Social Bella raih pendanaan sekitar Rp920 miliar
Kamis, 20 Oktober 2022 8:24 WIB
Gerai Sociolla. (ANTARA/HO/Social Bella)
Jakarta (ANTARA) - Perusahaan beauty-tech Social Bella telah meraih pendanaan senilai lebih dari 60 juta dolar AS (sekira Rp920 miliar). Pendanaan ini dipimpin oleh Temasek dan L Catterton, dan sejumlah investor terdahulu termasuk East Ventures dan Jungle Ventures.
Co-founder & Presiden Social Bella Christopher Madiam mengatakan, pendanaan yang sukses diraih di tengah keadaan ekonomi makro yang menantang saat ini membuktikan kekuatan model bisnis perusahaan yang fokus pada sustainable growth, dengan pertumbuhan meningkat 20 kali lipat sejak 2020 dan juga margin yang semakin meningkat.
"Kami tidak pernah takut untuk menjadi pioner yang membawa perubahan dalam industri ini, namun kekuatan utama kami terletak pada konsistensi kami pada strategi pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang, akan terus menjadi panduan kami dalam pengembangan perusahaan," kata Christopher dalam keterangannya, Kamis.
Dalam upayanya membangun ekosistem produk kecantikan dan perawatan pribadi yang lengkap dan aman, sejauh ini, Social Bella telah membuka 48 toko fisik dengan pendekatan omnichannel di lebih dari 24 kota di Indonesia, dan juga telah ekspansi ke Vietnam, dengan membuka 13 toko di kota Ho Chi Minh, Hanoi, Danang, dan Binh Duong.
Selain itu, perusahaan juga telah meluncurkan Lilla pada 2020, unit bisnis di pasar ibu dan anak yang berhasil menarik minat signifikan hingga kini.
Saat ini, Lilla telah melengkapi layanan ekosistemnya dengan menghadirkan toko fisik pertamanya, yang mampu menarik jumlah pengunjung yang cukup tinggi sejak diresmikan.
Sementara itu, Co-founder & Managing Partner East Ventures Willson Cuaca, salah satu investor pertama sejak Social Bella berdiri, mengapresiasi Social Bella atas rekam jejaknya dalam bisnis berkelanjutan.
“Social Bella selalu memiliki passion tinggi untuk membangun bisnis berkelanjutan yang mengutamakan kepentingan pelanggan. Selama pandemi, kami benar-benar terkesan menyaksikan perusahaan dapat mengubah tantangan menjadi peluang ekspansi sambil beradaptasi dengan cepat menjawab perubahan kebutuhan jutaan pelanggan di tengah dinamika pandemi, dengan strategi luar biasa yang belum pernah kita lihat sebelumnya di industri ini," katanya.
Co-founder & Presiden Social Bella Christopher Madiam mengatakan, pendanaan yang sukses diraih di tengah keadaan ekonomi makro yang menantang saat ini membuktikan kekuatan model bisnis perusahaan yang fokus pada sustainable growth, dengan pertumbuhan meningkat 20 kali lipat sejak 2020 dan juga margin yang semakin meningkat.
"Kami tidak pernah takut untuk menjadi pioner yang membawa perubahan dalam industri ini, namun kekuatan utama kami terletak pada konsistensi kami pada strategi pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang, akan terus menjadi panduan kami dalam pengembangan perusahaan," kata Christopher dalam keterangannya, Kamis.
Dalam upayanya membangun ekosistem produk kecantikan dan perawatan pribadi yang lengkap dan aman, sejauh ini, Social Bella telah membuka 48 toko fisik dengan pendekatan omnichannel di lebih dari 24 kota di Indonesia, dan juga telah ekspansi ke Vietnam, dengan membuka 13 toko di kota Ho Chi Minh, Hanoi, Danang, dan Binh Duong.
Selain itu, perusahaan juga telah meluncurkan Lilla pada 2020, unit bisnis di pasar ibu dan anak yang berhasil menarik minat signifikan hingga kini.
Saat ini, Lilla telah melengkapi layanan ekosistemnya dengan menghadirkan toko fisik pertamanya, yang mampu menarik jumlah pengunjung yang cukup tinggi sejak diresmikan.
Sementara itu, Co-founder & Managing Partner East Ventures Willson Cuaca, salah satu investor pertama sejak Social Bella berdiri, mengapresiasi Social Bella atas rekam jejaknya dalam bisnis berkelanjutan.
“Social Bella selalu memiliki passion tinggi untuk membangun bisnis berkelanjutan yang mengutamakan kepentingan pelanggan. Selama pandemi, kami benar-benar terkesan menyaksikan perusahaan dapat mengubah tantangan menjadi peluang ekspansi sambil beradaptasi dengan cepat menjawab perubahan kebutuhan jutaan pelanggan di tengah dinamika pandemi, dengan strategi luar biasa yang belum pernah kita lihat sebelumnya di industri ini," katanya.
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor : Admin Kalteng
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Speedboat terbakar, Cagub Malut Benny Laos meninggal usai jalani perawatan medis
12 October 2024 22:11 WIB, 2024
Bareskrim Polri tahan keponakan Wamenkumham tersangka kasus pencemaran nama baik
12 May 2023 17:52 WIB, 2023
Laudya Cynthia Bella ke Istana Presiden bahas pernikahan dengan Pangeran Arab? Ini faktanya
22 September 2022 14:12 WIB, 2022
Kejati Kalteng dakwa pasutri investasi bodong Vito-Bella dengan pasal berlapis
19 August 2022 12:29 WIB, 2022