikasi perakitan baja jembatan bentang 120 meter untuk pembangunan jembatan penyeberangan di Desa Lemo Kecamatan Teweh Tengah. 
  Bupati Barito Utara Nadalsyah dan Kadis PUPR serta pejabat teknis Bidang Bina Marga setempat foto bersama manajemen PT Indo Trans Konstruksi, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (29/3/2022).ANTARA/HO-Prokopim Barito Utara.
Dirut PT Indo Trans Konstruksi Sugeng Waluyo menjelaskan bahwa progres desain jembatan telah selesai 100 persen. 

"Itu telah menyesuaikan dengan petunjuk dari Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ)," kata Sugeng dihadapan Bupati dan Kadis PUPR. 

Pembelian material telah juga 100 persen, untuk proses pabrikasi bahwa pada bulan Mei sudah selesai dilaksanakan. 

"Semua perubahan, baik evaluasi desain dan pabrikasi telah sesuai dengan rekomendasi dari KKJTJ, mudahan semua berjalan sesuai rencana," kata dia lagi.

Kadis PUPR Barito Utara M Iman Topik didampingi GM dan Direktur Teknis PT Indo Trans Konsultasi saat mengecek proses pabrikasi di workshop  perusahaan itu di Cileungsi, Bogor menyampaikan bahwa material jembatan telah siap 100 persen untuk dirakit. 

"Tinggal dilaksanakan uji material dan tahapan perakitan," ucap Topik.

Baca juga: Pemkab Barut mulai bangun Jembatan Lemo

Baca juga: Pemkab Barut pancang tiang pertama Jembatan Lemo

Pekerjaan pembangunan jembatan rangka baja  di Desa Lemo  ini  dengan biaya bersumber dari APBD  Kabupaten Barito Utara dan partisipasi dari PT Mitra Barito untuk pembelian rangka baja bentang 120 meter dan bentang 60 meter.

"Jembatan Lemo termasuk jembatan rangka baja kelas B dengan total panjang 561,65 meter yang terdiri dari rangka baja bentang 120 meter sebanyak satu buah, bentang 60 meter lima buah, balok girder bentang 25 sebanyak dua buah," kata Topik.

Untuk lebar jembatan 6 meter ditambah 0,5 meter trotoar kiri dan kanan. Sedangkan untuk pondasi jembatan menggunakan pipa baja diameter 600 milimeter dan tebal 12 milimeter.

"Pekerjaan jembatan ini hingga selesai nanti memerlukan biaya sebesar Rp143,7 miliar, di luar rangka baja yang dibeli oleh PT Mitra Barito," jelas Topik.

Baca juga: Bupati ajak pengusaha bantu pembangunan Barito Utara

Baca juga: Pakai dana pribadi, Nadalsyah bantu sebagian pembangunan Jembatan Lemo

Baca juga: Bangun jembatan, Bupati Barut tinjau pabrik baja di Jawa Barat

Pewarta : Kasriadi
Uploader : Admin 1
Copyright © ANTARA 2024