Pemkab Barito Utara gelar pertemuan teknis penyuluh pertanian
Kamis, 14 Juli 2022 20:51 WIB
Asisten Administasi Umum Setda Barito Utara Inriaty Karawaheni membuka pertemuan teknis penyuluhan pertanian daerah setempat di Muara Teweh, Kamis (14/7/2022).ANTARA/HO-Dokumen Pribadi.
Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, melalui Dinas Pertanian setempat menggelar kegiatan pertemuan teknis penyuluh pertanian guna menyamakan persepsi tentang program dan kegiatan pembangunan pertanian di daerah setempat.
"Sesuai dengan konteks pertemuan kita hari ini, saya mengingatkan kembali pada kita semua, bahwa negara kita adalah negara agraris, sehingga secara nasional maupun regional dan dalam program pembangunan daerah Kabupaten Barito Utara pada khususnya, bahwa pembangunan pertanian masih menempati skala prioritas yang mesti kita perjuangkan bersama keberhasilannya," kata Asisten Administrasi Umum Setda Barito Utara Inriaty Karawaheni saat membuka kegiatan tersebut di Muara Teweh,Kamis.
Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Barito Utara Fakhri Fauzi dan Kepala Dinas Pertanian Syahmiludin A Surapati serta petugas teknis pertanian, tenaga harian lepas-tenaga bantu penyuluh pertanian (THL-TBPP), pengendali organisme penganggu tumbuhan (POPT) dan mantri tani kabupaten setempat.
Menurut dia, perlu disadari bersama bahwa bahan pangan sebagai produk akhir dari pembangunan pertanian, pada dasarnya merupakan kebutuhan dasar manusia pada umumnya. Dalam hal ini begitu vitalnya peranan ketersediaan dan lancarnya distribusi beberapa komoditi strategis seperti beras, jagung kedele dan daging.
"Maka komoditi lain yang menempati posisi penting adalah cabai dan bawang merah, di mana ketersediaan di pasaran juga dapat mempengaruhi inflasi serta menjadi isu politik," kata dia.
Disamping itu, jelas dia, kuatnya pengaruh komoditi pertanian tersebut, secara ekonomi sesuai kajian dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalteng, komoditi cabai dan bawang merah sangat menguntungkan bila dikembangkan, karena itu pemerintah daerah mendorong petani untuk melakukan uji coba atau kaji terap.
Lebih lanjut, dikatakan, dari pertemuan teknis penyuluh pertanian ini, dirinya minta nantinya akan menghasilkan sebuah output yang berhasil guna dalam pembangunan dan menjadi sarana komitmen seluruh penyuluh dalam meningkatkan kinerja.
"Dalam hal ini perlu saya ingatkan, bahwa rangka membangun pemerintah yang baik (good government) mari kita optimalkan peran ASN pada umumnya meningkatkan kinerja serta kejujuran dalam bekerja, jikalau ada yang tidak sesuai dalam bekerja sehingga terjadinya penyimpangan-penyimpangan yang menyebabkan kerugian daerah bahkan negara, maka akan kita terapkan sanksi-sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas Inriaty.
"Sesuai dengan konteks pertemuan kita hari ini, saya mengingatkan kembali pada kita semua, bahwa negara kita adalah negara agraris, sehingga secara nasional maupun regional dan dalam program pembangunan daerah Kabupaten Barito Utara pada khususnya, bahwa pembangunan pertanian masih menempati skala prioritas yang mesti kita perjuangkan bersama keberhasilannya," kata Asisten Administrasi Umum Setda Barito Utara Inriaty Karawaheni saat membuka kegiatan tersebut di Muara Teweh,Kamis.
Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Barito Utara Fakhri Fauzi dan Kepala Dinas Pertanian Syahmiludin A Surapati serta petugas teknis pertanian, tenaga harian lepas-tenaga bantu penyuluh pertanian (THL-TBPP), pengendali organisme penganggu tumbuhan (POPT) dan mantri tani kabupaten setempat.
Menurut dia, perlu disadari bersama bahwa bahan pangan sebagai produk akhir dari pembangunan pertanian, pada dasarnya merupakan kebutuhan dasar manusia pada umumnya. Dalam hal ini begitu vitalnya peranan ketersediaan dan lancarnya distribusi beberapa komoditi strategis seperti beras, jagung kedele dan daging.
"Maka komoditi lain yang menempati posisi penting adalah cabai dan bawang merah, di mana ketersediaan di pasaran juga dapat mempengaruhi inflasi serta menjadi isu politik," kata dia.
Disamping itu, jelas dia, kuatnya pengaruh komoditi pertanian tersebut, secara ekonomi sesuai kajian dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalteng, komoditi cabai dan bawang merah sangat menguntungkan bila dikembangkan, karena itu pemerintah daerah mendorong petani untuk melakukan uji coba atau kaji terap.
Lebih lanjut, dikatakan, dari pertemuan teknis penyuluh pertanian ini, dirinya minta nantinya akan menghasilkan sebuah output yang berhasil guna dalam pembangunan dan menjadi sarana komitmen seluruh penyuluh dalam meningkatkan kinerja.
"Dalam hal ini perlu saya ingatkan, bahwa rangka membangun pemerintah yang baik (good government) mari kita optimalkan peran ASN pada umumnya meningkatkan kinerja serta kejujuran dalam bekerja, jikalau ada yang tidak sesuai dalam bekerja sehingga terjadinya penyimpangan-penyimpangan yang menyebabkan kerugian daerah bahkan negara, maka akan kita terapkan sanksi-sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas Inriaty.
Pewarta : Kasriadi
Editor : Admin 1
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
FT UMPR jajaki kerja sama strategis dengan PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Pulang Pisau
12 November 2025 18:57 WIB
Kunjungi pabrik baja, Shalahuddin memastikan material jembatan penuhi standar teknis
07 November 2025 18:02 WIB
Bentuk tim teknis, Pemkab Bartim ingin tanggulangi bencana secara sistematis dan berkelanjutan
23 October 2025 15:19 WIB
BPDP-Ditjen Perkebunan bersama PT SIB gelar pelatihan teknis budi daya kelapa sawit
14 July 2025 16:31 WIB
PLN periksa peralatan gardu induk Kuala Pembuang, pastikan pemenuhan standar teknis
20 June 2025 11:22 WIB
Terpopuler - Barito Utara
Lihat Juga
Muncul akun WA palsu catut nama pejabat Barito Utara, masyarakat diminta waspada
07 May 2026 21:24 WIB