Harga daging sapi di Jakarta Rp150 ribu per kilogram
Selasa, 7 Juni 2022 13:42 WIB
Pedagang daging sapi di Pasar Slipi, Jakarta Barat, Selasa (6/7/2022). ANTARA/Walda
Jakarta (ANTARA) - Harga daging sapi di Pasar Slipi, Jakarta Barat masih Rp150 ribu per kilogram (kg) karena pasokan komoditas itu ke pedagang dari rumah potong hewan (RPH) masih relatif tinggi meski Lebaran Idul Fitri sudah berlalu sebulan lebih.
"Dari kemarin sampai sekarang masih di angka Rp150.000 per kilogram. Belum kembali ke harga sebelum Lebaran karena dari RPH memang masih tinggi," kata salah seorang pedagang daging sapi di Pasar, Slipi, Ade, Selasa.
Ade mengatakan semula harga daging sempat menyentuh angka Rp170.000 per kilogram beberapa hari sebelum Lebaran.
Setelah Lebaran, harga mulai turun, namun tidak terlalu jauh hingga akhirnya terhenti di angka Rp150.000 per kilogram.
Padahal, lanjut Ade, harga normalnya hanya mencapai Rp120.000 per kilogram.
"Kalau harga tetap di Rp.150.000, kita juga susah jualnya. Sedangkan stok daging yang belum terjual masih banyak," kata dia.
Oleh karena itu, dirinya berencana akan menjual dengan harga murah demi menghabiskan stok daging yang ada.
"Ya bakal jual murah pada akhirnya. Biar modal balik aja, sudah tidak cari untung lagi," jelasnya.
Hal yang sama juga dikatakan pedagang daging yang lain, Baari.
Dia mengaku sulit untuk menjual daging sapi Rp150.000 per kilogram.
"Biasanya saya bisa jual 20 sampai 30 kilogram per hari. Kalau sekarang jual 10 kilogram saja susah," kata dia.
Akibatnya, omset penjualan Baari turun hingga 50 persen.
Dia berharap pemerintah campur tangan untuk menurunkan harga daging dari RPH.
Permudah warga
Di saat yang sama, Kepala Pasar Slipi, Hendra Silalahi, mengaku sudah melakukan upaya guna memudahkan warga membeli daging dengan harga murah.
Upaya yang dilakukan adalah memastikan stok daging sapi di Mini Distributor Center (Mini DC) tersedia.
"Kita pastikan stok tersedia walaupun terbatas," kata Hendra.
Per kilogramnya, daging sapi di Mini DC dibandrol dengan harga Rp35.000.
Walau demikian, tidak semua warga bisa membeli daging di Mini DC.
Hanya warga yang memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP) saja yang bisa belanja di Mini DC.
Sebelumnya, kenaikan harga daging sapi murni juga terjadi di pasar tradisional di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah kembali mengalami kenaikan dari yang sebelumnya Rp150.000 menjadi Rp160.000 per kilogram.
"Harga daging sapi murni di Pasar Kahayan awal pekan lalu per kilogram Rp160.000 kemudian pada pertengahan pekan turun menjadi Rp150.000 dan saat ini kembali naik jadi Rp160.000," kata Kabid Perdagangan, Dinas Perdagangan, Koperasi UMKM dan Perindustrian (DPKUMKMP) Palangka Raya, Hadriansyah di Palangka Raya, Sabtu.
Dia mengatakan, kenaikan harga ini salah satunya karena imbas isu merebaknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di luar daerah, seperti di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur.
Meskipun tidak ditemukan kasus PMK untuk sapi di "Kota Cantik", namun perkembangan kesehatan hewan ternak itu berdampak terhadap proses pemasokan sapi ke Palangka Raya serta memengaruhi daya beli masyarakat terhadap daging sapi.
Hadriansyah mengatakan, selain daging sapi murni, harga sejumlah bahan pangan juga mengalami kenaikan yakni pada cabai merah keriting, cabai merah biasa dan cabai rawit merah dan hijau.
"Untuk cabai merah keriting dan cabai merah biasa naik dari Rp70.000 menjadi Rp90.000 per kilogram. Sementara untuk cabai rawit merah dan hijau dari Rp80.000 menjadi Rp100.000 per kilogramnya," katanya.
"Dari kemarin sampai sekarang masih di angka Rp150.000 per kilogram. Belum kembali ke harga sebelum Lebaran karena dari RPH memang masih tinggi," kata salah seorang pedagang daging sapi di Pasar, Slipi, Ade, Selasa.
Ade mengatakan semula harga daging sempat menyentuh angka Rp170.000 per kilogram beberapa hari sebelum Lebaran.
Setelah Lebaran, harga mulai turun, namun tidak terlalu jauh hingga akhirnya terhenti di angka Rp150.000 per kilogram.
Padahal, lanjut Ade, harga normalnya hanya mencapai Rp120.000 per kilogram.
"Kalau harga tetap di Rp.150.000, kita juga susah jualnya. Sedangkan stok daging yang belum terjual masih banyak," kata dia.
Oleh karena itu, dirinya berencana akan menjual dengan harga murah demi menghabiskan stok daging yang ada.
"Ya bakal jual murah pada akhirnya. Biar modal balik aja, sudah tidak cari untung lagi," jelasnya.
Hal yang sama juga dikatakan pedagang daging yang lain, Baari.
Dia mengaku sulit untuk menjual daging sapi Rp150.000 per kilogram.
"Biasanya saya bisa jual 20 sampai 30 kilogram per hari. Kalau sekarang jual 10 kilogram saja susah," kata dia.
Akibatnya, omset penjualan Baari turun hingga 50 persen.
Dia berharap pemerintah campur tangan untuk menurunkan harga daging dari RPH.
Permudah warga
Di saat yang sama, Kepala Pasar Slipi, Hendra Silalahi, mengaku sudah melakukan upaya guna memudahkan warga membeli daging dengan harga murah.
Upaya yang dilakukan adalah memastikan stok daging sapi di Mini Distributor Center (Mini DC) tersedia.
"Kita pastikan stok tersedia walaupun terbatas," kata Hendra.
Per kilogramnya, daging sapi di Mini DC dibandrol dengan harga Rp35.000.
Walau demikian, tidak semua warga bisa membeli daging di Mini DC.
Hanya warga yang memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP) saja yang bisa belanja di Mini DC.
Sebelumnya, kenaikan harga daging sapi murni juga terjadi di pasar tradisional di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah kembali mengalami kenaikan dari yang sebelumnya Rp150.000 menjadi Rp160.000 per kilogram.
"Harga daging sapi murni di Pasar Kahayan awal pekan lalu per kilogram Rp160.000 kemudian pada pertengahan pekan turun menjadi Rp150.000 dan saat ini kembali naik jadi Rp160.000," kata Kabid Perdagangan, Dinas Perdagangan, Koperasi UMKM dan Perindustrian (DPKUMKMP) Palangka Raya, Hadriansyah di Palangka Raya, Sabtu.
Dia mengatakan, kenaikan harga ini salah satunya karena imbas isu merebaknya kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di luar daerah, seperti di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur.
Meskipun tidak ditemukan kasus PMK untuk sapi di "Kota Cantik", namun perkembangan kesehatan hewan ternak itu berdampak terhadap proses pemasokan sapi ke Palangka Raya serta memengaruhi daya beli masyarakat terhadap daging sapi.
Hadriansyah mengatakan, selain daging sapi murni, harga sejumlah bahan pangan juga mengalami kenaikan yakni pada cabai merah keriting, cabai merah biasa dan cabai rawit merah dan hijau.
"Untuk cabai merah keriting dan cabai merah biasa naik dari Rp70.000 menjadi Rp90.000 per kilogram. Sementara untuk cabai rawit merah dan hijau dari Rp80.000 menjadi Rp100.000 per kilogramnya," katanya.
Pewarta : Walda Marison
Editor : Ronny
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kalapas Enemawira tak diberi jabatan lagi usai paksa napi makan daging anjing
05 December 2025 16:12 WIB
Ahli gizi ungkap mengapa kualitas gizi daging sapi lokal dan impor berbeda
14 October 2025 13:04 WIB
Harga daging ayam rasa dan cabe merah keriting alami kenaikan di akhir September
30 September 2025 17:39 WIB
Gelar sidak, Disdagperin Kalteng ingatkan pelaku usaha tak gunakan bahan berbahaya
11 September 2025 16:05 WIB