Ini dampak tak ganti pakaian saat di rumah saja
Senin, 17 Oktober 2022 8:52 WIB
Ilustrasi (Pixabay)
Jakarta (ANTARA) - Pakaian dapat membawa kuman bahkan jika terlihat bersih dan seseorang yang mengenakannya tidak berada di lingkungan berkuman, menurut dokter penyakit menular di Texas, Nikhil Bhayani, MD, FIDSA.
Menurut dia, seperti disiarkan Livestrong, 11 Oktober lalu, mikroba seperti Salmonella, E. coli, dan Staphylococcus dapat menempel pada kain dan akan bertahan untuk sementara waktu.
Penelitian dalam jurnal GMS Hygiene and Infection Control menunjukkan mikroba ini dapat bertahan 90 hari di kapas dan lebih dari 200 hari untuk polieste. Dari sana, kuman dapat berpindah langsung ke kulit.
Baca juga: Empat tips agar tak malas rawat kulit
Setelah itu, ada kemungkinan kuman dapat menginfeksi seseorang dan membuatnya sakit, terutama jika dia mengenakan pakaian yang sama untuk waktu yang lama.
Bhayani mengatakan, risiko infeksi lebih tinggi jika seseorang memiliki sistem kekebalan yang lemah. Namun pada akhirnya, siapa pun bisa sakit bila tidur dengan pakaian kotor.
Penyakit menular bukan satu-satunya perhatian di sini. Jika seseorang memiliki alergi musiman, serbuk sari yang menempel pada pakaian saat dia berada di luar dapat memicu gejala, mengganggu tidur atau membuat dia pengap dan sesak di pagi hari.
Itulah alasan mengapa para pakar alergi, termasuk di American College of Allergy, Asthma, & Immunology, selalu merekomendasikan untuk melepas pakaian luar dan mandi segera setelah seseorang masuk ke dalam rumah.
Jadi, sebaiknya berganti pakaian adalah pilihan terbaik seseorang, kata Bhayani. Menurut dia, jika seseorang benar-benar tidak memiliki energi untuk melepas pakaian yang dia kenakan ke luar sebelum tidur, setidaknya dekontaminasi ruang tidur dengan mencuci seprai keesokan paginya.
Menurut dia, seperti disiarkan Livestrong, 11 Oktober lalu, mikroba seperti Salmonella, E. coli, dan Staphylococcus dapat menempel pada kain dan akan bertahan untuk sementara waktu.
Penelitian dalam jurnal GMS Hygiene and Infection Control menunjukkan mikroba ini dapat bertahan 90 hari di kapas dan lebih dari 200 hari untuk polieste. Dari sana, kuman dapat berpindah langsung ke kulit.
Baca juga: Empat tips agar tak malas rawat kulit
Setelah itu, ada kemungkinan kuman dapat menginfeksi seseorang dan membuatnya sakit, terutama jika dia mengenakan pakaian yang sama untuk waktu yang lama.
Bhayani mengatakan, risiko infeksi lebih tinggi jika seseorang memiliki sistem kekebalan yang lemah. Namun pada akhirnya, siapa pun bisa sakit bila tidur dengan pakaian kotor.
Penyakit menular bukan satu-satunya perhatian di sini. Jika seseorang memiliki alergi musiman, serbuk sari yang menempel pada pakaian saat dia berada di luar dapat memicu gejala, mengganggu tidur atau membuat dia pengap dan sesak di pagi hari.
Itulah alasan mengapa para pakar alergi, termasuk di American College of Allergy, Asthma, & Immunology, selalu merekomendasikan untuk melepas pakaian luar dan mandi segera setelah seseorang masuk ke dalam rumah.
Jadi, sebaiknya berganti pakaian adalah pilihan terbaik seseorang, kata Bhayani. Menurut dia, jika seseorang benar-benar tidak memiliki energi untuk melepas pakaian yang dia kenakan ke luar sebelum tidur, setidaknya dekontaminasi ruang tidur dengan mencuci seprai keesokan paginya.
Pewarta : Lia Wanadriani Santosa
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Operasi gabungan! Praktik joki pakaian bekas impor di Batam berhasil diungkap
10 December 2025 13:29 WIB
Menkomdigi dukung penertiban penjualan pakaian bekas ilegal besar-besaran di medsos
20 November 2025 17:24 WIB
Mikroplastik bisa muncul dari sampah pakaian, berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan
29 October 2025 13:27 WIB
Terpopuler - Hiburan
Lihat Juga
Ariana Grande umumkan peluncuran album Petal dan single perdana pada Mei mendatang
10 May 2026 20:42 WIB
MAXI Tour Boemi Nusantara jajal jalur liku 9 dan menikmati panorama Samudra Hindia
10 May 2026 5:18 WIB